sumut24.co -TANJUNGBALAI,
Wakil Wali Kota
Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, menegaskan bahwa ketangguhan keluarga menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Baca Juga:
Menurutnya, penguatan keluarga merupakan sebuah keharusan di tengah era disrupsi digital, perkembangan teknologi, dan meningkatnya ancaman sosial.Hal tersebut disampaikan Fadly saat memimpin upacara Peringatan Hari
Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tingkat Kota
Tanjungbalai Tahun 2026 di halaman Kantor Wali Kota
Tanjungbalai, Senin (29/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Fadly membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan
Keluarga. Ia mengatakan tema Harganas tahun ini, "Ayah Wajib Hadir", bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pembentukan karakter anak."
Ketangguhan keluarga bukanlah sebuah pilihan yang bisa ditunda.
Ketangguhan keluarga adalah sebuah keharusan dan menjadi urgensi nasional jika kita ingin bangsa ini tetap mampu menghadapi berbagai perubahan global," kata Fadly.
Ia menjelaskan, Indonesia saat ini sedang berada pada fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif mendominasi.Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan dengan baik agar tidak berubah menjadi beban berupa meningkatnya angka pengangguran maupun kriminalitas.
Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, Fadly menyampaikan tiga pilar utama pembangunan keluarga.Pertama, percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kedua, mengembalikan fungsi keluarga sebagai tempat pertama menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan kedisiplinan. Ketiga, menjadikan keluarga sebagai ruang yang aman dan nyaman sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.
Fadly juga mengingatkan pentingnya keterlibatan ayah dalam kehidupan anak. Menurutnya, peran ayah tidak hanya sebatas pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara emosional dan spiritual dalam proses pengasuhan.Ia menyoroti fenomena fatherless country, yakni kondisi ketika sosok ayah hadir secara fisik di rumah, tetapi tidak terlibat dalam kehidupan anak.
"Wahai para ayah, letakkan gawai Anda saat berada di rumah. Peluk anak-anak, ajak mereka berdialog, dengarkan keluh kesah mereka, dan jadilah sahabat terbaik bagi mereka. Jangan biarkan meja makan sunyi karena seluruh anggota keluarga sibuk menatap layar telepon genggam masing-masing," ujarnya.Menurut Fadly, lemahnya pengasuhan serta penggunaan gawai tanpa pengawasan turut berkontribusi terhadap meningkatnya berbagai persoalan sosial di kalangan remaja, mulai dari tawuran, perundungan, geng motor, seks bebas hingga penyalahgunaan narkoba.
"Berbagai persoalan tersebut menjadi sinyal bahwa fungsi keluarga mengalami pelemahan. Benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga. Tidak ada artinya pertumbuhan ekonomi yang tinggi maupun infrastruktur yang megah jika generasi penerusnya rapuh secara moral dan mental," katanya.Upacara Peringatan Harganas Ke-33 tingkat Kota
Tanjungbalai turut dihadiri Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, para asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan kepala lingkungan se-Kota
Tanjungbalai.(eko)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News