Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
Baca Juga:
Tangerang I SUMUT24 Setelah melakukan perbincangan yang panjang, akhirnya keluarga besar sepakat Johny Indo atau Jon Indo (H. Umar Billah), akan dimakamkan secara Islam.
Johny akan dimakamkan di TPU Selapanjang Tanggerang, Banten pada Senin (27/1/2020). Pertimbangan itu pun juga datang dari anak tertua Johny Indo yakni dokter Eva.
“Pihak keluarga semua akhirnya memutuskan menguburkan secara muslim di Selapajang,” kata salah satu cucu Johny, Kezia, saat ditemui di Gereja Gpd Imanuel, Pembangunan Tanggerang, Banten, Minggu (26/1/2020).
Untuk dokter Eva sendiri direncanakan akan datang esok hari. “Kemungkinan setelah zuhur nunggu dokter Eva dulu dari Surabaya,” timpal cucu Johny lainnya, Santa.
Menurut istri kedua Johny sendiri, Dhian Kurnia, pemakaman sang aktor secara Islam adalah pesan Johny sebelum pergi selamanya.
Sebelumnya, Aktor senior Johny Indo dikabarkan meninggal dunia. Kabar tersebut beredar lewat pesan berantai yang didapat.
“Telah meninggal dunia, Nama: Yohanes Hibertus Eijkenbum atau Jon Indo (H. Umar Billah),” terang pesan yang beredar. Johny diketahui meninggal dunia di usia 72 tahun.
“Umur 72 tahun (meninggal) pukul 07.45 WIB,” lanjut pesan tersebut.
Nama Johny Indo juga dikenal sebagai mantan narapidana Nusakambangan. Aksi perampokan yang dilakukannya sejak 1977 membuat Jhony nama Johny terkenal.
Pemilik nama lengkap Yohanes Hibertus Eijkenbum atau Jon Indo (H Umar Billah) itu awalnya dikenal sebagai perampok toko emas di Jakarta pada era 1970-an bersama kelompoknya, Pachinko (Pasukan China Kota).
Aksi paling hits Johny Indo adalah merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat, pada 1979. Ia ditangkap di Sukabumi, Jawa Barat.
Ia lalu dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun dan menghuni jeruji besi Nusakambangan. Selang tiga tahun menjalani masa hukumannya, ia dan 34 orang lainnya melarikan diri dari Nusakambangan, namun berhasil ditangkap.
Baru setelah bebas, Johny mendapat kesempatan untuk bermain film. Uniknya, film itu bercerita tentang kehidupannya sendiri, bertajuk Johny Indo, Kisah Nyata Seorang Narapidana (1987). Dari sana, ia beranjak ke sejumlah judul lain seperti Badai Jalanan (1989), Misteri Cinta (1989), hingga tiga film di tahun 1991, yakni Ajian Ratu Laut Kidul, Misteri Ronggeng, serta Daerah Jagoan.
Setelah era 1990-an, nama Johny Indo cenderung meredup. Ia diketahui sempat menjadi mualaf, juga naik haji pada awal tahun 2000-an. Johny lalu berganti nama jadi Umar Billah dan tak jarang berdakwah. (red)
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota