Pak Polisi, Garam Apa Sabu?

0
7340

MEDAN | SUMUT24

Polresta Medan telah menangkap sebanyak 3 Kg sabu-sabu beberapa waktu lalu dan sudah dipublis ke hampir semua media. Bahkan masyarakat pun telah mengetahuinya.

Tapi aneh bin ajaib, beberapa hari kemudian Kapolresta Medan mengatakan sabu yang ditangkap tersebut adalah Garam Inggris. Kontan saja masyarakat bertanya-tanya.

Menanggapi hal ini, Pengamat Sosial dan Politik Shohibul Anshor Siregar mengatakan, memang aneh juga melihatnya. Mudah-mudahan “garam Inggeris” tidak merontokkan image tentang kinerja kepolisian dalam melancarkan perang terhadap narkoba di Medan dan Sumatera Utara.

“Memang polisilah yang memiliki otoritas mengumumkan hasil razia itu semula adalah sabu dan akhirnya menjadi Garam Inggeris,” ujarnya.

Perlu kongkritisasi target perang ini dengan segenap parameternya. Kedua pola pelibatan kelompok masyarakat selama ini dan segenap lembaga bentukan sudah perlu dievaluasi.

Keterbukaan sangat penting, periksa urin secara rutin wajib dilakukan bagi semua apartur yang pekerjaannya terkait dengan barkoba serta kekuatan-kekuatan yang selam ini dikenal sebagai kalangan tak terinterupsi karena memegang kekuasaan.

“Kan namanya Polisi sudah piawai yang mana namanya sabu, tawas, garam dan jenis narkoba lainnya. Anak SD aja tau mana sabu mana Garam waktu penangkapan. Aneh juga, tapi mau dibilang apa, karena hanya polisi yang bisa mengetahui hasil uji Laboratorium. Diharapkan agar polisi lebih transparan lagi. Semoga garam inggeris tidak menodai perang atas narkoba di Indonesia,” ujarnya.

Memang lanjut Shohibul, hanya polisilah yang memiliki otoritas untuk mengatakan garam atau gula atau tawas atau shabu. Memang bagaimanapun
masyarakat pasti curiga tentang perubahan tersebut, tapi masyarakat kan sudah apatis.

“Sekarang tinggal polisi berani atau tidak menuntaskan narkoba yang sudah banyak makan korban tersebut,” tandasnya.(ism)