Hari Ke-4 Ramadhan 1447 H, DPD Gerindra Sumut Konsisten Tebar 1.000 Porsi Makanan dan Takjil
Hari Ke4 Ramadhan 1447 H, DPD Gerindra Sumut Konsisten Tebar 1.000 Porsi Makanan dan Takjil
kota
Baca Juga:
Tanggapi Keluhan Warga, Bupati Solok, Sumatra Barat, Jon Firman Pandu bersama Anggota DPRD Kabupaten Solok Hafni Hafiz, dan Kepala PDAM Febri Fauza dan jajaran petugas unit PDAM Alahan Panjang, Senin (14/04/2025) memantau langsung persoalan air bersih di PDAM Alahan Panjang.
Bupati mencoba menindaklanjuti keluhan yang cukup ramai dikeluhkan masyarakat baik di media sosial, maupun laporan langsung dari masyarakat terkait ketersediaan air bersih. Hal ini terkait kebutuhan dasar, kita harus gerak cepat. Kita ingin dalam program 100 hari kerja ini, seluruh akses pelayanan publik dapat terbenahi dengan sempurna. Kita survei langsung kondisi air dari PDAM Alahan Panjang ini, warga mengeluh air kotor dan bau. Kita coba cari solusi untuk hal ini agar tidak kembali berulang," ujar Bupati.
Pada kesempatan tersebut Bupati meminta agar PDAM secepatnya melakukan pembenahan pencemaran ini. Kemudian melakukan pemetaan dan pencegahan terhadap, lokasi-lokasi yang berpotensi melakukan pencemaran.
"Kita minta pak Direktur PDAM dan jajarannya untuk segera mengatasi persoalan ini. Petakan kawasan dan pihak-pihak yang berpotensi melakukan pencemaran Danau. Dan kejadian sekarang ini, tolong segera dibenahi," tegas Bupati Solok.
Diungkapkan sebelumnya, masyarakat sekitar Alahan Panjang pengguna air PDAM mengeluhkan kualitas air yang diproduksi oleh PDAM. Dalam postingan di media sosial, air PDAM mengeluarkan bau amis dan berwarna coklat.
Direktur PDAM Kabupaten Solok Febri Fauza saat dikonfirmasi mengatakan bahwa hal ini merupakan kejadian alam yang terjadi setiap tahun yang diakibatkan oleh aktivitas yang terjadi di kawasan Danau Di Ateh.
Bahwa saat ini, PDAM Alahan Panjang masih menggunakan sumber air dari Danau Di Ateh, yang kemudian diolah didistribusikan kepada masyarakat pengguna layanan PDAM.
Biasanya pencemaran lingkungan tersebut terjadi usai tingginya aktivitas di sekitar danau, seperti habis lebaran. Tidak hanya itu, aktifitas pencemaran danau pun ditambah dengan pembuangan limbah dari penginapan wisata di sekitar danau. Tidak hanya PDAM, air yang dikelola oleh kelompok masyarakat atau Pamsimas pun mengalami hal yang sama dengan kita," ucap Febri Fauza.
Sebagaimana diketahui, Danau Di Ateh merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Solok yang dikunjungi ratusan ribu wisatawan setiap tahunnya. Setiap habis libur lebaran, fenomena pencemaran ini pasti terjadi.
Namun untuk kedepannya kita akan segera melakukan langkah antisipasi agar kejadian ini dapat kita kurangi dampaknya. Kita telah melakukan pembenahan terhitung hari ini, Insya Allah secepatnya masyarakat kembali menikmati air bersih dari PDAM," pungkas Febri Fauza.(YOSE)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Hari Ke4 Ramadhan 1447 H, DPD Gerindra Sumut Konsisten Tebar 1.000 Porsi Makanan dan Takjil
kota
Menebar Kebaikan di Hari Minggu, Satuan Brimob Polda Sumut Hadir Menguatkan Kebersamaan di Tengah Masyarakat
kota
Medan Antusiasme masyarakat untuk berbuka puasa bersama di Masjid Agung Medan terus meningkat. Pada hari ke4 Ramadan 1447 H, Minggu (22
News
Gedung Kesehatan di Desa Mabar Bukan Pustu, tapi Poskesdes,Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan
kota
Pemkab Deli Serdang Pastikan Kerukunan Umat Beragama, Suku & Golongan Tetap Terjaga
kota
Polresta Deli Serdang Gagalkan Pengiriman 21 Kg Sabu ke JakartaDibawa dari Aceh
kota
Sindikat Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap di Tanjung BalaiAsahan 80 kg Sabu & 50.000 Butir Ekstasi di Sita Polrestabes Medan.
kota
Pertunjukan DaruratOleh Dahlan Iskan Minggu 22022026 (Presiden Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Jumat, 20 Februari wakt
News
PC IKA PMII Kota Medan Tegaskan Fathan Subchi Ketua Umum Sah PB IKA PMII
kota
Saat Pembekalan Tim Safari Ramadhan,Wali Kota Solok Ramadhani umumkan PDAM Gratis Masjid, Prioritas BPJS dan infrastruktur.
kota