Pembukaan Open Art & Education Fair Kadisdiksu Apresiasi Kreasi dan Kreativitas Siswa Global Prima

MEDAN | SUMUT24
Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Kadisdiksu) Dr Arsyad Lubis MM mengapresiasi kegiatan yang digelar Sekolah Global Prima. Karena, kegiatan ini mendukung program pemerintah dalam hal pelestarian lingkungan.
|    “Saya kagum terhadap kreasi dan kreativitas yang ditunjukan siswa/i Sekolah Global Prima,”kata Dr Arsyad Lubis MM dihadapan siswa/i dan para undangan saat membuka secara resmi Open Day Sekolah Global Prima, dengan tema Stay Green & Be Global,Rabu  di Sekolah tersebut Jalan Brigjen Katamso Medan.
Acara tersebut dihadiri Ka UPT Kecamatan Medan Maimun Pitasari Siregar, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Sumut, August Sinaga SSTP SPd MAP,  Ketua BPH Yayasan Prima  Indonesia Dr Tommy Leonard SH Mkn , Koordinator Global Prima Dr Willy Tanjaya SH SKom MKn, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Hendry SE MM, Kepala SMA Global Prima Indra Kesuma SPd dan Kepala SMP Global Prima Maria Linda SPd.
Arsyad Lubis mengatakan, bibit keunggulan itu sudah nampak dari siswa/i Sekolah Global Prima. Sehingga, dia yakin, anak-anak didik di Sekolah Global Prima mampu menjadi siswa yang berprestasi.
Pada kesempatan itu, Arsyad mengajak anak-anak cinta terhadap lingkungan. “Karena itu, sejak dini cinta lingkungan harus ditanamkan, dan itu bisa dimulai dari sekolah,”kata pria berkacamata ini meyakinkan.
Menurut Arsyad,mencintai lingkungan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tujuannya, tak lain agar kelestarian bumi tercinta ini tetap terjaga dan masih bisa dirasakan generasi bangsa ke depan.
“Apa yang dinikmati saat ini harus bisa juga dinikmati anak cucu kita kedepannya. Untuk itu, pelestarian lingkungan harus tetap dijaga dan sekolah juga mendukung dengan ada lahan penghijauan yaitu menanam pohon di halaman sekolah,” tutur Arsyad.
Dia menyebutkan, siswa-siswi khususnya Sekolah Global Prima harus diberikan pengetahuan tentang lingkungan hidup. Selain itu, masalah global warming dan kerusakan alam juga termasuk di dalamnya.
“Tak hanya memberikan pemahaman, sekolah juga turut berpartisipasi melestarikan lingkungan hidup. Misalnya, dengan menerapkan ‘green school’ (penghijauan lingkungan sekolah). Hal ini sangat penting untuk meneguhkan kepedulian terhadap lingkungan. Sedangkan tujuannya guna mengatasi permasalahan lingkungan seperti bencana alam yaitu banjir bisa dihindari,” kata Arsyad.
Menerapkan kepedulian terhadap lingkungan, Sekolah Global Prima memiliki cara berbeda. Dalam mewujudkannya, dengan mengadakan Art & Education Fair di sekolah. Koordinator Sekolah Global Prima Dr Willy Tanjaya SH SKom MKn mengatakan, Art & Education Fair merupakan bagian dari bentuk kepedulian Sekolah Global Prima terhadap lingkungan. Untuk itu, kegiatan ini mengusung tema, ‘Stay Green & Be Global’.
“Kegiatan yang sudah berlangsung keempat kalinya dalam setiap tahun ini, dilakukan untuk memupuk dan menanamkan rasa kepedulian siswa kepada lingkungannya. Cinta terhadap lingkungan harus dimulai sejak dini, dari hal-hal sederhana yaitu membuang sampah pada tempatnya, daur ulang sampah dan lainnya,” ungkap doktor muda yang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) beberapa waktu lalu.
Dijelaskan Willy Tanjaya, pada kegiatan yang berlangsung empat hari ini (13-16 April) dilakukan berbagai aktivitas bernuansa go green (gerakan penghijauan) yang sekaligus mengkampanyekan kepedulian lingkungan. Misalnya, drama musikalisasi tentang bagaimana mencintai lingkungan.
Dalam drama yang diperankan oleh siswa-siswi SMA Global Prima itu, lanjutnya, digunakan sejumlah atribut daur ulang sampah seperti koran bekas. Kemudian, poster tentang peduli lingkungan.
“Kepedulian terhadap lingkungan harus di tanamkan dalam diri siswa sejak dini. Untuk itu, agar timbulnya rasa kepedulian terlebih dahulu harus diberikan pemahaman-pemahaman tentang manfaat yang bisa dirasakan secara langsung oleh siswa tersebut. Dengan demikian, akan muncul perhatian dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Jika nilai-nilai  ini sudah tertanam dan tumbuh subur dalam setiap diri siswa, maka kepedulian lingkungan hidup akan tumbuh dengan sendirinya,” papar pria yang sangat konsen terhadap dunia pendidikan ini.
Lebih lanjut Willy Tanjaya menuturkan, selain aktivitas kepedulian lingkungan, dalam kegiatan tersebut diadakan juga kompetisi seni, olahraga dan fashion show cilik. Tujuannya untuk memupuk tali silaturahmi, menciptakan karakter berani guna memunculkan talenta bakat baru dan semangat juang berkompetisi.
Dikesempatan itu juga, Plt Kadisdiksu Dr Arsyad Lubis MM melepaskan seratus ekor burung simbol kebebasan sekaligus peresmian  Acara Open Day Sekolah Global Prima Medan. (R.05)