Kamis, 09 April 2026

Inalum Jadi Contoh Industri Ramah Lingkungan Dengan PROPER Emas dan Hijau

Administrator - Kamis, 09 April 2026 17:52 WIB
Inalum Jadi Contoh Industri Ramah Lingkungan Dengan PROPER Emas dan Hijau
Sumut24
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita saat menerima penghargaan (Sumut24)
sumut24.co -BATUBARA, Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik industri yang ramah lingkungan, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) tampil sebagai salah satu pemain terbaik nasional.

Baca Juga:
Terbukti, dalam ajang PROPER 2025, Inalum menoreh prestasi peringkat Emas untuk operasional Pabrik Peleburan (ISP) dan peringkat Hijau untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA/IPP).

Dari 5.476 perusahaan yang berpartisipasi tahun ini, melonjak 22 persen, hanya 282 yang mampu menembus kategori beyond compliance.
Yang eksklusif lagi, hanya 39 perusahaan yang meraih Emas. Inalum masuk dalam lingkaran elit tersebut.

Penghargaan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Taman Mini Indonesia Indah pada 7 April 2026.
Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa PROPER telah berubah arah, dari sekadar penilaian menjadi alat transformasi industri.

"Perusahaan hari ini tidak cukup hanya taat aturan. Mereka harus menciptakan dampaj melalui inovasi, efisiensi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,"ucap Mentri.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menyampaikan keberlanjutan telah menjadi "DNA" perusahaan. Bagi Inalum, capaian ini bukan keberuntungan sesaat.

"PROPER Emas dan Hijau ini adalah bukti bisnis kami berjalan seiring dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial. Kami tidak berhenti di kepatuhan, kami ingin menciptakan nilai,"ujarnya, Kamis (9/4/2026) diterima Sumut24.co.

Menurutnya, peringkat Emas telah diraih berulang untuk fasilitas Kuala Tanjung (2022, 2024, 2025) dan PLTA Paritohan (2023).

Sementara peringkat Hijau terus dipertahankan dalam beberapa tahun terakhir.

"Keberlanjutan bukan proyek jangka pendek, melainkan sistem yang terintegrasi di seluruh operasi,"jelas Melati.

Di balik penghargaan ini, terdapat berbagai inovasi konkret dalam menggenjot efisiensi energi, mengelola limbah secara optimal, hingga mengembangkan pendekatan circular economy, mengubah limbah menjadi produk bernilai guna.
Melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI), Inalum memastikan setiap program sosial memberikan manfaat terukur. Salah satu yang menonjol adalah program "Dari Sampah Jadi Berkah", yang mengubah persoalan limbah menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Ke depan, perusahaan pelopor industri berorientasi profit, namun berkomitmen untuk terus menaikkan standar keberlanjutan, memperluas kolaborasi, dan berperan aktif dalam mendorong transisi energi di Indonesia,"tutupnya.(Jo)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Inalum Tingkatkan Keamanan Internasional Melalui Simulasi ISPS Code di Kuala Tanjung
Usai Libur Lebaran, SPPG Desa Suka Jadi Kembali Salurkan Makanan Bergizi Gratis untuk Siswa dan Guru
Inalum Berangkatkan 140 Pemudik, Hadirkan Perjalanan Penuh Makna di Idul Fitri 2026
Karyawan dan Direksi Inalum Buka Puasa Bersama
Dzikir Bersama Meriahkan Peringatan Hari Jadi ke 80 Kabupaten Asahan
Hilirisasi Mineral Jadi Fokus, DPR Kawal Proyek Smelter Inalum di Kalbar
komentar
beritaTerbaru