PPMDH TPI Medan Gelar Pesta Kuliner Kemerdekaan, Santri Diajak Jadi Generasi Penerus Bangsa
PPMDH TPI Medan Gelar Pesta Kuliner Kemerdekaan, Santri Diajak Jadi Generasi Penerus Bangsa
kota
Jakarta | SUMUT24
Baca Juga:
Keluarga Wayan Mirna Salihin tidak puas dan kecewa dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap Jessica Kumala Wongso, yaitu 20 tahun penjara. Keluarga berharap hukuman Jessica diperberat.
“Pokoknya saya ingin keadilan dengan kakak saya, kalau bisa dihukum mati,” ucap Sandy, kembaran Wayan Mirna Salihin sambil menangis saat jumpa pers di Panin Tower Sudirman lantai 1, Jakarta Selatan, Kamis (6/10).
Jumpa pers tersebut dihadiri suami Mirna yaitu Arief Sumarko, tante Mirna yakni Rose, sepupu Mirna bernama Yongki, dan ibu kandung Mirna, Ni Ketut Sianti.
Tante Mirna, Rose mengatakan, pihak keluarga masih belum terima atas kematian Mirna. Sebab, menurut dia, pembunuhan dengan kopi sianida yang dilakukan Jessica Kumala Wongso sangat kejam.
“Kami dari keluarga tidak pernah menerima kematian Mirna dan ini adalah pembunuhan yang kejam dan keji,” ujar Rose.
Rose percaya 100 persen, tak ada tersangka lain yang patut dicurigai selain Jessica. Ia juga mengingatkan Jessica agar tidak menyebarkan berita kebohongan lagi. “Siapa sih yang tidak emosi, kalau anaknya dibunuh dengan keji,” kata dia.
Sementara itu, sepupu Jessica, Yongki mengucapkan terimakasih kepada jaksa yang telah menuntut Jessica dan juga pihak kepolisian, serta saksi-saksi yang telah membuat segala sesuatu terang pada akhirnya.
Namun, kata dia, keluarga masih berharap agar Majelis Hakim memberikan hukuman lebih berat kepada Jessica. “Kami hari ini ingin menyampaikan kepada majelis hakim agar meningkatkan hukuman mati atau maksimal seumur hidup,” Yongki menjelaskan.
Jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutan kepada terdakwa pembunuh Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso dengan hukuman penjara 20 tahun. Menurut Ketua JPU Ardito, tuntutan 20 tahun sudah sesuai, serta merupakan hukuman yang maksimal.
Pembacaan tuntutan terhadap Jessica disampaikan jaksa Melanie. Menurut jaksa, ada lima hal yang memberatkan Jessica Wongso.
“Pertama meninggalnya korban telah menyebabkan kepedihan mendalam terhadap keluarga. Kedua perencanaan terdakwa dilakukan secara matang, sehingga terlihat keteguhan,” ucap Melanie di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu malam, 5 Oktober 2016.
Hal ketiga yang memberatkan adalah perbuatan Jessica dinilai sangat keji. Sebab, Jessica melakukannya terhadap temannya sendiri.
“Keempat perbuatan tergolong sadis karena tak langsung membunuh, tetapi membuat korban tersiksa,” ia memaparkan.
“Kelima saudara terdakwa dalam pemeriksaan berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya. Sementara tidak ada hal-hal yang meringankan,” jaksa Melanie menjelaskan. Suami Mirna: Saya Kecewa Sekali Jessica Dituntut 20 Tahun Penjara
Keluarga Wayan Mirna Salihin kecewa dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Jessica Kumala Wongso dengan pidana penjara 20 tahun. Tuntutan jaksa tersebut dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (5/10) kemarin. “Saya tidak puas dan kecewa sekali,” ujar suami Wayan Mirna Salihin, Arief Soemarko, sambil terisak, kemarin (6/10).
Arief menyebut, keluarga tidak merasa puas dengan tuntutan tersebut. Sebab, akibat perbuatan Jessica, Mirna meninggal.
“Pemutaran balik fakta yang luar biasa menurut saya. Karena kami keluarga tidak pernah merasa puas, karena Mirna hilang. Enggak bisa balik lagi,” kata dia.
Dia meminta agar Jessica dihukum seberat-beratnya. Selain itu, hukuman berat terhadap Jessica untuk mencegah tindakan serupa tidak terjadi pada orang lain.
“Bagaimana ini kalau terjadi dengan orang lain. Di mana hati nurani kalian? Kita sedih, yang jelas kita selalu di sisi Mirna, kita semua sayang Mirna,” kata Arief.
Arief mengungkapkan, telah mengenal Mirna sejak 2006. Mereka menjalin kasih hingga 8 tahun lamanya hingga akhirnya menikah. Kisah perjalanan cintanya dengan Mirna banyak membuat dia berubah lebih baik.
“Kepergian dia ini kita baru sebulan lebih menikah. Perginya dia ini menyayat hati apalagi yang ngelakuinnya itu temannya,” kata Arief.
Dia mengatakan, tidak menyangka nasib tragis akan dialami oleh istrinya. Sebab, dia sendiri yang mengantar Mirna ke Kafe Olivier di Grand Indonesia pada 6 Januari 2016 untuk bertemu Jessica dan Hani.
“Saya sendiri yang anter dan bilang akan jemput. Enggak nyangka dapat telepon yang seperti itu. Sampai sekarang kata-kata Hani masih teringat, waktu jemput itu masih ada ekspresinya, enggak ke hapus. Saya enggak mau balik ke waktu itu karena itu sangat menyakitkan bagi saya,” kata Arief. (int)
PPMDH TPI Medan Gelar Pesta Kuliner Kemerdekaan, Santri Diajak Jadi Generasi Penerus Bangsa
kota
Di India Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggungjawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
News
Momen Kebangsaan Jokowi, Prabowo dan Gibran dalam Satu Bingkai
News
Medan sumut24.co Kemeriahan dan gelak tawa mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggara
kota
HUT RI ke81, Pemkab Solok Gelar Beragam Lomba AntarOPD
kota
Resmi Peroleh SKT di Kesbangpol Sumut, Ketua DPW FP NTT Kami Siap Berkolaborasi
News
Polda Sumut Berangkatkan 25 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap Pertama untuk Korban Gempa NTT
kota
Wayang &ldquoAbiyasa Madeg Brahmana&rdquo Tandai Purna Tugas Prof. Dr. Lasiyo di Fakultas Filsafat UGM
kota
Spanduk &ldquoIrsyadi dan KroniKroninya Kuasai Pemerintah Aceh&rdquo Muncul di Simpang Surabaya
News
Medan sumut24.co Semangat dan semarak kemerdekaan Indonesia tahun ini turut hadir dalam perkembangan mobilitas masa depan. Di tengah momen
Ekbis