Tani Merdeka Sumut Gelar Festival Pasar Hewan “Bobot Extreme” ke-V di Pematang Siantar
Tani Merdeka Sumut Gelar Festival Pasar Hewan &ldquoBobot Extreme&rdquo keV di Pematang Siantar
kota
Baca Juga:
Kampanye hitam dalam pilkada Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali mencuat setelah sekelompok pendukung bakal calon (balon) Bupati Dolly-Buchori, dari jalur independen, berkumpul di kantor Tim 9 Pemenangan Dolly di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kamis, 25 Jui 2024.
Mereka membawa spanduk bertuliskan "Tolak Intimidasi," sebagai bentuk protes terhadap tindakan sejumlah individu yang mengaku sebagai Tim Sukses (TS) Dolly Pasaribu, namun justru menebar ancaman dan intimidasi.
*Munculnya Oknum TS Siluman*
Para pelaku, yang disebut sebagai TS "Siluman," dilaporkan berkeliling di wilayah Tapsel dengan membawa secarik kertas dan mengklaim sebagai tim sukses Dolly Pasaribu.
Mereka mendatangi rumah-rumah warga dan mengancam bahwa mereka yang menolak menandatangani surat yang dibawa akan kehilangan akses terhadap bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial (Bansos), dan program pemerintah lainnya. Tindakan ini memicu ketakutan dan keresahan di kalangan warga, yang merasa terancam jika tidak menuruti permintaan tersebut.
Ironisnya, beberapa warga yang awalnya mendukung Dolly Pasaribu ternyata terjebak dalam skenario ini.
Setelah menandatangani surat, mereka baru menyadari bahwa di balik surat itu terdapat pernyataan yang menyatakan ketidakdukungan terhadap Dolly.
Sebagai kompensasi, TS "Siluman" memberikan uang tunai kepada warga dengan nominal berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.
*Suara dari Pendukung Dolly-Buchori*
Ahmad Jiman Lubis, mewakili warga dari Kecamatan Angkola Barat, bersama Sukri Simbolon (Batang Toru) dan Mirhan Pulungan (Sayurmatinggi), melaporkan kejadian ini ke Sekretariat Tim 9 Pemenangan Dolly-Buchori.
Mereka menyatakan kekecewaannya terhadap praktik kotor yang mencoreng proses demokrasi.
"Kami sangat terkejut ada yang tega melakukan hal seperti ini. Mereka memanfaatkan kepercayaan warga untuk kepentingan yang tidak jelas. Ini sangat merugikan dan mencoreng proses demokrasi yang sedang kami jalani," ungkap Ahmad Jiman Lubis, dengan nada kecewa.
Mirhan Pulungan juga mendesak pihak berwenang untuk segera menindaklanjuti kasus ini dan menghentikan aksi TS "Siluman" yang meresahkan warga. "Kami meminta keadilan dan kejelasan mengenai siapa yang berada di balik semua ini," tegasnya.
*Seruan untuk Menjaga Demokrasi Sehat*
Ketua Tim 9, Safruddin Ismail Lubis, bersama Sagi Muliadi, Asril Siregar, dan anggota tim lainnya, mengimbau para pendukung Dolly Pasaribu dan Ahmad Buchori untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh aksi sogokan dari para provokator.
Mereka menekankan pentingnya menjaga integritas proses demokrasi dan menghindari kampanye hitam serta intimidasi.
"Mari kita kawal demokrasi dengan sehat dan tetap pada pendirian masing-masing. Hindari kampanye hitam dan percobaan pencekalan. Kita harus mengawal calon independen Dolly Pasaribu hingga ke KPU Tapsel pada bulan Agustus mendatang," ujar Safruddin Lubis, menutup pernyataannya.zal
Tani Merdeka Sumut Gelar Festival Pasar Hewan &ldquoBobot Extreme&rdquo keV di Pematang Siantar
kota
Seleksi Pramuka Kabupaten Solok Menuju Jambore Nasional 2026 Dimulai
kota
Rapat Paripurna DPRD Peringatan Hari Jadi ke155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan
kota
Wali Kota bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke30 Tahun 2026
kota
Wali Kota melepas Karnaval dalam memeriahkan Hari Jadi ke155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026
kota
Ketua Senat Unimed Prof. Syawal Gultom Wafat
kota
Tanpa Dasar Hukum Kuat Hingga Diduga Pakai Insentif Pegawai Gebyar Pajak Sumut Berisiko Jadi Temuan BPK
kota
Rekor Baru! UKT Taekwondo Sumut Diserbu Ratusan Peserta
kota
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison ,S.Sos, M.Si Buka Rapat Koordinasi dan Evaluasi sekaligus Sosialisasi BPBL.
kota
Patroli Skala Besar Brimob Polda Sumut Sasar Titik Rawan Belawan, Ciptakan Rasa Aman Masyarakat
kota