Jumat, 14 Juni 2024 WIB

Carrefour Menghentikan Penjualan Paha Kodok Indonesia Setelah Investigasi Mengerikan PETA

Amru Lubis - Senin, 20 Mei 2024 18:25 WIB
Carrefour Menghentikan Penjualan Paha Kodok Indonesia Setelah Investigasi Mengerikan PETA
Jakarta I Sumut24.co
Raksasa supermarket global Carrefour, yang sebelumnya menangguhkan pembelian paha kodok setelah penyelidikan PETA, kini berkomitmen memutus hubungan denganpemasoknya di Indonesia dan mengakhiri pembelian paha kodok dari Indonesia. Berita ini muncul setelah penyelidikan PETA mengungkap bahwa kodok Indonesia dibacok hidup-hidup agar paha mereka dapat dijual di berbagai supermarket Prancis, termasuk Carrefour. Keputusan Carrefour dibuat setelah lebih dari 90.000 orang yang tergabung dengan entitas PETA di seluruh dunia memberikan dukungan mereka untuk kodok secara tertulis kepada Carrefour Group.

Investigasi PETAmemperlihatkan para pekerja menangkap kodok di habitat alami mereka dan menjejalkannya kedalam karung terikat, di mana mereka mencoba melarikan diri namun perlahan mati lemas. Para pekerja juga memotong kepala dan kaki kodok–di lantai atau talenan berlumuran darah – dan mengulitinya, banyak dari mereka mereka masih hidup dan sadar.

Indonesia adalah salah satu eksportir paha kodok terbesar di dunia, dan terbesar ke Perancis. Setiap tahun, ratusan juta paha kodok dikirim dari Indonesia ke distributor di Uni Eropa – tercatat hampir 322 ton diimpor antara Maret dan Mei 2023 saja – dan berakhir di restoran serta supermarket Prancis.

Penyelidik PETA mengunjungi tujuh fasilitas operasional daging kodok di Indonesia dan menemukan kodok hidup dijejalkan dalam karung, terkadang sampai dua hari lamanya. Seorang pekerja yang menyortir kodok tangkapan membanting kodok hidup ke lantai dan mengaku tidak ingin menghabiskan waktu memisahkan kodok hidup dari yang mati. Pekerja lain membacok kepala dan kaki kodok—beberapa dilakukan berulang kali, sementara kodok dikuliti dengan kepala yang tidak putus sempurna. Penyelidik juga merekam mulut kodok yang terus membuka dan menutup setelah dipenggal, dan tubuh-tubuh tanpa kepala masih berlompatan bermenit-menit kemudian.

Dua spesies kodok yang ditangkap—kodok sawah dan kodok batu—tengah mengalami penurunan populasi. Meskipun kodok batu ilegal untuk ditangkap, PETA mengungkap bahwa pemasok Indonesia sengaja memalsukan label dan tetap mengekspor spesies tersebut. Menurut Eurostat, UE mengimpor sekitar 35.000 ton paha kodok antara 2010 dan 2022, yang setara dengan sekitar 703 juta hingga 1,75 miliar individu kodok.

PETA menggarisbawahi bahwa ketika didatangkan dari negara lain pun—termasuk dari dalam Prancis, kodok yang digunakan di industri daging akan dilemaskan di ruangan dingin atau baskom air dengan suhu antara 0 dan 4° C sebelum dipenggal hidup-hidup, terkadang masih dengan kesadaran penuh.red

Baca Juga:


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Amru Lubis
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Warga Medan Bisa Berkendara Lebih Worry-free berkat Inovasi Aftersales "Hyundai Hadir Untukmu : Hyundai Jaga, Hyundai Jamin"
106 Pegawai Honorer Dilingkungan Dinas Lingkungan Hidup Toba Bidang Kebersihan Menjerit Dapat Potongan Gaji Rp500 ribu
Bacabup Toba Effendi Napitupulu Beberkan Telah Jalin Komunikasi dengan 4 Parpol
Kolaborasi PLN UID Sumut dan Bank Sampah Induk, Sulap Sampah Menjadi Barang Bernilai Ekomoni
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN UID Sumut Gelar Aksi Bersih Sungai
Kuasai Pasar Pembelian, KPPU Lidik Eksportir Lada Hitam di Lampung
komentar
beritaTerbaru