Petugas Gabungan Laksanakan Pengamanan Ibadah di Gereja HKBP Pabrik Tenun, Polisi Harus Lanjutkan Proses LP Aktifis LSM PAKAR Korban Penganiayaan

MEDAN | SUMUT24.co

Dengan dilakukannya pengamanan oleh petugas gabungan TNI – Polri dan Pemko Medan pada, Minggu (22/5/2022) terhadap masayarakat umat Kristen yang melakukan ibadah di Gereja HKBP Pabrik Tenun, di Jln. Pabrik Tenun, Kec. Medan Petisah akibat adanya aksi unjuk rasa berulang kali oleh massa yang menamakan Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun.

Menyikapi pengamanan tersebut, Ketum DPP LSM PAKAR Indonesia, Atan Gantar Gultom, Minggu (22/5/2022) kepada wartawan saat menggelar konferensi pressnya menyatakan bahwa, respon cepat Polrestabes Medan bersama Forkopimda Plus Kota Medan atas kejadian di Gereja HKBP Pabrik Tenun patut diacungkan jempol.

Lanjut Atan, tindakan pengamanan penuh dan respon cepat terhadap peristiwa aksi unjuk rasa massa Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun oleh Polrestabes Medan beserta Forkopimda Kota Medan tidak hanya sampai disitu saja. Akan tetapi menindak lanjuti berapa persoalan yang sudah masuk proses ranah hukum.

Artinya sambung Atan Gantar Gultom, dengan adanya pengamanan penuh hingga pendirian Posko pengamanan oleh pihak petugas berwajib di depan Gereja HKBP Pabrik Tenun, pihak penegak hukum dalam hal ini, Polrestabes Medan agar melanjutkan laporan kasus penganiayaan yang ada kaitanya dengan aksi massa Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun saat melakukan unjuk rasa beberapa waktu lalu.

“Pihak aparat penegak hukum, khususnya Polrestabes Medan agar melanjutkan laporan polisi sesuai dengan Surat Tanda Bukti Lapor No : STTLP / B / 1381 / IV / 2022 / SPKT / POLRESTABES MEDAN / POLDA SUMUT yakni pada Tanggal 26 April 2022 atas kasus dugaan penganiayaan massa Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun pada hari, Senin 25 April 2022 ketika menggelar aksi demo menolak keberadaan Pdt Rumondang Br Sitorus,” ucap Atan.

Lanjut Atan, terkait aksi unjuk rasa massa Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun yang bukan rahasia umum lagi di kordinir oleh, St. S. Dolokdaribu dan St. H. Siahaan serta diduga didalangi oknum berinisial, JS, WS, RM dan HS yang disinyalir aksi unjuk rasa tersebut massa Forum Peduli Jemaaat Gereka HKBP Pabrik Tenun yang untuk kepentingan kelompok dan kepentingan pribadi oknum pendana tersebut.

Masih Atan, desas desus yang kami dengar, terkait peristiwa yang terjadi di Gereja HKBP Pabrik Tenun beberapa waktu belakangan hari terakhir dikatakan, Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Panca Putra marah walau pada Sabtu (21/5/2022) malam pihak Polda Sumut ada mengamankan beberapa orang terlibat turut serta berunjuk rasa dan akhirnya Poolda Sumut telah memperbolehkan kembali pulang kerumah masing masing.

“Pengamanan pasca aksi massa pendemo yang telah membuat kericuhan dan mengganggu umat beragama untuk menjalankan ibadah terkesan lambat dan tidak ada ketegasan serta penyelesaian dalam bertindak dilakukan aparat petugas penegak hukum yakni, kepolisian,” ujar Atan.

Sekali lagi disampaikan Atan Gantar Gultom secara tegas, DPP LSM PAKAR mengharapkan agar memanggil oknum dari otak pelaku atau yang mengkordinir pada saat unjuk rasa aksi massa pendemo mempertanggungjawabkan dan memanggil serta memeriksa dan bila perluemamgkap oknum massa serta kordinator aksi yang disinyalir memprofokasi untuk terjadinya kericuhan.

Sebelumnya, pengamanan oleh pihak aparat penegak hukum dilakukan atas tindakan aksi unjuk rasa masasa pendemo beberapa waktu lalu yang terkesan acuh dan lambat. Sehingga salah seorang aktivis LSM PAKAR menjadi korban penganiayaan massa demo Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun.

“Apa bila proses lanjut perkembangan laporan penganiayaan aktivis LSM PAKAR dialami, Erlita Ida Br Pandiangan berjalan lamban dan tidak melakukan upaya tindakan sesuai tugas pokok dan fungsi (Tufoksi) Polri sebagai penegak hukum, LSM PAKAR akan menggelar aksi demo damai secara besar besaran ke Polrestabes Medan dan Polda Sumut,” ungkap diterangkan Atan Gantar Gultom.(W02)