Pedagang Parluasan dan Kontraktor Dirampok

595

SIANTAR | SUMUT24
Dalam sehari, Senin (28/3), dua kasus perampokan terjadi di Kota Siantar. Kasus pertama menimpa pedagang ikan, Lastiur br Siahaan (48), yang kehilangan Rp17 juta. Kasus kedua, menimpa seorang kontraktor, Saut Simamora (34), yang kehilangan uang Rp7 juta dan sepedamotor.

Senin (28/3) sore, Lastiur didampingi suami dan rekannya, melapor ke Mapolres Siantar untuk membuat laporan pengaduan resmi. Beberapa saat usai melapor, personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Siantar langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Korban mengungkapkan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekira pukul 04.00 WIB dini hari di sekitaran lokasi kediamannya Jalan DI Panjaitan Kelurahan Aek Nauli Siantar Selatan.

Saat itu, korban hendak berangkat ke Pasar Dwikora Pematangsiantar untuk menjalankan usahanya sebagai pedagang ikan. Sebelum berangkat, korban menunggu mobil pick-up berisi ikan yang dipesannya dan akan ditumpanginya menuju Pasar Dwikora Pematangsiantar.

Saat menunggu mobil tersebut, tak ada seorang pun yang menemani korban. Korban menunggu angkot seorang diri sembari membawa keranjang plastik yang di dalamnya ditaruh tas berisi uang lengkap dengan kartu-kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).“Di depan rumah aku menunggu mobil itu. Biasanya aku berangkat jam 3 pagi, tapi tadi sampai jam 4 pagi belum datang. Terlambat datang tadi mobil yang membawa ikan pesananku itu,” ungkapnya.

Sejurus kemudian, seorang pelaku pun menghampiri korban dan seketika menarik keranjang milik korban yang ditaruhnya di sampingnya. “Pas nunggu mobil itu kan, aku duduk, keranjang ini kuletakkan di sampingku. Tiba-tiba dari belakangku datang (pelaku) mengambil keranjangku itu,” ujarnya.

Melihat keranjangnya diambil, korban tersentak dan langsung berbalik arah untuk melihat siapa orang yang mengambil keranjangnya. Namun saat itu, pelaku langsung berupaya melarikan diri.

Tak ingin kehilangan uangnya, korban pun menarik keranjang tersebut dari tangan pelaku. Aksi tarik menarik antara keduanya pun sempat terjadi. “Sempat juga kami tarik-tarikan. Tapi langsung didorongnya aku sampai jatuh. Diambilnya tasku yang ada di dalam keranjang itu, terus melarikan diri (pelaku) ke arah Simpang Dua,” terangnya.

Tak tahu harus berbuat apa lagi, korban pun hanya bisa terduduk lesu di lokasi kejadian tersebut. “Karena dia sudah melarikan diri, akupun shock. Duduk lagi aku. Tak lama, datanglah mobil yang membawa ikanku itu. Dibawa aku ke Parluasan. Masih sempat juga aku jualan,” pungkasnya.

Hingga pada siang hari, korban yang sudah pulang ke kediamannya kemudian menghadiri acara di salah satu gereja yang tak jauh dari kediamannya. Di sana, korban pun bertemu dengan Boru Sihombing, salah seorang tetangganya.

Setelah bertemu dengan korban, Boru Sihombing pun mengungkapkan bahwa ia menemukan sebuah tas di Jalan Rajawali, Kelurahan Sipinggol-pinggol, Siantar Barat. “Aku dengar cerita tadi kalau dia (korban) dirampok. Katanya tasnya diambil. Kujumpai lah dia. Terus kubilang kalau tadi pagi aku dapat tas di Jalan Rajawali. Pas aku mau ngambil nasi untuk makanan ternakku kesana,” ucapnya.

Lalu, Boru Sihombing mengajak korban ke kediamannya untuk melihat tas tersebut. Dan, ternyata benar, tas tersebut merupakan milik korban. “Pas kutunjukkan tas itu, rupanya memang tasnya,” katanya.

Atas dasar itulah, kuat dugaan bahwa setelah menguras seluruh isi tas milik korban tersebut, pelaku membuangnya di Jalan Rajawali, Kelurahan Sipinggol-pinggol, Siantar Barat.

Ditanya ciri-ciri pelaku, korban mengungkapkan bahwa pelaku berperawakan tinggi dan kurus serta mengendarai sepedamotor jenis bebek. “Pakai helm dia (pelaku) itu,” jelasnya. “Sebenarnya kami sudah nggak mau melapornya, tadi tapi ada keluarga yang menyarankan untuk melapor ke polisi, makanya baru sore gini melapor,” pungkasnya. Kapolres Siantar AKBP Dodi Darjanto SIK melalui Kanit SPKT Aiptu Ardhan membenarkan bahwa pihaknya sudah menangani kasus tersebut. “Laporan pengaduan korban sudah kita terima dan saat ini kasusnya masih kita selidiki,” jelasnya. (met)

Loading...