RAMADHAN KEENAM, BAKOPAM SUMUT TERUS TEBAR SEMBAKO DI MEDAN AREA
RAMADHAN KEENAM, BAKOPAM SUMUT TERUS TEBAR SEMBAKO DI MEDAN AREA
kota
Baca Juga:
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber yang merupakan mantan jurnalis dari kedua media tersebut, yaitu pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Dr. Selamat Ginting, pengamat komunikasi politik Universitas Tirtayasa (Untirta) Dr. Yoki Yusanto, Ketua IJTI Herik Kurniawan, dan Direktur GREAT Institute Dr. Teguh Santosa.
Dalam paparannya, Selamat Ginting menyoroti dua regulasi utama yang dinilai menjadi pemicu resentralisasi: Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Cipta Kerja.
"Kedua undang-undang ini memberikan kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah pusat. Akibatnya, batas kewenangan antara pusat dan daerah menjadi kabur," kata Ginting.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun dari 40% (2014) menjadi 30% (2022) dari total pendapatan daerah, seiring diberlakukannya dua undang-undang tersebut. Selamat juga mencontohkan polemik penambangan nikel di Raja Ampat dan sengketa empat pulau di Aceh sebagai dampak nyata dari resentralisasi.
Ia memperingatkan bahwa kondisi ini berpotensi melahirkan kelompok kepentingan baru di sekitar pengambil keputusan pusat, yang dapat membuka peluang bagi praktik oligarki.
Senada dengan itu, Yoki Yusanto menilai bahwa gejala resentralisasi mengingatkan pada pola pemerintahan Orde Baru, di mana dominasi pusat membuat daerah sulit berkembang.
"Jika pemerintah pusat memberikan kewenangan lebih kepada daerah, maka peluang untuk memajukan wilayah masing-masing akan lebih besar. Kemajuan daerah tentu akan berdampak positif bagi kesejahteraan nasional," ujarnya.
Teguh Santosa menambahkan, desentralisasi adalah kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Namun, ia mengingatkan pentingnya sistem pengawasan agar kewenangan besar di daerah tidak disalahgunakan.
"Jangan sampai muncul 'raja-raja kecil' yang justru memperkaya diri. Pengawasan publik dan transparansi mutlak diperlukan," tegas Teguh.
Sementara itu, Herik Kurniawan menekankan peran media massa dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas di era otonomi daerah. Menurutnya, media merupakan pilar demokrasi yang dapat menjadi alat kontrol kekuasaan, baik di pusat maupun di daerah.
Acara reuni yang berlangsung hangat ini dihadiri sekitar 100 jurnalis alumni Merdeka dan Rakyat Merdeka. Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan turut hadir memberikan keynote speech. Selain itu, beberapa tokoh pers nasional yang merupakan alumni turut memeriahkan acara, antara lain Syukri Rahmatullah (Pemred Beritasatu.com), Umi Kalsum (Wapemred IDN Times), dan Herik Kurniawan.
Reuni Akbar Jurnalis Alumni Merdeka dan Rakyat Merdeka terselenggara berkat dukungan dari berbagai sponsor dan donatur, seperti PLN, Telkom, Taspen, Sinarmas Land, dan Mind ID. Rel
RAMADHAN KEENAM, BAKOPAM SUMUT TERUS TEBAR SEMBAKO DI MEDAN AREA
kota
Medan, Wakil Bupati Kabupaten Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, S.S., menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kapasitas akademik denga
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Yonif TP954 yang dib
News
sumut24.co Tebingtinggi, Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih, melaporkan sebuah akun Facebook berinisial AT ke Polda Sumatera Utar
News
Ahmadi Darma Apresiasi Inisiatif Pemuda, Gema Takbir 1447 H Siap Digelar di Tanjung Beringin
kota
Dua Sesi Penyaluran, SPPG Suka Jadi Pastikan Gizi Penerima Manfaat Tetap Terpenuhi
kota
Pastikan Layanan Pendidikan Optimal, Kadis Pendidikan Sergai Kunjungi Sekolah di Dolok Masihul dan Sei Rampah
kota
Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu Pimpin Doorstop Pengungkapan Kasus Penipuan Rp100 Juta dan Pembunuhan
kota
sumut24.co ASAHAN, Pekerjaan rekontruksi Jalan Desa Silau Jawa menuju Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asah
News
Medan,Dihari kelima Ramadan 1447 H menjadi saksi bisu sebuah perombakan besar di tubuh birokrasi Pemko Medan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putr
News