Dorong Kemandirian Masyarakat, PTPN IV Regional I Salurkan Rp 417,6 Juta Bantuan TJSL Triwulan III
Dorong Kemandirian Masyarakat, PTPN IV Regional I Salurkan Rp 417,6 Juta Bantuan TJSL Triwulan IIIMedansumut24.co PT Perkebunan Nusantara (
News
Baca Juga:Town Hall Meeting Danantara yang digelar Senin lalu, 28 April 2025, masih menjadi perbincangan hangat publik, khususnya terkait insiden permintaan kepada wartawan untuk meninggalkan ruangan sebelum Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya.
Langkah tersebut memicu kritik dari berbagai pihak yang menilai tindakan itu sebagai bentuk pembatasan akses pers terhadap informasi publik. Namun, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, menegaskan bahwa hal itu tidak dapat langsung dikategorikan sebagai penutupan informasi.
"Permintaan agar wartawan keluar ruangan saat Presiden berbicara bukan berarti menutup informasi publik," ujar Teguh menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Rabu, 30 April.
JMSI merupakan organisasi perusahaan pers yang menjadi konstituen Dewan Pers.
Dalam acara tersebut, wartawan sempat diperbolehkan menyaksikan film capaian pemerintah enam bulan terakhir serta sambutan CEO Danantara yang juga Menteri Investasi, Rosan Roeslani. Namun menjelang pidato Prabowo, para jurnalis diminta meninggalkan ruangan.

Meski pidato dilakukan secara tertutup, Prabowo tetap menyampaikan poin utama sambutannya di depan pers. Ia menekankan pentingnya pengelolaan Danantara secara transparan dan profesional. Bahkan, ia menyebut aset perusahaan itu berpotensi menembus 1 triliun dolar AS jika dikelola dengan benar.
Presiden juga memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi BUMN, termasuk kinerja, prestasi, dan integritas mereka.
"Kalau tidak profesional, malas, menyalahgunakan wewenang, harus diganti. Jangan pilih berdasarkan suku, agama, atau partai politik," tegasnya.
Menurut Teguh Santosa, kontrol komunikasi dalam acara internal seperti itu dapat dipahami sebagai bagian dari strategi penyampaian informasi. Namun ia menekankan, tugas wartawan tidak berhenti di pintu rapat.
"Itu menjadi kewajiban media. Bahkan harus ditindaklanjuti dengan investigasi dan pengecekan terhadap BUMN yang dinilai bermasalah," ujar Teguh, yang juga dikenal sebagai wartawan senior.
Teguh menambahkan, pernyataan Prabowo seharusnya menjadi sinyal penting bagi media untuk menggali lebih dalam. Pertanyaan seperti siapa saja yang dievaluasi, apa saja catatan buruknya, dan langkah koreksi yang diambil harus terus didorong.
"Informasi akurat tentang itu dapat diperoleh dari banyak sumber. Tidak hanya dari sosok presiden," pungkasnya. Rel
Dorong Kemandirian Masyarakat, PTPN IV Regional I Salurkan Rp 417,6 Juta Bantuan TJSL Triwulan IIIMedansumut24.co PT Perkebunan Nusantara (
News
PB Pendawa Indonesia dan PT Bank Sumut Teken MoU, Siap Dorong UMKM Binaan Naik Kelas
News
Dua Anak di Desa Percut Keluar dari Stunting, Jelita Kader Harus Tetap Lakukan Pemantauan
News
Jabidi Ritonga LKP PKB Sumut Siapkan Instruktur Orientasi Politik, Perkuat Kader Hadapi Pemilu 2029
News
Musda ke IV Partai Golkar Palas Digelar 29 Oktober,Dihadiri Ketua DPD Golkar Sumut
News
Deli Serdang Dukung Penanaman 1.997 Bibit Pohon Lintas GenerasiPERCUT SEI TUAN &ndash Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendukung upaya peles
News
Biomassa Jadi Peluang Baru Penguatan Ekonomi Desa Deli Serdang
News
Polresta Deli Serdang Melalui Kapolsek Tanjung Morawa Sampaikan Belasungkawa dan Berikan Tali Asih kepada Keluarga Korban Tabrakan
News
Ikan Nila Berlendir, 41 Santri Diduga Keracunan Usai Peringatan Hari Santri di Deli Serdang
Kota
Luncurkan Teras Pelajar Sumut Berkah, Bobby Nasution Siapkan Ruang Kreativitas dan Pengembangan Bakat Siswa
News