Sabtu, 05 September 2026

Blusukan! Wapres Gibran Cek Pemulihan Pascabanjir Bandang di Batangtoru, Warga Titip Harapan Kampung Kembali Pulih

Administrator - Sabtu, 05 September 2026 13:02 WIB
Blusukan! Wapres Gibran Cek Pemulihan Pascabanjir Bandang di Batangtoru, Warga Titip Harapan Kampung Kembali Pulih
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung perkembangan pemulihan pascabencana banjir bandang di kawasan Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026).

Kedatangan Wapres Gibran menjadi perhatian masyarakat. Warga tampak antusias menyambut rombongan pemerintah yang datang untuk melihat secara langsung kondisi kawasan terdampak bencana banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran menerima paparan terkait perkembangan penanganan infrastruktur pascabencana, khususnya pembangunan dan pemulihan jembatan serta penataan aliran sungai yang terdampak perubahan akibat banjir bandang.

Pemulihan infrastruktur menjadi salah satu pekerjaan penting karena bencana sebelumnya tidak hanya merusak sejumlah akses transportasi, tetapi juga mengubah kondisi sejumlah aliran sungai dan meninggalkan material lumpur, kayu serta sedimentasi.

Usai menerima paparan, Wapres Gibran kembali menyapa masyarakat. Ia didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu.

Dalam kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan langsung keluhan dan kondisi yang masih mereka hadapi pascabencana kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Keluhan tersebut kemudian didengarkan bersama oleh jajaran pemerintah daerah, termasuk Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu.

"Kami senang Wapres datang langsung melihat kondisi kami. Harapan kami sederhana, kampung halaman kami bisa kembali seperti semula. Jalan, jembatan, sungai dan tempat tinggal warga semuanya bisa diperbaiki, sehingga kami bisa kembali hidup tenang seperti sebelum bencana," ujar warga tersebut.

Menurutnya, dampak banjir bandang masih dirasakan masyarakat hingga kini. Karena itu, warga berharap proses pembangunan dan pemulihan tidak berhenti pada penanganan darurat, tetapi dilanjutkan hingga seluruh kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi.

"Yang kami inginkan bukan hanya akses kembali terbuka, tetapi kehidupan masyarakat juga bisa pulih. Kami berharap pembangunan dipercepat dan kampung kami kembali aman serta nyaman untuk ditinggali," katanya.

Antusiasme warga sekaligus memperlihatkan besarnya harapan masyarakat agar proses pemulihan berjalan lebih cepat sehingga kehidupan di kawasan terdampak dapat kembali normal seperti sebelum bencana.

Lebih lanjut, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu mengatakan, kunjungan Wapres Gibran dilakukan untuk melihat perkembangan terkini penanganan pascabencana di sejumlah lokasi.

"Beliau (Wapres Gibran) mengecek perkembangan terkini, dan yang dikunjungi itu ada beberapa titik," ujar Gus Irawan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana.

Menurut Gus Irawan, sebanyak 227 kepala keluarga (KK) saat ini telah menempati Huntap Hapesong. Namun, masih terdapat persoalan yang perlu segera diselesaikan, terutama terkait ketersediaan air bersih.

Kondisi cuaca yang cukup panas menyebabkan debit air dari sumur bor mengalami penurunan.

"Sudah dihuni 227 KK di Huntap Hapesong. Memang masih ada persoalan, apalagi sekarang cuaca sedang panas. Baru dibuat 10 bor, oleh karenanya Pemkab Tapsel akan menarik air ke sana," katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga menyiapkan langkah penanganan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi sumber air belum sepenuhnya stabil.

Selain Hapesong, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembangunan Huntap Napa.

Gus Irawan menjelaskan, kawasan tersebut direncanakan memiliki 699 unit hunian dan saat ini prosesnya masih ditangani Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

"Lalu titik kedua peninjauan dan persiapan untuk Huntap Napa. Ini sedang proses oleh Kementerian PKP, karena itu besar sebanyak 699 unit maka sedang berproses. Jika tidak ada halangan, mungkin bulan depan sudah mulai pembangunan," jelasnya.

Pemerintah berharap pembangunan huntap tersebut dapat segera berjalan sehingga masyarakat yang masih menunggu kepastian tempat tinggal permanen memperoleh kejelasan.

Sementara itu, pembangunan hunian di kawasan Simatohir telah mencapai sekitar 50 persen.

Pemkab Tapsel menargetkan tambahan 214 unit dapat diselesaikan sebelum akhir 2026 melalui kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Untuk kawasan Simarpinggan, proses pembangunan juga tengah berjalan dan ditargetkan masuk tahap kontrak dalam waktu dekat.

Sementara itu, persoalan air bersih di kawasan hunian warga juga menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian Wapres Gibran.

Menurut Gus Irawan, masyarakat di Huntap Hapesong maupun Huntap Napa masih menghadapi persoalan ketersediaan air karena debit sumur bor menurun akibat kondisi cuaca kering.

"Pak Wapres berpesan karena memang keluhan masyarakat yang ada, baik di Huntap Hapesong baru maupun di Huntap Napa. Di sana memang ada sumur bor, tapi karena kekeringan debit airnya semakin berkurang. Kami akan bantu melalui dropping air," katanya.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara hingga sistem penyediaan air yang lebih permanen dapat berfungsi optimal.

Selain hunian dan infrastruktur, masyarakat terdampak bencana juga masih menunggu pencairan bantuan tahap berikutnya.

Gus Irawan mengatakan, seluruh bantuan untuk masyarakat Tapsel telah dicairkan untuk tahap sebelumnya. Namun, masyarakat kini menunggu pencairan bantuan tahap kedua yang telah diajukan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat.

"Seluruh bantuan di Tapsel sudah cair, dan sekarang yang ditunggu masyarakat itu tahap kedua. Karena dulu yang baru cair itu tiga bulan, itu sudah kita ajukan dan tinggal menunggu proses dari pusat," ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat terdampak di kawasan Napa memiliki sejumlah pilihan terkait tempat tinggal, termasuk menempati huntap, huntara, maupun menerima dana tunggu hunian sesuai ketentuan yang berlaku.

Di Napa, pemerintah menyiapkan 699 unit huntap dan 245 unit hunian sementara (huntara), sementara sebagian masyarakat lainnya memilih skema dana tunggu hunian.

Pemkab Tapsel berharap pembangunan huntap dapat dipercepat, khususnya untuk kawasan Napa dan Tandihat yang pembangunannya berada dalam proses Kementerian PKP.

*274 Titik Jalan Nasional Sumut Terdampak Bencana*

Pemulihan di Tapsel merupakan bagian dari pekerjaan besar pemerintah dalam menangani kerusakan infrastruktur akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara pada November 2025.

Berdasarkan pembaruan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), terdapat 274 titik pada koridor jalan nasional di Sumatera Utara yang terdampak bencana.

Penanganan darurat telah dilakukan sejak November 2025. Secara umum, akses transportasi di sejumlah lokasi berhasil difungsikan kembali pada awal 2026.

Namun, terbukanya akses belum berarti seluruh pekerjaan telah rampung. Pemerintah masih melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen di sejumlah titik.

Dari 274 titik terdampak tersebut, sebanyak 99 lokasi menjadi prioritas penanganan pada 2026. Hingga Juni 2026, progres pekerjaan permanen tercatat sekitar 18,31 persen atau mencakup 45 lokasi.

Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, kondisi lapangan serta kebutuhan penanganan masing-masing lokasi.

*Koridor Tabagsel Masih Dikebut*

Tapanuli Bagian Selatan atau Tabagsel menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam proses pemulihan infrastruktur.

Pada koridor Tarutung–Sipirok–Padangsidimpuan, tercatat 52 titik terdampak bencana. Sebanyak 22 titik masuk dalam prioritas penanganan tahun 2026 dengan progres sekitar 14,10 persen.

Sementara koridor Batangtoru–Singkuang memiliki 60 titik terdampak. Dari jumlah tersebut, 21 titik menjadi bagian dari penanganan tahun 2026 dengan progres sekitar 18,91 persen.

Adapun koridor Sibolga–Batangtoru–Padangsidimpuan tercatat memiliki 23 titik terdampak, dengan tiga titik masuk dalam prioritas penanganan tahun ini.

Data tersebut menunjukkan bahwa pemulihan akses memang telah berjalan, tetapi pekerjaan konstruksi permanen masih membutuhkan waktu.

Salah satu contoh penanganan cepat terlihat di kawasan Batangtoru melalui pembangunan Jembatan Bailey Sungai Garoga.

Jembatan sementara tersebut dibangun setelah banjir bandang menyebabkan kerusakan dan perubahan alur sungai sehingga akses transportasi masyarakat terganggu.

Jembatan Bailey Sungai Garoga memiliki bentang sekitar 44 meter dengan lebar sekitar 3,7 meter dan kemampuan menahan beban hingga sekitar 25 ton.

Kehadiran jembatan tersebut menjadi solusi penting untuk membuka kembali konektivitas masyarakat tanpa harus menunggu pembangunan jembatan permanen selesai.

Kementerian PU juga melakukan penanganan terhadap sejumlah sungai yang mengalami pendangkalan maupun perubahan alur akibat material yang terbawa banjir.

Salah satu kawasan yang mendapat perhatian adalah Sungai Aek Doras di Kota Sibolga.

Pasca bencana, sedimentasi menyebabkan kapasitas aliran sungai menurun. Pada sejumlah bagian, kedalaman sungai yang sebelumnya sekitar dua meter mengalami pendangkalan hingga tersisa sekitar 0,5 meter.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko luapan apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Karena itu, pemerintah melakukan pengerukan sedimentasi, membuka kembali alur sungai, membersihkan material kayu dan lumpur serta melakukan penataan penampang sungai.

Penanganan serupa juga dilakukan pada sejumlah aliran sungai lainnya, termasuk Aek Habil, Aek Tukka, Aek Hajoran, Aek Garoga dan Batang Toru.

*Rombongan Bergerak Menuju Tapteng*

Setelah rangkaian kegiatan di Tapanuli Selatan, rombongan Wapres Gibran yang didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution beserta jajaran kemudian bergerak menuju wilayah Tapanuli Tengah.

Rombongan dipimpin Komandan Korem (Danrem) 023/Kawal Samudera Kolonel Inf Iwan Budiarso dengan pengamanan dan pendampingan dari unsur TNI dan Polri.

Rombongan selanjutnya bergerak menuju Bandara Pinang Sori, Tapanuli Tengah. Informasi kemudian kembali menuju Jakarta.

Kunjungan Wapres Gibran ke kawasan terdampak menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan pemulihan sekaligus mendengar persoalan masyarakat di lapangan.

Bagi warga Batangtoru dan daerah terdampak lainnya, harapan terbesar bukan sekadar pulihnya akses jalan dan jembatan, tetapi juga kembalinya kehidupan masyarakat secara utuh setelah bencana besar yang melanda pada November 2025.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wapres Gibran Datang, Ibu-Ibu dan Anak-anak Korban Bencana Tapsel Langsung Heboh! 699 Huntap Bakal Dibangun
Bangsa Indonesia Berduka, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Wafat
Wapres Gibran Tinjau Banjir dan Longsor Garoga Tapanuli Selatan, Bupati Paluta Turut Hadir
Wapres Gibran Tinjau Lokasi Pengungsian dan Gelondongan Kayu di Tapanuli Selatan, Dorong Pemulihan Pasca Banjir
Langsung di Lapangan: Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Korban Banjir Tapsel dengan Berjongkok
Sampaikan Bantuan Wapres RI kepada Korban Bencana Alam, Bupati Simalungun: “Saya Bertanggung Jawab atas Apa yang Terjadi di Simalungun
komentar
beritaTerbaru