MKM Bangun Kerjasama Budaya Dengan Penang

78

Pulau Pinang, Majelis Kesenian Medan (MKM) bersepakat dengan Persatuan Penulis Negeri Pulau Pinang (2PNP) dan Dewan Bahasa & Pustaka (DBP) Wilayah Utara untuk merancang sebuah kegiatan budaya bersama Kota Medan dan Penang yang dilakukan secara bergantian.

Demikian hasil diskusi antara MKM, 2PNP dan DBP Wil. Utara, di Gedung DBP Wil. Utara, Bandar Perda Bukit Mertajam, Seberang Perai, Pulau Pinang, kemarin siang.

Diskusi dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan MKM ke Pulang Pinang. Tim MKM terdiri dari Choking Susilo Sakeh, Arie F Batubara, Jaya Arjuna, Yoserizal Firdaus dan Zaidan BS. Turut serta Ketua Dewan Kesenian Medan (DKM), serta Sekdisbud Medan Parulian Pasaribu serta beberapa staf.

Di awal perbincangan, Ketua MKM Choking Susilo Sakeh, memaparkan bahwa selama ini telah terjalin beberapa kegiatan sastra antara Sumatera bagian Utara -Malaysia bagian Utara-Thailand bagian Selatan seiring terbangunnya kerjasama IMTGT beberapa tahun lalu.

Kegiatan bertajuk “Dialog Utara” yang berupa pertemuan sastra itu, belakangan ini tersendat karena krisis ekonomi. Selain itu, ada juga kegiatan seni bertajuk “Dialog Sempadan”, kerjasama 2PNP dengan sebuah universitas negeri di Medan.

“Bagaimana kalau kita rancang sebuah kegiatan budaya kota kembar Medan-Penang, yang kita laksanakan secara rutin dan bergantian,” ajak Choking.
Ajakan itu disambut positip oleh 2PNP dan DBP Wil. Utara. Ketua 2PNP, Dato’ Hj. Anuar Ahmad, menyatakan siap menindaklanjuti gagasan ini.

Menurutnya, hubungan budaya Pulau Pinang dan Medan sudah terjalin baik sejak ratusan tahun lalu. Apalagi, “Kami punya bukti kuat, bahwa yang pertama kali membuka Pulau Pinang berasal dari Batubara,” ujar Dato’ Anuar.

Karenanya, kata Dato’ Anwar, harus ada upaya terus menerus untuk mempertahankan hubungan budaya Pulau Pinang dengan Tanah Deli. “Pesta budaya Medan-Penang bisa menjadi bagian dari upaya tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Timbalan DBP Wil. Utara, Cik Sharrul Rizal bin Hasyim, mendukung penuh gagasan ini. Dia menyarankan, sebaiknya bisa melibatkan kementrian Pelancongan di kedua negara.

Gagasan positip ini juga didukung oleh Sekdisbud Medan dan DKM. Ketua DKM, Rianto Ahgly SH yang lebih di kenal Anto Geng ini, berharap kegiatan bisa dimulai pada tahun depan di Medan. “Seniman dan budayawan Medan pasti siap mensukseskan acara ini,” ujar Anto Geng. (Rel)

Loading...