Rakor Evaluasi MBG, Wawako Fadly Abdina Soroti Kualitas, Distribusi hingga Keamanan Pangan
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di se
News
Baca Juga:
MEDAN — Tidak semua kebahagiaan lahir dari kehidupan yang serba berkecukupan. Bagi Muhammad Isa, yang juga mantan Presma UNHAM Medan, kebahagiaan justru tumbuh dari perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan, keringat, keterbatasan ekonomi, bahkan musibah yang sempat merusak rumahnya. Namun, di balik semua itu, ia berhasil membuktikan bahwa pengorbanan orang tua takkan pernah berkhianat — dua anaknya kini menjadi sarjana berprestasi Universitas Sumatera Utara (USU).
Kisah ini merupakan perjuangan keluarga yang luar biasa dan patut dijadikan teladan bagi banyak orang.
Perjuangan Tanpa Batas: Semua Pekerjaan Halal Demi Anak
Muhammad Isa — yang akrab disapa Isa — dan istrinya Mahnijar (akrab dipanggil Cicik), tak pernah menyerah meski hidup dalam keterbatasan. Demi memastikan kedua anaknya mendapatkan pendidikan yang layak, Isa rela melakukan berbagai pekerjaan apa saja yang halal dan jujur: berjualan kue keliling, menjadi kuli bangunan, hingga bekerja sebagai sopir — bahkan sampai saat ini masih menjadi sopir Gubernur Sumatera Utara ke 17.
"Isa tidak pernah membayangkan perjalanan hidupnya akan membawanya sampai pada titik tersebut," begitu ungkapan yang menggambarkan perjalanan hidupnya yang penuh kejutan dan perjuangan. Bagi Isa, keberhasilan kedua anaknya bukan sekadar cerita tentang wisuda. Di balik toga dan ijazah itu, tersimpan perjalanan panjang sebuah keluarga yang bertahan melewati berhanai keterbatasan.
Dua Anak, Dua Gelar, Satu Kebanggaan
Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis. Kedua anak Isa kini menoreh prestasi gemilang di Universitas Sumatera Utara:
Wan Putri Aisa, S.Km.
Putri sulungnya berhasil menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU dengan predikat CUMLAUDE — bukti kecerdasan dan kerja keras yang luar biasa. Ia menyelesaikan studi tepat waktu sesuai harapan orang tuanya.
Wan Fajar Siddik, S.AP.
Putra keduanya merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU, dan kini telah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebuah pencapaian yang membanggakan keluarga dan masyarakat.
"Mereka bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu sesuai harapan orang tua pada umumnya," ujar Isa, Rabu (2/9/2026).rel
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di se
News
Nasib Naas Abdul Rahim Putra Melayu Lahan Digusur Hingga Jadi Tersangka, Dr. Ramces Pertanyakan Permainan Pasal
News
Temui Konjen RRT, Asri Ludin Tambunan Bahas Peluang Investasi hingga Teknologi Pertanian
News
Pemkab Deli Serdang dan PT Pupuk Indonesia Cek Pupuk, Kendala Petani Ditindaklanjuti
News
Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
News
Polrestabes Medan Ringkus IRTPengedar Narkoba di Lembah Sunggal
News
Penumpang Bus Travel Ditangkap Bawa Sabu 480 Gram, Hendak Dikirim ke Aceh
News
Oknum TNI Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja
Hukum
Radiologi FK USU Beri Layanan USG Gratis bagi Warga dalam Bakti Sosial HUT TNI
News
Perkuat Sinergi Transisi Energi Regional, MKI Sumut Hadiri Electricity Connect 2026
News