Sabtu, 05 September 2026

Wapres Gibran Datang, Ibu-Ibu dan Anak-anak Korban Bencana Tapsel Langsung Heboh! 699 Huntap Bakal Dibangun

Administrator - Sabtu, 05 September 2026 13:01 WIB
Wapres Gibran Datang, Ibu-Ibu dan Anak-anak Korban Bencana Tapsel Langsung Heboh! 699 Huntap Bakal Dibangun
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Kehadiran Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka di lokasi hunian sementara (Huntara) Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (4/9/2026), disambut antusias masyarakat.

Sejumlah warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak, terlihat bersemangat menyambut kedatangan orang nomor dua di Republik Indonesia tersebut.

Kunjungan Wapres Gibran menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat yang hingga kini masih menempati Huntara setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Tapanuli Selatan pada November 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran menemui langsung masyarakat penghuni Huntara yang berasal dari Desa Garoga dan Desa Hutagodang, Kecamatan Batang Toru.

Di hadapan warga, Wapres menyampaikan permohonan maaf karena sebagian masyarakat masih harus bertahan di hunian sementara. Pemerintah, kata dia, terus berupaya mempercepat pembangunan hunian tetap (Huntap) agar para penyintas segera memperoleh tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

"Saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya mempercepat pembangunan (Huntap), sehingga semua bisa dapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman," ujar Gibran.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga turut memberikan semangat kepada warga yang telah tinggal selama beberapa bulan di Huntara.

Bobby mengatakan pemerintah terus berupaya memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Selain persoalan hunian, pemerintah juga perlu memperhatikan pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

"Beberapa tempat sudah ada Huntap yang selesai dibangun. Bagi yang belum, pemerintah telah berupaya secepatnya mendapatkan lahan untuk membangun. Salah satunya di sini, sehingga masyarakat mendapat kepastian untuk bisa tinggal di hunian tetap nantinya," ujar Bobby.

*699 Unit Huntap Disiapkan*

Pemerintah merencanakan pembangunan sebanyak 699 unit hunian tetap untuk masyarakat terdampak bencana di Batang Toru.

Huntap tersebut direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 18 hektare yang berada di sekitar kawasan Huntara Desa Napa, dimana lahan tersebut berkaitan dengan PTPN III di Batang Toru. Pembangunan ditargetkan mulai dilakukan pada September 2026.

Dalam kunjungan Wapres, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tapanuli Selatan Sofyan Adil Siregar, SP, MM, turut memaparkan perkembangan pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana tersebut.

Sofyan menjelaskan bahwa kawasan Huntara di Desa Napa telah memiliki 21 blok dengan total 252 kamar. Huntara tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak, salah satunya masyarakat Desa Garoga.

"Alhamdulillah Pak Wapres telah berkunjung ke Hunian Desa Napa, yang mana telah dibangun 21 blok dengan 252 kamar yang penerima manfaatnya itu adalah warga Desa Garoga sebanyak 245 KK," ujar Sofyan.

Ia menambahkan, kawasan tersebut juga direncanakan menjadi bagian dari penyediaan Huntap bagi warga Desa Garoga dan Hutagodang.

"Di dalam lokasi ini juga akan dibangun Hunian Tetap oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sejumlah 699 unit yang diperuntukkan bagi Desa Garoga dan Hutagodang," katanya.

*Warga Berharap Huntap Segera Terwujud*

Kunjungan Wapres Gibran juga memberikan harapan baru bagi warga penghuni Huntara.

Eti, salah seorang warga, mengaku bersyukur atas bantuan pemerintah yang telah menyediakan tempat tinggal sementara bagi masyarakat terdampak bencana.

Sebelum menempati Huntara, Eti mengaku harus mengontrak rumah. Biaya sewa tersebut kemudian ditanggung pemerintah.

Ia berharap pembangunan Huntap dapat segera direalisasikan sehingga warga memiliki kepastian tempat tinggal untuk jangka panjang.

"Kami bersyukur juga, sebab pemerintah sudah bangun rumah. Kami ucapkan terima kasih untuk pemerintah, sudah dibangunkan Huntara kami. Jadi harapanku, Huntap cepat dibangun," ujar Eti.

Harapan serupa disampaikan warga lainnya, Bayik. Ia berharap pembangunan Huntap di kawasan tersebut dapat segera dimulai sehingga masyarakat tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara.

"Harapannya segera dibangun Huntap, karena Huntap yang lain sudah jelas pembangunannya," ujar Bayik.

*Huntara Dirancang dengan Konsep Modular*

Selain persoalan Huntap, kawasan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Batang Toru juga menggunakan pendekatan konstruksi modular.

Berdasarkan rancangan proyek, kawasan tersebut dibangun di atas lahan sekitar 16.821,16 meter persegi dan menjadi bagian dari program Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Sumatera Utara 2.

Konsep modular digunakan dengan menyusun komponen bangunan yang telah dirancang sebelumnya. Sistem ini memungkinkan proses pemasangan di lokasi dilakukan secara lebih terstruktur dan relatif cepat.

Dalam rancangan kawasan, terdapat 21 blok modular dengan total 252 unit hunian. Fasilitas sanitasi juga disediakan berupa 126 WC dan 126 shower.

Tidak hanya rumah, kawasan tersebut dirancang sebagai lingkungan hunian yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.

Site plan kawasan mencantumkan sejumlah fasilitas, antara lain musala, gedung serbaguna, lapangan futsal, taman bermain anak, pos jaga, area parkir, taman komunal, toren air, serta tempat pembuangan sampah.

Sistem bangunan menggunakan struktur modular baja dan panel system. Sementara kebutuhan air bersih dirancang melalui sumur bor dan tandon.

Untuk pengelolaan air kotor, rancangan proyek juga mencantumkan fasilitas pengolahan. Adapun kebutuhan listrik direncanakan bersumber dari PLN dengan dukungan genset.

Satu blok hunian dalam rancangan memiliki luas sekitar 285,6 meter persegi, dengan ukuran kurang lebih 24 meter x 11,9 meter.

Konsep tersebut memungkinkan pembangunan dilakukan menggunakan modul atau komponen yang telah dipersiapkan sebelumnya, kemudian dirakit di lokasi pembangunan.

Model konstruksi seperti ini dinilai sesuai untuk kebutuhan hunian pascabencana karena dapat disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat dan kebutuhan kawasan.

Kedatangan Wapres Gibran disambut Gubernur Sumut Bobby Nasution, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, Komandan Korem (Danrem) 023/KS Kolonel Inf Iwan Budiarso, Komandan Kodim (Dandim) 0212/TS, Letkol Inf. Dedi Harnoto, S.I.P., Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Anton Santoso, serta jajaran pejabat dan unsur TNI-Polri.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Blusukan! Wapres Gibran Cek Pemulihan Pascabanjir Bandang di Batangtoru, Warga Titip Harapan Kampung Kembali Pulih
Bangsa Indonesia Berduka, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Wafat
Wapres Gibran Tinjau Banjir dan Longsor Garoga Tapanuli Selatan, Bupati Paluta Turut Hadir
Wapres Gibran Tinjau Lokasi Pengungsian dan Gelondongan Kayu di Tapanuli Selatan, Dorong Pemulihan Pasca Banjir
Langsung di Lapangan: Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Korban Banjir Tapsel dengan Berjongkok
Sampaikan Bantuan Wapres RI kepada Korban Bencana Alam, Bupati Simalungun: “Saya Bertanggung Jawab atas Apa yang Terjadi di Simalungun
komentar
beritaTerbaru