Cakupan Pekan Posyandu 2026 di Targetkan Wako Solok 95 Persen
Cakupan Pekan Posyandu 2026 di Targetkan Wako Solok 95 Persen
kota
Baca Juga:Medan|Sumut24.co
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Muhammad Nuh, kembali menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah.
Setelah sebelumnya menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait aspek kehalalan program tersebut di Taput, kini M. Nuh menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaannya.
Menurutnya, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, namun pelaksanaannya perlu dikawal bersama agar berjalan efektif, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat.
"Proses pelaksanaan Program MBG perlu terus dilakukan perbaikan. Karena itu, semua pihak harus mendukung dan mengawal program nasional ini yang menggunakan anggaran cukup besar. Tentunya di samping makanan yang disiapkan bergizi dan aman bagi kesehatan, yang tak kalah pentingnya terutama bagi kaum Muslimin harus dipastikan kehalalannya," ujar Muhammad Nuh, Minggu (2/11).
Ia menegaskan, aspek kehalalan produk makanan yang disalurkan melalui program ini harus menjadi perhatian utama, sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).
Dalam regulasi tersebut, setiap produk yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia, termasuk produk konsumsi yang dibiayai oleh negara, wajib memiliki jaminan kehalalan yang sah.
"Undang-Undang Jaminan Produk Halal sudah sangat jelas. Pemerintah daerah bersama penyelenggara program harus memastikan bahan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan dilakukan sesuai standar halal. Ini bukan sekadar soal administrasi, tetapi bentuk penghormatan terhadap keyakinan masyarakat," tambahnya.
M. Nuh juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah serta lembaga keagamaan seperti MUI, NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, dan DMI Tapanuli Utara yang telah bersinergi dalam memastikan program MBG berjalan sesuai prinsip-prinsip kehalalan dan keselamatan pangan.
Ia berharap koordinasi lintas pihak terus diperkuat agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menimbulkan kekhawatiran baru.
"Program ini harus menjadi contoh bahwa pembangunan yang baik adalah yang memperhatikan kesehatan, keadilan sosial, dan nilai-nilai agama masyarakat," tutupnya.
(Red)
Cakupan Pekan Posyandu 2026 di Targetkan Wako Solok 95 Persen
kota
Wali Kota Solok H. Ramadhani Kirana Putra Buka Puasa bersama keluarga besar Tim Penggerak PKK Kota Solok.
kota
Berbagi di Bulan Penuh Berkah, Koramil 11/TB Salurkan Takjil untuk Warga Tanjung Beringin
kota
Di Saf yang Sama dengan Warga, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/TS Tunaikan Tarawih di Sangkunur
kota
Dahi Menyentuh Sajadah Cerita Haru Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/TS di Masjid Nurul Huda, Sangkunur
kota
Gempuran Kasih Sayang, Satgas TMMD 127 Kodim 0212/TS Taklukan Ketidaklayakan Huni di Angkola Sangkunur
kota
Dari Dinding Kusam Menuju Asa Cerah, TMMD Ke127 Kodim 0212/TS Hadirkan Rumah Layak untuk Warga
kota
Di Balik Seragam Loreng, Ada Hati Seorang Ayah, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Antar Anak SD Pulang Sekolah di Sangkunur
kota
Lebih dari Sekadar Pembangunan, Satgas TMMD 127 Kodim 0212/TS Jadi &039Malaikat Penjaga&039 Anak Sekolah di Angkola Sangkunur
kota
Warkop Madina Siap Hadir di Jalinsum Penggorengan, Erwin Efendi Lubis Gelar Syukuran Penuh Keakraban
kota