Minggu, 01 November 2026

Di Tengah Gempuran AI, Bupati Saipullah Minta Sarjana STAIN Madina Tetap Berpegang pada Iman

Administrator - Minggu, 01 November 2026 00:47 WIB
Di Tengah Gempuran AI, Bupati Saipullah Minta Sarjana STAIN Madina Tetap Berpegang pada Iman
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, mengingatkan para sarjana baru agar tidak cepat berpuas diri setelah meraih gelar akademik. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), para lulusan perguruan tinggi dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, serta mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan jati diri.

Pesan tersebut disampaikan Saipullah saat menghadiri prosesi wisuda 519 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal di Student Center, Kompleks Pendidikan STAIN Madina, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (31/10/2026).

Dalam sambutannya, Saipullah menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Sebaliknya, gelar sarjana merupakan awal dari tanggung jawab baru untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat menuntut setiap lulusan memiliki kemampuan lebih dari sekadar pengetahuan akademik. Mereka juga harus menguasai keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta pemanfaatan teknologi.

"Gelar sarjana harus diikuti dengan kemauan untuk terus belajar, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kecakapan memanfaatkan teknologi," kata Saipullah.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan derasnya arus informasi global telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari dunia pendidikan, pekerjaan hingga pola interaksi sosial.

Kondisi tersebut, lanjutnya, harus disikapi secara bijak. Para sarjana diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas, memperluas wawasan, serta menciptakan berbagai inovasi.

Namun, Saipullah mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tetap harus diimbangi dengan kekuatan iman dan akhlak.

"Teknologi dapat membantu pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien. Namun, iman dan akhlak harus tetap menjadi kompas utama dalam menentukan arah serta tujuan penggunaannya," pesannya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten Mandailing Natal tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik. Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing juga menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan daerah.

Karena itu, ia berharap para lulusan STAIN Madina dapat mengambil peran dalam pembangunan sesuai bidang keilmuan masing-masing, baik melalui dunia pendidikan, pemerintahan, kewirausahaan maupun pengabdian kepada masyarakat.

Saipullah juga mengingatkan agar para wisudawan tetap menjaga kerendahan hati setelah menyandang gelar akademik.

"Gelar sarjana bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah. Jadilah pribadi yang rendah hati meskipun berilmu tinggi, santun dalam bersikap, teguh dalam prinsip, dan bermanfaat bagi sesama," tegasnya.

Sementara itu, Ketua STAIN Mandailing Natal, Dr. Mara Samin Lubis, menyampaikan bahwa keberhasilan 519 mahasiswa mencapai tahap wisuda merupakan hasil dari perjuangan panjang, kesabaran, kerja keras, serta doa yang terus mengiringi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.

Ia mengingatkan para lulusan agar tidak menjadikan gelar akademik sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain. Sebaliknya, ilmu pengetahuan yang diperoleh harus semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

"Jadikan ilmu sebagai jalan untuk meningkatkan ketundukan kepada Sang Pencipta dan memberikan manfaat bagi sesama," ujarnya.

Mara Samin berharap para alumni STAIN Madina mampu menjadi generasi yang dapat memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman.

Menurutnya, tantangan kehidupan modern yang ditandai perkembangan teknologi dan perubahan sosial membutuhkan kehadiran generasi terdidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial.

Ia mengajak para wisudawan untuk tampil sebagai pribadi yang mampu memberikan ketenangan, menghadirkan solusi, serta membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

"Tampillah sebagai penyejuk, pembawa solusi, dan representasi Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam," pesannya.

Mara Samin juga berpesan agar seluruh alumni senantiasa menjaga adab, akhlak, dan nama baik almamater di mana pun mereka berada.

Ia menegaskan bahwa kecerdasan intelektual tanpa landasan moral berpotensi disalahgunakan. Sebaliknya, ilmu pengetahuan yang dibangun bersama keimanan dan akhlak akan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan umat.

Prosesi wisuda 519 mahasiswa STAIN Mandailing Natal tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh daerah dan nasional. Di antaranya Ketua Dewan Penyantun STAIN Madina Komjen Pol (Purn) Drs. Saud Usman Nasution, Anggota DPRD Sumatera Utara H. Aswin Parinduri, serta mantan Bupati Mandailing Natal H. Dahlan Hasan Nasution.

Momentum wisuda ini menjadi salah satu tahapan penting bagi para lulusan untuk memasuki kehidupan baru setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, sekaligus mengemban tanggung jawab mengaplikasikan ilmu pengetahuan, menjaga nilai-nilai keislaman, dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat serta daerah.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Di English Festival STAIN, Bupati Madina Saipullah Nasution Dorong Generasi Muda Kuasai Bahasa Inggris Demi Masa Depan Global
CSL, Pemerintah Sumut dan Aceh Perkuat Kolaborasi Dorong Pembangunan Berkelanjutan Melalui Annual Network Meeting 2025
Mantan Anggota DPRD Provinsi Ungkap Dugaan Mafia Pendidikan Kementerian Agama di STAIN Bengkalis
komentar
beritaTerbaru