Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres
Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres
News
Baca Juga:
Oleh: Abdullah Rasyid
*Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN
*Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
Tepat pada hari ini, 27 April 2026, Korps Pemasyarakatan merayakan usianya yang ke-62. Bukan sekadar seremoni rutin, peringatan tahun ini memikul beban sejarah sekaligus harapan baru di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Jika menilik ke belakang, perjalanan dari sistem kepenjaraan kolonial menuju sistem pemasyarakatan yang humanis adalah sebuah evolusi mentalitas yang luar biasa.
Optimisme ini bukan tanpa dasar. Di tengah kritik klasik mengenai *overcrowding*, Kemenimipas hadir dengan 15 Program Aksinya yang menjadi kompas baru dalam menavigasi arah pembinaan narapidana di Indonesia.
Mengubah Paradigma: Dari Hukuman ke Produktivitas
Visi yang diusung dalam 15 program aksi tersebut secara gamblang menggeser fokus dari sekadar "penjagaan" menjadi "pemberdayaan". Poin-poin krusial seperti peningkatan kualitas pembinaan kemandirian dan integrasi warga binaan ke dalam pasar kerja, menunjukkan bahwa negara tidak lagi memandang narapidana sebagai beban sosial, melainkan aset yang sedang "diservis" untuk kembali produktif.
> "Hukum bukan lagi sarana balas dendam, melainkan jembatan bagi kemanusiaan untuk memperbaiki diri."
>
Langkah optimistis ini tercermin dalam beberapa pilar utama:
Rehabilitasi Berbasis Data: Melalui penguatan sistem informasi pemasyarakatan, klasifikasi narapidana menjadi lebih presisi, memastikan program pembinaan tepat sasaran sesuai profil risiko dan bakat.
Ketahanan Pangan dan Karya: Sejalan dengan misi kedaulatan pangan, keterlibatan warga binaan dalam sektor agrikultur dan manufaktur bukan hanya soal efisiensi anggaran, tapi soal memulihkan harga diri mereka melalui karya nyata.
Transparansi dan Antikorupsi: Komitmen dalam program aksi untuk membersihkan institusi dari praktik pungli dan peredaran narkoba di dalam Lapas adalah pondasi utama agar kepercayaan publik (public trust) kembali tegak.
Tantangan Menuju Kemandirian
Tentu, optimisme ini harus dibarengi dengan konsistensi. Implementasi 15 program aksi tersebut menuntut sinergi lintas sektoral. Kita tidak bisa mengharapkan perubahan jika sektor swasta dan masyarakat masih menutup pintu bagi para mantan narapidana.
Program Reintegrasi Sosial yang dicanangkan harus dipandang sebagai tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas sipir di balik tembok tinggi.
Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini seharusnya menjadi titik balik di mana Lapas benar-benar menjadi "Laboratorium Kemanusiaan".
Jika 15 program aksi ini dijalankan dengan integritas yang teguh, maka bayang-bayang kelam penjara akan berganti dengan wajah baru pemasyarakatan yang lebih cerah, modern, dan bermartabat.
Selamat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62.
Mari kita kawal transformasi ini agar jargon "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat" benar-benar dirasakan oleh mereka yang sedang berupaya menebus kesalahan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.red
Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres
News
BAKOPAM SUMUT GELAR JUMAT BERKAH, IBNU HAJAR SE AJAK DERMAWAN PEDULI SESAMA
News
Ferry Salim dan Andovi da Lopez Hadir Bersama Para Pemain Taiwan di Gala Premiere The Rope Curse 4 Kuntilanak di Jakarta, Tayang di Indones
Seleb
MEDAN Pernikahan ( Mantu, red ) putri sulung CEO Sumut24 Group sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Ri
News
Safriadi Dipercayakan Pimpin KSMI Kota Lhokseumawe
News
MEMBUKA ISTANA BAGI MEREKA YANG MEMADAMKAN API(Menghadirkan Hari Pahlawan)
News
Pemprov Sumut dan KPPG Perkuat Pengawasan Dapur MBG, Pastikan Keamanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
News
Tinjau Proyek Turap di Nias, Bobby Nasution Minta Pengerjaan Dipercepat Jelang Nataru
News
Bobby Nasution Tinjau Irigasi Afia, Dorong Produktivitas dan Sejahterakan Petani Gunungsitoli
News
Bobby Nasution Respons Aspirasi Petani Afia, Dorong Solusi Harga Pupuk dan Bantuan Alsintan
News