Perkuat Benteng Moral Generasi Muda, Sosialisasi Pekat dan Narkoba Digelar di MTsN 7 Solok
Perkuat Benteng Moral Generasi Muda, Sosialisasi Pekat dan Narkoba Digelar di MTsN 7 Solok
News
Baca Juga:
Bagi Dar Edi Yoga, hidup bukan sekadar deretan jabatan dan aktivitas, melainkan perjalanan sunyi untuk memberi arti. "Menulis bagi saya bukan sekadar profesi, tapi cara berdialog dengan kehidupan," ucapnya pelan, Senin (23/2). Kalimat itu mencerminkan sosoknya yang tenang, reflektif, namun konsisten menapaki jalan pengabdian lebih dari 30 tahun.
Di dunia pers, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Pusat, anggota Pokja Pendataan Dewan Pers, Wakil Sekjen Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) dan pernah menjabat Wakil Bendahara Umum PWI Pusat. Ia juga memimpin Askara.co sebagai Pemimpin Redaksi, menjabat Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia (2024–2029), serta Bendahara PWI Jaya (2023–2028). Pada Hari Pers Nasional 2022, ia menerima Pers Card Number One dari PWI Pusat, sebuah penghargaan yang ia maknai sebagai amanah, bukan sekadar kebanggaan.
Empat kali menghadiri World Press Freedom Day di Seoul, Korea Selatan, Dar Edi membawa semangat jurnalisme Indonesia ke forum global. Namun baginya, jurnalisme bukan soal panggung internasional. "Yang terpenting adalah tetap jujur pada hati, bahkan ketika tidak ada yang melihat," katanya.
Di luar redaksi, Dar Edi Yoga juga dikenal sebagai pembimbing spiritual. Ia adalah Master Sahaja Yoga dan praktisi hipnoterapi yang membantu banyak orang menemukan ketenangan batin. Pernah melatih tenaga dalam Rasa Jati pada 2004–2010, bahkan dipercaya melatih personel Detasemen Deteksi Paspampres dan Kolinlamil. Baginya, spiritualitas adalah tentang menghadirkan kesadaran dalam tindakan sehari-hari.
Kecintaannya pada alam tumbuh sejak muda. Ia mendirikan Elpala SMA 68 Jakarta dan aktif di komunitas Top Ranger and Mountain Pathfinder (TRAMP) sejak 1985. Ia juga menjadi manajer pendakian empat puncak tertinggi dunia yang dilakukan pendaki tunadaksa asal Solo, Sabar Gorky. "Gunung mengajarkan kita rendah hati. Di sana, kita belajar bahwa hidup adalah tentang ketekunan," ujarnya.
Di bidang sosial, ia ikut mendirikan Beranda Ruang Diskusi sebagai ruang perjumpaan lintas profesi dan gagasan. Ia juga terlibat dalam Vox Point Indonesia, FORMAS, PERWATUSI, serta kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Yayasan Gardu 08 Indonesia. Pada 4 Desember 2025, ia menginisiasi pagelaran sendratari di Gunung Padang sebagai bentuk ikhtiar merawat budaya dan sejarah bangsa.
Sebagai seorang Katolik, ia aktif dalam pelayanan pastoral di Keuskupan untuk umat Katolik di Lingkungan TNI-Polri dan menjadi peserta SAGKI 2025. Di era 1990-an, ia turut membangun komunitas Karyawan Muda Katolik di Gereja Katedral Jakarta, dan Kelompok Meditasi Keluarga Kudus.
Di balik semua peran itu, Dar Edi Yoga tetap memandang hidup secara sederhana. "Hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita capai, tapi seberapa dalam kita memberi," tuturnya. Bagi Dar Edi, pengabdian adalah perjalanan panjang yang dijalani dengan kesetiaan, bukan kegaduhan.rel
Perkuat Benteng Moral Generasi Muda, Sosialisasi Pekat dan Narkoba Digelar di MTsN 7 Solok
News
Wisuda Tahfidz ke4 MTsN 7 Solok, 30 Siswa Dikukuhkan.
News
Minim Transparansi, Anggaran Gebyar Pajak Sumut Rp28 M Didesak Audit Investigatif
kota
Kasus Penipuan di Polrestabes Medan Mandek 4 Bulan, Pelapor Desak Penetapan Tersangka
kota
Ambisi Jadi Ketua Pansel KPID Sumut, Sulaiman Harahap Malah Tak Muncul di Hadapan Publik
kota
Stop Politisasi Potongan Video Ceramah Jusuf Kalla Umat Kristen Diminta Tetap Tenang
kota
Kemenimipas Perkuat Pengawasan WNA di Daerah, Ungkap Hasil Operasi Wirawaspada 2026
kota
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung SKM S Keb menggelar sosialisasi Perda serta mengedukasi ratusan warga agar menjaga ke
kota
Mahasiswa Geruduk Dinkes Padang Lawas, Soroti Dugaan Penyimpangan Dana BOK
kota
Kejagung Copot Kajari Karo, Danke Rajagukguk Digantikan Edmond Novvery Purba
kota