Sabtu, 17 Oktober 2026

Kemnaker Latih 1.041 Penyandang Disabilitas, Sebagian Besar Sudah Bekerja dan Berwirausaha

Administrator - Jumat, 16 Oktober 2026 22:04 WIB
Kemnaker Latih 1.041 Penyandang Disabilitas, Sebagian Besar Sudah Bekerja dan Berwirausaha
Ist
Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah melatih 1.041 penyandang disabilitas selama Januari hingga Oktober 2026. Sebagian besar alumni pelatihan telah bekerja, sementara sebagian lainnya membuka usaha sendiri.

Baca Juga:

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, capaian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas dalam meningkatkan keterampilan dan memasuki dunia kerja.

"Semoga bisa terus ditingkatkan sampai akhir tahun. Menurut saya, 1.041 ini satu capaian yang luar biasa karena kita ingin menghadirkan kesempatan yang sama kepada teman-teman disabilitas. Sebagian besar dari mereka sudah bekerja dan membuka usaha sendiri," ujar Yassierli saat menghadiri Orientasi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch V Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jumat (16/10/2026).

Untuk memperluas akses pelatihan, Kemnaker berencana membangun pusat pelatihan khusus penyandang disabilitas di Bekasi pada 2027. Pusat pelatihan ini diharapkan menjadi sarana bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Pusat pelatihan tersebut direncanakan menyediakan sejumlah program, antara lain call center, teknologi informasi (IT), barista, dan menjahit. Program-program tersebut diharapkan membekali peserta dengan keterampilan yang relevan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.

Yassierli berharap pusat pelatihan tersebut dapat menjadi percontohan pelatihan vokasi khusus penyandang disabilitas di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu terus hadir untuk memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas.

"Kita ingin teman-teman disabilitas tersenyum dan pemerintah hadir untuk mereka," kata Yassierli.

Manfaat pelatihan vokasi dirasakan Muhammad Fahri (21), penyandang disabilitas tunarungu yang mengikuti pelatihan barista selama satu bulan. Setelah menyelesaikan pelatihan, Fahri mendapatkan pekerjaan di sebuah kafe.

"Manfaatnya, setelah mengikuti pelatihan, saya mendapatkan pekerjaan. Sekarang saya sudah bekerja di sebuah kafe," ujar Fahri melalui penerjemah bahasa isyarat.

Berbekal pengalamannya, Fahri mengajak penyandang disabilitas lainnya, khususnya sesama tunarungu, untuk mengikuti pelatihan vokasi sesuai minat dan kemampuan masing-masing.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja
Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry untuk Perluas Peluang Kerja Warga Garut
Kemnaker–Transjakarta Teken MoU, Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi
164 TKA Tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda Perusahaan Rp2,17 Miliar
komentar
beritaTerbaru