Teater, Pembangunan, dan Sikap Kritis
Teater, Pembangunan, dan Sikap Kritis
News
Baca Juga:
Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul "Transformasi Nilai Pernikahan Semarga pada Generasi Muda Mandailing di Kota Padangsidimpuan: Kajian Historis atas Negosiasi Identitas Budaya dalam Menghadapi Tantangan Global di Era Digital."
Tim yang terdiri dari Fajar Ridwan Syah Putra Gultom, Maulana Ramadhan Silalahi, dan Dona Febriana Pulungan itu berada di bawah bimbingan Dr. Lukitaningsih, M.Hum.
Karya ilmiah tersebut mengangkat persoalan aktual mengenai perubahan pemaknaan adat pernikahan semarga di kalangan generasi muda Mandailing, khususnya di Kota Padangsidimpuan, di tengah perkembangan teknologi digital dan globalisasi.
Soroti Pergeseran Nilai Adat
Selaku juru bicara tim, Fajar Ridwan Syah Putra Gultom mengatakan penelitian tersebut berangkat dari kegelisahan akademis terhadap perubahan pola interaksi generasi muda yang semakin terbuka akibat perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, kehadiran media sosial dan berbagai platform digital, termasuk aplikasi kencan, telah memperluas ruang interaksi anak muda tanpa lagi dibatasi oleh jarak geografis maupun lingkungan sosial tradisional.
"Pada era digital saat ini, platform media sosial dan aplikasi kencan memperluas ruang interaksi generasi muda tanpa batas. Hal ini memicu terjadinya negosiasi identitas baru, di mana larangan ketat pernikahan sesama marga mulai mengalami pergeseran nilai di Kota Padangsidimpuan," ujar Fajar.
Ia menjelaskan, dalam konstruksi adat Mandailing, marga memiliki posisi penting dalam membangun identitas sekaligus menentukan hubungan kekerabatan seseorang.
Karena itu, persoalan pernikahan semarga tidak hanya berkaitan dengan pilihan personal, tetapi juga bersinggungan dengan sistem kekerabatan, nilai adat dan pandangan masyarakat terhadap identitas budaya.
Namun, perkembangan zaman menghadirkan realitas baru. Generasi muda kini berada dalam ruang sosial yang jauh lebih terbuka sehingga nilai-nilai tradisional mengalami proses negosiasi dengan nilai modern.
"Dahulu, pernikahan semarga dianggap tabu karena asas kekerabatan yang kuat. Namun, modernisasi memaksa tokoh adat dan generasi muda mencari titik temu agar nilai-nilai leluhur tidak sepenuhnya hilang diterjang arus globalisasi," katanya.
Antara Adat, Identitas dan Generasi Digital
Menurut tim peneliti, perubahan tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai hilangnya adat. Sebaliknya, fenomena itu perlu dilihat sebagai proses transformasi budaya yang mempertemukan nilai tradisional dengan realitas kehidupan generasi digital.
Kajian historis tersebut berupaya melihat bagaimana nilai pernikahan semarga dipahami dari masa ke masa, sekaligus bagaimana generasi muda Mandailing menegosiasikan identitas budaya mereka dalam menghadapi perubahan sosial.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan dengan mempertahankan aturan secara tekstual. Nilai budaya juga perlu dipahami oleh generasi muda agar tetap memiliki relevansi dalam kehidupan masyarakat modern.
Apresiasi Dosen Pembimbing
Keberhasilan tim mahasiswa Unimed tersebut tidak terlepas dari arahan dan bimbingan Dr. Lukitaningsih, M.Hum.
Sebagai dosen pembimbing, Lukitaningsih memberikan apresiasi atas kerja keras ketiga mahasiswa tersebut yang dinilai mampu mengangkat persoalan budaya lokal menjadi kajian ilmiah yang relevan dengan tantangan zaman.
Prestasi Juara III LKTN Nasional 2026 sekaligus menunjukkan bahwa isu kebudayaan lokal masih memiliki ruang penting dalam dunia akademik, khususnya ketika dikaji melalui perspektif sejarah dan dinamika generasi muda.
Sementara itu, Fajar bersama Maulana Ramadhan Silalahi dan Dona Febriana Pulungan menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir dari perjalanan akademik mereka.
Mereka berharap penelitian tersebut dapat dikembangkan lebih jauh dan menjadi salah satu referensi dalam memahami perubahan nilai budaya Mandailing di tengah perkembangan teknologi.
"Kami berharap kajian ini tidak hanya menjadi karya untuk perlombaan, tetapi juga dapat menjadi pemantik kesadaran generasi muda untuk tetap menjaga esensi kebudayaan di tengah gempuran digital," pungkas Fajar.
Teater, Pembangunan, dan Sikap Kritis
News
Mahasiswa Unimed Raih Juara III LKTN Nasional 2026, Soroti Pergeseran Nilai Pernikahan Semarga Mandailing di Era Digital
News
sumut24.co MEDAN, Wali Kota Medan, Rico Waas, secara resmi melantik Antonius Devolis Tumanggor sebagai Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengemba
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan secara resmi melepas kontingen sepak bola yang akan berlaga dalam ajang Piala Soeratin tingk
kota
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memberikan respons kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Te
News
Bukan Sekadar MoU, UNPAB Perkuat Langkah Menuju Kampus Berdampak Bersama KLH/BPLH RI
News
Nekat!Oknum Kepling di Medan Polonia Edarkan Ekstasi
News
TPPKK Kota Solok Raih Sejumlah Prestasi Pada Jambore Kader PKK keXXII di Bukittinggi
kota
Blusukan! Wapres Gibran Cek Pemulihan Pascabanjir Bandang di Batangtoru, Warga Titip Harapan Kampung Kembali Pulih
News
Disambut Penuh Antusias, Wapres Gibran Turun Langsung ke Huntara Tapsel, Warga Orangnya Baik dan Ramah
News