Perkuat Revitalisasi LPTK, Rektor Unimed bersama 7 PTS di Sumut Teken Perjanjian Konsorsium

MEDAN | SUMUT24
Dalam rangka pengusulan hibah revitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) tahun 2022, Rektor Universitas Negeri Medan bersama 7 Rektor Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara melakukan penandatangan perjanjian konsorsium di Ruang Sidang A, Lantai III Gedung Pusat Administrasi Unimed, Kamis (12/5).
Perjanjian konsorsium tersebut ditandatangani Rektor Universitas Negeri Medan Dr Syamsul Gultom SKM MKes, bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Sumut diwakilkan oleh Prof Dr Muhammad Arifin Gultom MHum (Wakil Rektor ), Rektor Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah (UMN Al Washliyah) Dr KRT Hardi Mulyono K Surbakti SE MAP, Rektor UISU Dr H Yanhar Jamaluddin MAP, Rektor Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Muhammad Darwis MPd, Rektor Universitas HKBP Nommensen Dr Haposan Siallagan, S.H MH, Rektor Universitas Simalungun diwakili Drs Marlan MSi, dan Rektor Universitas Katolik Santo Thomas (Unika Santo Thomas) Prof Dr Drs Sihol Situngkir MBA.
Acara tersebut dihadiri Ketua Senat Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd, Wakil Rektor I, II, III, dan IV, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Kepala Biro, Ketua LPPM, Ketua LPPMP, Fungsionaris Unimed dan rombongan dari 7 PTS di Sumatera Utara.
Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom dalam sambutannya menyampaikan tujuan utama dari program yang kita usulkan ini adalah memajukan kualitas pendidikan di Indonesia terutama Sumatera Utara, melalui Peningkatan kualitas dan mutu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Dalam proses pembelajaran di setiap LPTK, harus mengacu kepada SN Dikti dan Standar Pendidikan Guru. Capaian yang harus kita raih dalam program hibah ini, untuk mendukung beberapa hal, yaitu meningkatkan jumlah Program Studi PPG, Meningkatkan jumlah Bidang Studi pada Program Studi PPG, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas LPTK dalam penyelenggaraan, Program Studi PPG, meningkatkan kerja sama penyelenggaraan program studi PPG bidang studi vokasi dan bidang studi vokasi khusus/kolaboratif, dan meningkatkan kualitas pembelajaran di Era Digital pada program studi PPG.
Rektor juga mengucapkan terima kasih kepada 7 Perguruan Tinggi di Sumatera Utara yang telah berkenan hadir dan melakukan penandatangan perjanjian konsorsium. Perjanjian ini dilakukan untuk menguatkan Kerjasama/kemitraan terutama dalam peningkatan mutu dan kualitas Pendidikan Guru di Sumut. Dokumen penandatanganan perjanjian konsorsium ini kita butuhkan sebagai kelengkapan dokumen dalam pengusulan Hibah Nasional Revitalisasi LPTK 2022 di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama, bergandengan tangan dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di kampus kita masing-masing. Kami Unimed siap dan bersedia join research dan pengabdian bersama di masyarakat, yang intinya membantu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sumatera Utara dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Dengan semua potensi SDM dosen di Unimed, kita sangat terbuka untuk kerjasama dalam penelitian dan pengabdian, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di Sumut,” ujar Rektor Unimed.
Mewakili 7 Rektor PTS, Rektor UMN Al Washliyah Dr KRT Hardi Mulyono K Surbakti, SE MAP mengapresiasi dan turut mengucapkan terima kasih atas adanya perjanjian konsorsium dengan Unimed. “Kami sebagai Perguruan Tinggi Swasta siap menjadi mitra Unimed untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam penguatan program revitalisasi LPTK. Kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua, dibutuhkan sinergi antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam mengemban amanah untuk peningkatan mutu dan kualitas guru/pendidik. Peran dan partisipasi aktif dari PTN/PTS sangat diharapkan untuk menjamin tersedianya guru professional bagi Indonesia yang lebih maju.”
Sementara, Ketua Senat Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd mengatakan “untuk memperbaiki suatu negara perbaikilah terlebih dahulu pendidikannya, mulai dari kualitas pendidik (guru/dosen), mutu LPTK dan Sekolah, sarana prasarana pendidikan hingga mutu perangkat dan kurikulum pembelajarannya. Karena tidak ada suatu negera maju melebihi kemajuan pendidikannya, dan tidak ada pendidikan maju melebih kemajuan guru/pendidiknya. Oleh karena itu, kita tekankan kembali untuk menguatkan dan meningkatkan kualitas guru-guru di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.”
“Perguruan tinggi sebagai penghasil sumber daya manusia terdidik perlu mengukur lulusannya, apakah lulusan yang dihasilkan memiliki ‘kemampuan’ setara dengan ‘kemampuan’ (capaian pembelajaran) yang telah dirumuskan dalam jenjang kualifikasi KKNI dan standar kompetensi guru yang ditetapkan. Guru merupakan jabatan professional yang memberikan layanan ahli dan menuntut persyaratan kamampuan yang secara akademik dan pedagogis maupun secara professional dapat diterima oleh semua pemangku kepentingan yang terkait, baik penerima jasa layanan secara langsung maupun pihak pembina guru dalam hal ini pemerintah pusat dan daerah.”

“Guru sebagai penyandang jabatan profesional harus disiapkan melalui program pendidikan yang relatif panjang dan dirancang berdasarkan standar kompetensi guru. (C04)