Pahlawan Super Indonesia Gatot Kaca Meriahkan Pertemuan Investasi Sosial Terbesar di Asia

0
119

Bali I Sumut24.CO

Pandemi Covid-19 telah mengubah hidup manusia selama beberapa tahun terakhir. Masyarakat hidup di masa yang penuh tantangan dimana kesehatan dan keselamatan menjadi perhatian utama. Untuk itu, Konferensi Global Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) mengadakan pertemuan investasi sosial terbesar di Asia yang mengumpulkan penyandang dana dan penyedia sumber daya dari seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan, membangun kemitraan strategis, dan mengatasi tantangan sosial-ekonomi dalam skala besar. Konferensi global yang berlangsung di Bali International Convention Center (BICC) – Kab. Badung pada 21 – 24 Juni 2022 ini menampilkan lebih dari 250 orang pembicara dan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara.

Salah satu anggota AVPN ini adalah Djarum Foundation yang memiliki komitmen untuk terus berupaya turut berperan serta dalam memajukan bangsa dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempertahankan kelestarian sumber daya alam Indonesia. Sebagai salah satu inisiatif melalui Bakti Budaya yang senantiasa mengangkat, membangun dan mendukung ekosistem seni pertunjukan, Djarum Foundation menghadirkan lakon Gatot Kaca, Kisah Pahlawan Super Indonesia: Pementasan Seni Pertunjukan Sinematik untuk memeriahkan acara yang dihadiri oleh berbagai investor dan perwakilan negara. Lakon yang dipentaskan pada Rabu (22/6) di Mangapura Hall, BICC, Bali ini menampilkan cerita yang terinspirasi dari Gatot Kaca, salah satu tokoh pewayangan yang sangat populer di Indonesia khususnya Jawa dan Bali.


Pementasan yang digelar bekerja sama dengan Wayang Bharata dan JCORP Stage Company Bali ini juga menggandeng para tim musisi lokal Bali untuk menambah perpaduan suguhan musik modern dan klasik Jawa guna mendukung aksi koreografi yang ditampilkan.

“Konferensi global ini merupakan salah satu panggung yang dapat kita manfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia ke mata internasional. Lakon Gatot Kaca yang dihadirkan dalam pertunjukan wayang orang ini menghadirkan perpaduan budaya Jawa dan Bali sekaligus juga menampilkan kombinasi film dan pertunjukan panggung sehingga menghasilkan sebuah pementasan yang unik dan segar. Pertunjukan ini diharapkan dapat menarik minat dan perhatian para perwakilan perusahaan maupun institusi untuk memberikan perhatian dan menjalin kemitraan di bidang seni pertunjukan budaya di Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Konferensi Global AVPN sendiri mempertemukan berbagai filantropis, investor, dan pembuat kebijakan terkemuka dunia untuk mengumumkan aliansi baru, meluncurkan potensi pendanaan baru, dan membentuk kemitraan strategis untuk membantu negara-negara Asia mengatasi kekurangan pendanaan dalam memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs). Hasil dari pertemuan AVPN sendiri akan menjadi masukan bagi agenda utama KTT G20 sehingga memungkinkan diambilnya tindakan nyata untuk mengkatalisis sumber daya dan modal agar mendatangkan dampak yang lebih besar di Asia.

Rangkaian konferensi global AVPN yang akan berlangsung selama 4 hari ini akan dibagi menjadi beberapa kegiatan. Pertama dalam seminar dengan Plenary Keynote & Breakout, kedua Workshop & Rountables, ketiga Networking Lunch and Dinner dan keempat Bertemu kembali dan jejaring.

Renitasari juga berkesempatan untuk berbagi pandangan tentang seni, budaya dan kreativitas untuk untuk pembangunan berkelanjutan dalam sesi Networking Lunch pada Rabu (22/6). Acara yang dimoderatori oleh Jemmy Chayadi, Director of Strategy & Sustainable Development Djarum Foundation ini juga menghadirkan para pembicara handal lainnya, seperti Charlotte Koh, Deputy Director, Arts & Culture Development Office National Arts Council Singapore; Jeongmi Lee, COO Haenyeokitchen Inc, dan Rizki Handayani, Deputy Minister for Tourism Products and Events Kemenparekraf yang akan memaparkan program dan upaya yang mereka lakukan dalam menumbuhkan dan memelihara beragam seni, budaya, dan program kreatif lainnya.

Bakti Budaya Djarum Fondation

Sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, PT Djarum memiliki komitmen untuk menjadi perusahaan yang turut berperan serta dalam memajukan bangsa dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempertahankan kelestarian sumber daya alam Indonesia.

Berangkat dari komitmen tersebut, PT Djarum telah melakukan berbagai program dan pemberdayaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di masyarakat dan lingkungan selama kurun waktu 60 tahun. Pelaksanaan CSR ini dilaksanakan oleh Djarum Foundation yang didirikan sejak 30 April 1986, dengan misi untuk memajukan Indonesia menjadi negara digdaya yang seutuhnya melalui 5 bakti, antara lain Bakti Sosial, Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, dan Bakti Budaya. Semua program dari Djarum Foundation adalah bentuk konsistensi Bakti Pada Negeri, demi terwujudnya kualitas hidup Indonesia di masa depan yang lebih baik dan bermartabat.

Dalam hal Bakti Budaya Djarum Foundation, sejak tahun 1992 konsisten menjaga kelestarian dan kekayaan budaya dengan melakukan pemberdayaan, dan mendukung insan budaya di lebih dari 3.500 kegiatan budaya. Beberapa tahun terakhir ini, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan inovasi melalui media digital, memberikan informasi mengenai kekayaan dan keragaman budaya Indonesia melalui sebuah situs interaktif yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui www.indonesiakaya.com. Kemudian membangun dan meluncurkan “Galeri Indonesia Kaya” di Grand Indonesia, Jakarta pada 10 Oktober 2013. Ini adalah ruang publik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan konsep edukasi dan multimedia digital untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia agar seluruh masyarakat bisa lebih mudah memperoleh akses mendapatkan informasi dan referensi mengenai kebudayaan Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tanpa dipungut biaya.

Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang mempersembahkan “Taman Indonesia Kaya” di Semarang sebagai ruang publik yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan yang diresmikan pada 10 Oktober 2018, bertepatan dengan ulang tahun Galeri Indonesia Kaya ke-5. Taman Indonesia Kaya merupakan taman dengan panggung seni pertunjukan terbuka pertama di Jawa Tengah yang memberikan warna baru bagi Kota Semarang dan dapat menjadi rumah bagi para seniman Jawa Tengah yang bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan dan pertunjukan seni budaya secara gratis.

Bakti Budaya Djarum Foundation juga melakukan pemberdayaan masyarakat dan rutin memberikan pelatihan membatik kepada para ibu dan remaja sejak 2011. Hal ini dilatarbelakangi kelangkaan dan penurunan produksi Batik Kudus akibat banyaknya para pembatik yang beralih profesi. Untuk itu, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan pembinaan dalam rangka peningkatan keterampilan dan keahlian membatik kepada masyarakat Kudus agar tetap hadir sebagai warisan bangsa Indonesia dan mampu mengikuti perkembangan jaman tanpa menghilangkan ciri khasnya. Lebih lanjut informasi mengenai Bakti Budaya Djarum Foundation dapat mengakses www.djarumfoundation.org, www.indonesiakaya.com.(red-1)