Sabtu, 20 Juli 2024 WIB
Diduga Depresi Akibat Perundungan di Sekolah

Seorang Siswi Telan Racun dan Kini Sedang Dirawat di RSUD Porsea

Amru Lubis - Kamis, 13 Juni 2024 14:29 WIB
Seorang Siswi Telan Racun dan Kini Sedang Dirawat di RSUD Porsea
Ket Foto : Orang tua korban Yanti Samaria boru Manurung (42) mendampingi putrinya yang sedang menjalani perawatan di RSUD Porsea.
BALIGE | Sumut24.Co

Baca Juga:

Seorang siswi berinisial JS (15) menelan racun diduga depresi akibat mendapat perundungan di sekolahnya. Saat ini, siswi tersebut tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea.

Ibu siswi tersebut Yanti Samaria boru Manurung (42), menceritakan kronologi kejadian. Sebelumnya putrinya mematuhi perintah guru mengetik soal-soal ujian namun kemudian tersebar ke siswa yang lain hingga akhirnya siswi berinisial JS menjadi bulan-bulanan guru.

"Cerita putri saya bahwa dirinya disuruh guru untuk mengetik soal-soal. Lalu, putriku memberikan ke salah seorang pelajar yang lain dan akhirnya soal-soal tersebut tersebar. Dengan demikian, ia dimarahi guru-gurunya," ujar ibu yang mengakui telah ditinggal mati suami beberapa tahun lalu.

Merasa tertekan atas ucapan yang diterima, korban merasa terpojok hingga depresi.

"Jadi, putri saya merasa terpojok dengan omongan guru-gurunya. Ada yang bilang bahwa putriku tidak akan tamat atau lulus dari sekolah itu. Mereka akan pecat dan kemana pun putriku sekolah tak akan diterima. Begitulah ceritanya," sebutnya.

Akibat depresi yang dialami, lanjut ibunya, korban berniat mengakhiri hidup dengan meminum racun yang dibeli saat pulang sekolah.

"Setelah diadili, ia tidak percaya diri lagi. Dia sudah depresi. Dia langsung bersembunyi di sekolah setelah diadili itu. Ia baru pulang sekolah setelah anak-anak yang lain pulang.

Sesampainya di rumah, ia langsung membeli racun. Lalu menuangkan ke gelas dan meminumnya sekitar setengah gelas," sambungnya.

JS mendapatkan perawatan medis sejak Selasa (11/6/2024) sore hingga hari ini, Kamis (13/6/2024). Ibu yang senantiasa mendampingi putrinya hingga hari ini masih khawatir dengan kondisi putrinya.

"Sebelum meminum racun itu, dia sempat memfoto dan mengirimkan status. Teman-temannya melihat status tersebut segera datang ke rumah karena kebetulan teman putriku adalah tetangga kami, mereka langsung membawa putriku ke RSUD Porsea," sambungnya.

Menurutnya, guru atau pihak sekolah seharusnya memanggil orang tua manakala siswa melakukan kesalahan.

"Kalaupun anakku salah, kenapa aku sebagai orang tua tidak dipanggil. Pada saat anak saya diadili. Ada tiga guru yang mengadili, tapi putriku yang tahu," terangnya.

Terpisah, kuasa hukum keluarga korban Guy Rangga Boro mengutarakan, pihaknya masih menggali kronologi kejadian untuk dilanjutkan ke Menteri Pendidikan, Unit PPA Polres Toba dan stakeholder terkait.

"Hingga saat ini, kami masih menggali bagaimana kronologi kejadiannya. Selanjutnya, kami akan tindaklanjuti dengan mungkin bersurat ke Unit PPA, Menteri Pendidikan yang menaungi pendidikan," tutur Kuasa Hukum korban Guy Rangga Boro, Kamis (13/6/2024).

Ia juga menyampaikan, adanya dugaan tindak pidana membuat pihaknya bakal menempuh jalur hukum.

"Karena ini ada dugaan tindak pidana, maka kami juga akan tempuh jalur hukum. Ini kami masih melakukan pertimbangan apakah akan melakukan upaya hukum atau seperti apa," pungkas Guy Rangga. (des)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Amru Lubis
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru