Senin, 30 Maret 2026

Posko Bencana Solok Selatan Kehabisan Sembako

Administrator - Minggu, 15 Desember 2019 15:12 WIB
Posko Bencana Solok Selatan Kehabisan Sembako

 

Baca Juga:

Padang Aro | Sumut24

Sembako di posko bencana utama Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat sudah habis dan hari ini dapur umum tidak memasak.

“Stok kami di posko utama sudah habis didistribusikan kepada korban bencana dan berdasarkan pengamatan lapangan kami memberikan bantuan berdasarkan skala prioritas khusus untuk kampung tarandam sudah bisa memasak di rumah sehingga bantuan sembako di prioritaskan ke Lubuk Ulang Aling yang belum tersentuh bantuan”, kata Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat DesaNagari Andri Gustova didampingi TKSK Reno, di Padang Aro, Minggu (15/12).

Dia mengatakan, sejak pertama bencana semua dinas sudah berkontribusi tetapi bencana terjadi beruntun dan masyarakat terdampak sangat banyak sehingga stok habis.

Saat ini katanya, digudang posko bencana yang tersisa hanya pakaian layak pakai selebihnya sudah habis.

Dia mengatakan, saat ini stok sembako digudang milik Dinas Sosial sudah habis dan sudah diminta lagi ke Provinsi dengan harapan Senin 16/12 sudah datang.

“Stok di gudang sudah habis dan kami sudah meminta tambahan beras serta sembako lainnya ke Provinsi maupun Bulog,” katanya.

Dia menjelaskan, pemerintah berencana membuka posko bencana di Lubuk Ulang Aling karena lokasinya terlalu jauh dari posko saat ini.

“Sekarang Kepala Dinas Sosial sedang di Lubuk Ulang Aling dan tidak bisa dihubungi, setelah pulang akan dibahas tentang pendirian posko disana,” ujarnya.

Untuk Lubuk Ulang Aling katanya, pada Sabtu sudah disalurkan berbagai bantuan dan pengantarannya dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman.

Berdasarkan data BPBD banjir yang melanda Solok Selatan sebanyak 1.655 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 5.571 orang terdampak yang tersebar di empat Kecamatan.

Warga yang paling banyak terdampak banjir berada di Kecamatan Sungai Pagu yaitu sebanyak 1.333 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 4.780 orang akibat luapan sungai Batang Suliti dan Batang Bangko.

Selanjutnya di Kecamatan Sangir Batang Hari sebanyak 310 kepala keluarga dengan 748 jiwa yang terdampak banjir akibat luapan sungai Batang Hari.

Seterusnya di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh sebanyak 12 kepala keluarga dengan 43 jiwa serta di Pauah Duo satu Balita hanyut.

Sedangkan untuk bangunan 1.505 rumah warga terendam banjir dimana satu unit rusak ringan dan 15 rusak berat. red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sekjen PBB Kutuk Keras Gugurnya Penjaga Perdamaian Indonesia di Lebanon
PLN UID Sumatera Utara Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penandatanganan SPJBTL Dan MoU, Tambah Daya 49,99 MVA Dari Sektor Industri Dan Akademik
Pastikan Keselamatan Penerbangan, Polresta Deli Serdang Tes Urine Kepada Awak Kabin Garuda Indonesia*
Melalui Medan Untuk Semua, Wali Kota Medan Buka Peluang Emas Investor India Masuk ke Medan
Kemenko PM : Kasus Amsal Sitepu Adalah Alarm Keras bagi Masa Depan Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia
Rektor UNPAB Ajak Perkuat Kebersamaan di Halal Bihalal YPSA 1447 H
komentar
beritaTerbaru