Pelatihan Analisa Kebutuhan Modal Kerja & Penyusunan Proyeksi Kas Usaha Masyarakat Desa Titi Putih, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara

0
746

Medan I Sumut24.co

Perkembangan dunia usaha saat ini begitu kompleks. Dunia usaha saat ini harus menyesuaikan dengan kebutuhan stakeholder dan shareholder. Dunia usaha membutuhkan modal kerja. Durst and Gerstlberger (2021) menyatakan apabila modal kerja sudah dapat diperoleh maka harus efesien dan efektif dalam mengelolanya. Modal kerja mampu membiayai pengeluaran atau operasi usaha sehari-hari. Dengan modal kerja yang cukup akan membuat perusahaan beroperasi secara ekonomis dan efesien serta tidak mengalami kesulitan keuangan (Altaf et al, 2021, Chen et al., 2021 and Rajagopal et al., 2021). Perputaran modal kerja (net working capital trun over) adalah salah satu rasio yang digunakaan untuk mengukur atau menilai keefektifan modal kerja perusahaan selama periode tertentu. Artinya seberapa banyak modal kerja berputar suatu periode tertentu atau dalam suatu periode. Rasio ini diukur dengan membandingkan penjualan dengan modal kerja atau dengan modal kerja rata-rata (Ahangar et al., 2021, Aidara et al., 2021, ER et al., 2021, Khurana et al., 2021 & Mustapa et al., 2021).


Warga Desa Titi Putih Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batubara banyak yang berusaha sebagai pedagang dan berwirausaha. Hal ini tentunya banyak berhubungan dengan pengelolaan modal kerja. Modal kerja warga banyak diperoleh dari pinjaman baik berasal dari lembaga keuangan bank maupun non bank. Hal ini tentu saja memberatkan dari sisi pembayaran bunga bank yang begitu besar. Upaya mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan langkah melakukan perputaran modal yang efisien dan tepat. Apabila perputaran modal kerja sudah dilakkan efisien maka dapat terhindar dari modal yang bersumber dari pinjaman. Modal kerja mampu membiayai pengeluaran atau operasi sehari-hari. Dengan modal kerja yang cukup akan membuat usaha beroperasi secara ekonomis dan efesien serta tidak mengalami kesulitan keuangan. Manfaat modal kerja menurut Khan et al (2021) adalah (1) melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva lancer, (2) Memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajiban-kewajiban tepat pada waktunya, (3) Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani para konsumen, (4) Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan kepada para langgananya, (5) memungkinkan bagi perusaahan untuk dapat beroperasi dengan lebih efesien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang ataupun jasa yang dibutuhkan.
Berawal dari latar belakang masalah tersebut, maka perlu dicoba untuk melaksanakan Pelatihan Analisa Kebutuhan Modal Kerja & Penyusunan Proyeksi Kas Usaha Masyarakat Desa Titi Putih, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Pada tanggal 14 Juni 2022 dosen FEB USU yaitu Prof. Dr. Azhar Maksum,SE,M.Si Ak,CA, CMA, Ibnu Austrindanney Sina Azhar, SE, M.Si, Ak, CA, Prof. Dr. Iskandar Muda,SE,M.Si Ak,CA, CSRS, CSRA,CPA dan Windi Astuti SE., M.Si melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa Pengabdian kepada Masyarakat Program Skim Berbasis Penelitian Tahun Anggaran 2022 Universitas Sumatera Utara kepada Masyarakat Desa Titi Putih, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Pelatihan tersebut dibuka oleh Bapak H. Harunsyah sebagai Kepala Desa dan staf pemerintahan desa Desa Titi Putih, Ibu Khairunnisa, SE. Pelatihan tersebut diharapkan warga Titi Putih memiliki kemampuan menganlisa Modal kerja dan mampu memprediksikan aliran kas dalam mengelola potensi desa sehingga mendukung efektivitas dan produktivitas usaha dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.red2