Oknum Wartawan Menjadi Korban Pengancamanan Bandar Shabu di Tembung

163
Foto : Korban pengancaman oknum bandar shabu Tembung bersama personel Sat Sabhara Polrestabes Medan dirumah kediaman, Surya di Jalan Rambongan II Gang Teratai Pasar 7, Desa Bandar Klippah, Percut Seituan Minggu, (4/8/2019).|Ist

MEDAN | SUMUT24

Adi Musa alias Fitriadi alias Wak Be yang disebut-sebut diduga sebagai bandar shabu terbesar di Tembung, Kecamatan Percut Seituan mengancam akan menghabisi seorang wartawan bernama, Surya di Jalan Rambongan II Gang Teratai Pasar 7, Desa Bandar Klippah, Percut Seituan Minggu (4/8/2019), dini hari sekira pukul 03.00 WIB.

Pengancaman itu berawal saat korban sedang berada didalam rumah menjaga anaknya yang sedang sakit. Sekitr pukul 03.00 WIB, dinihari, tiba tiba Adi Musa alias Fitriadi alias Wak e dengan mengendarai sepedmotor RX King melaju dengan kecepatan tinggi sembari menggeber sepeda motornya di dalam gang. Akibatnya anak korban yang dalam kondisi sakit tersentak dan menangis.

Tidak lama kembali berselang, Adi Musa alias Fitriadi alias Wak Be yang perna ditangkap petugas Sat Lantas pada, Minggu (26/7/2018) lalu di Jalan Besar Medan- Batang Kuis Pasar X, Desa Bandar Klippa ini kembali melintas di dalam gang dan kembali menggeber sepeda motor RK King miliknya.

Mengetahui jika Wak Be kembali melintas, korban lantas keluar rumah dan menegor pelaku agar jagan menggeber kendaraanya di dalam gang. Namun pelaku emosi dan langsung turun dari sepedamotornya seraya ingin menghantam korban.

Beruntung warga sekitar lokasi tempat tinggal korban melerai.

Kemudian, pelaku (Adi Musa alias Fitriadi alias Wak Be-red) sembari naik ke atas sepedamotornya mengancam korban dengan mengeluarkan kata-kata kepada korban “nggak kenal kau siapa aku. Awas kau besok pagi ya. Ku habisi kau,” ancam pelaku sambil pergi meninggalkan korban.

Tak lama suara sepedamotor RX King pelaku kembali datang. Kali ini, Adi Musa alias Fitriadi alias Wak Be bersama sekitar empat orang mendatangi rumah korban dan menggedor-gedor pintu rumah korban sambil memanggil nama korban untuk keluar.

Korban yang mau keluar dihalangi istrinya sambil berbisik jangan keluar. Hingga korban mengurungkan niat untuk keluar dan menghubungi petugas Sabhara Polrestabes Medan.

Tak lama beberapa anggota Shabara Polrestabes Medan yang dihubungi korban langsung tanggap dan sigap datang ke TKP.

Walau tak berhasil menangkap pelaku, korban dan keluarganya merasa lega dan aman dengan kedatangan petugas tersebut.

Kasat Sabhara Polrestabes Medan AKBP Soni Siregar mengatakan,” akan menggelar GKN di wilayah Pasar 7 Tembung dan memberantas bandar-bandar narkoba dan preman sampai tuntas,” tegas AKBP Soni.(W02)

Loading...