SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution: Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
kota
Wamena | SUMUT24
Baca Juga:
- SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution: Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
- Wabup Madina Sidak Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Atika: Jangan Bagus Hanya Saat Dikunjungi!
- Wabup Atika Lepas 133 Jamaah Manasik Haji Bank Sumut, Pesan Tegas: Fokus Ibadah, Bukan Media Sosial!
Kegiatan Mewarnai Gambar Burung Garuda dengan peserta terbanyak mencapai 22.205 Siswa-Siswi tingkat TK, SD dan SMP dari berbagai Kabupaten yang ada di Provinsi Papua, Jumat (8/12) di Stadion Pendidikan, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provisinsi Papua. Kegitan mewarnai ini digagas Kodam XVII/Cenderawasih bermitra dengan PT Faber-Castell International Indonesia.
Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia, Yandramin Halim kepada wartawan, Kamis (14/12) mengungkapkan, Faber-Castell mendukung usaha Kodam XVII Cenderawasih dan berbagai pihak lainnya untuk menyebarkan pesan keimanan Natal 2017 dalam bingkai NKRI. Salah satunya melalui kegiatan mewarnai Garuda Pancasila oleh 22,205 siswa-siswi tingkat TK, SD, SLTP yang tersebar di beberapa Kabupaten di Provinsi Papua. Dalam kegiatan mewarnai ini, diantaranya menggunakan Connector pen Faber-Castell.
Lebih lanjut dikatakan Yandramin Halim, Faber-Castell sejak lebih dari 15 tahun selalu mempopulerkan kegiatan mewarnai dan menggambar sebagai kegiatan untuk mengasah kreatifitas anak, seni dan relaksasi di kalangan dewasa serta mempertahankan ketajaman pikiran di kalangan manula.
“Kegiatan mewarnai dan menggambar ini juga bersifat universal untuk semua profesi, tingkat ekonomi dan sebaran geografi, hal ini sesuai kampanye kami, #Art4All,” tambah Halim.
Sementara itu, Panitia Kegiatan yang juga menjabat Aster Kodam XVII/ Cenderawasih, Kolonel Kav. Edward Sitorus mengatakan, mekanisme kegiatan ini dimulai dengan pendistribusian artwork Gambar Burung Garuda ke seluruh sekolah-sekolah yang terletak di Kabupaten-Kabupaten. Pada 1 Desember 2017, kegiatan mewarnai seretak diadakan di sekolah-sekolah tersebut.
“Adapun hasil dari pelaksanaan mewarnai 1 Desember tersebut, terkumpul sebanyak 17.205 buah hasil karya anak-anak dari provinsi Papua. Pada 8 Desember, sebagai puncak acara, sebanyak 17.205 karya mewarnai Burung Garuda dikumpulkan dan selanjutnya dirangkai bersamaan dengan 5.000 karya lainnya yang meruapakan hasil karya anak-anak di Kabupaten Jayawijaya, menjadi replika Burung Garuda raksasa,” ujar Kolonel Kav. Edward Sitorus.
Lebih lanjut dikatakannya, dengan mewarnai gambar lambang Burung Garuda, diharapkan anak-anak dapat memaknai Pancasila sebagai Idiologi Negara yang merupakan anugrah dari Tuhan YME sebagai pemersatu seluruh anak bangsa yang terdiri dari beragam suku bangsa.
“Pancasila sebagai azas NKRI, diharapakan dapat terpatri dalam diri generasi muda untuk terus mau belajar. Kemudian maju mengembangkan potensi diri membangun Indonesia yang semakin hebat,” tutup Kol. Edward itorus. (R03/rel)
SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
kota
Wabup Madina Sidak Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Atika Jangan Bagus Hanya Saat Dikunjungi!
kota
Wabup Atika Lepas 133 Jamaah Manasik Haji Bank Sumut, Pesan Tegas Fokus Ibadah, Bukan Media Sosial!
kota
Bupati Padang Lawas Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan
kota
Pasien RSH Terpaksa Amputasi, Direktur RS Permata Madina Fokus Hadapi Somasi
kota
Respons Cepat! Polres Padangsidimpuan Dalami Kasus Penemuan Mayat &ldquoBoru Limbong&rdquo di Aek Tampang
kota
Gaspol Transparansi! Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Serahkan LKPD 2025 ke BPK
kota
LPA Sumut Kecam Dugaan Malapraktik di RS Permata Madina, Tangan Bocah Diamputasi &ldquoPasien Datang untuk Sembuh, Bukan Cacat!&rdquo
kota
Kapolres Tapsel Bersinergi dengan JMSI Tabagsel, AKBP Yon Edi Winara Media Mitra Strategis Jaga Kamtibmas
kota
Kisah Pilu Dimas di Barumun, Niat Merantau Berakhir Tragis di Kamar Mandi Rumah Makan
kota