Miswati Sepelekan Wartawan Setelah Berhasil Masuk Sebagai Cakades Sidomulyo

 

ASAHAN I SUMUT24.co

Miswati yang merupakan Calon Kepala Desa Sidomulyo kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan, yang sempat digugurkan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sidomulyo, akhirnya bisa ikut maju sebagai Cakades Sidomulyo dengan nomor urut 3 saat pencabutan nomor peserta Cakades.

Namun sepertinya Miswati lupa jika dibalik LBH POSPERA Asahan ada peran besar para awak Media yang dengan gigih untuk terus menyuarakan adanya dugaan kecurangan yang dilakukan Panitia Pilkades, bahkan gagalnya aksi unjuk rasa DEMA POSPERA Asahan pun tidak luput dari pantauan awak Media hingga para wartawan yang bergabung di DPC AWPI Asahan bergerak ke kantor LBH POSPERA Asahan untuk mempertanyakan kenapa dan ada apa Aksi DEMA POSPERA Asahan gagal.

Saat itu Supri Agus selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Propesional Indonesia (DPC.AWPI) Kabupaten Asahan bertanya Kepada Fajar Ritonga selaku ketua DEMA POSPERA Asahan pada Hari Senin, 25 Juli 2022 di Kantor Sekretariat, di Komplek Perumahan DL Sitorus, Jalinsum Kisaran.

“Kami hadir dikantor abang sehubungan gagalnya Aksi Unjuk Rasa yang rencananya akan diadakan DEMA POSPERA Asahan ini hari, mengingat sudah ada korban atau orang yang dirugikan dari kecurangan Panitia Pilkades Sidomulyo,” ujar Ketua DPC AWPI Asahan.

Mendapat pertanyaan para awak Media, saat itu Fajar Ritonga memberikan jawaban dengan mengatakan , “Tadi pagi massa sudah ada sebanyak 30 orang yang kumpul di kantor kita, namun karena pihak PMD sudah melakukan mediasi dengan kami, dan kesepakatan juga sudah kita buat dengan meloloskan Ibu Miswati sebagai calon kepala Desa Sidomulyo, dan menggugurkan Andi Siswanto,” ungkap Fajar Ritonga.

Selanjutnya pada hari selasa 26 Juli 2022 pukul 15.00 WIB awak Media dari GlobalInvestigasiNews.COM, NKRIPos.CO, INews.COM, Sumut 24.co, SKN Bidik Indonesia, SudutPandang.COM dan Rakyatterkini COM, bergerak ke kantor PMD setelah mendapatkan informasi melalui telpon dari Miswati kepada Agung Eri (NKRIPos), dalam percakapan Miswati mengatakan, “ini saya dikantor Desa pak, katanya sih mau cabut nomor namun sampai sekarang belum juga dilaksanakan pencabutan nomornya, pihak kecamatan tidak berani kalau belum ada surat terbaru dari PMD, dan kabarnya ada pihak yang masih meributkan aku ini pak gak tahu siapa,” ucap Miswati dari balik telepon.

Setelah sampai di kantor PMD para awak Media tidak bisa masuk ke dalam ruangan, sehingga Sekjen DPC AWPI Asahan Tecy Septerio Smjk langsung kontak Kadis PMD untuk bertanya tentang keterlambatannya Surat Keputusan dari PMD untuk panitia pelaksana pemilihan Kepala Desa Sidomulyo, dan bertanya apakah Miswati masuk dalam bursa Cakades Sidomulyo, dan via telpon pak Kadis menjawab jika surat baru saja selesai dan segera dikirim dan membenarkan jika salah satu cakades Sidomulyo adalah Miswati.

Malam harinya dihari yang sama Selasa 26 Juli 2022 sekira pukul 21.00 wib Miswati mengabari awak Media dengan mengatakan “Alhamdulillah jam 17.00 wib tadi saya sudah ikut melakukan pencabutan nomor sebagai Cakades Sidomulyo dan mendapatkan nomor 3,” ucap Miswati melalui pesan WhatsApp.

Mendapat informasi jika orang yang sudah disuarakan perjuangannya lewat pemberitaan, para awak Media yang bergabung di AWPI pun langsung memberitakan tentang berhasilnya Miswati untuk maju sebagai Cakades Sidomulyo.

Namun setelah berhasil masuk ke bursa pencalonan Kepala Desa Sidomulyo, Miswati terkesan sepele dengan para awak Media yang telah memperjuangkan haknya, terbukti setelah membuat janji untuk ketemu di Kota Kisaran, Miswati malah pilih ketemu dengan orang lain dan dengan sombongnya mengatakan, “Maaf ya bang, aku enggak kenal sama abang, ini aku kebetulan ke kota kebetulan aku sibuk masalah pilkades,” ucap Miswati.

Terkait sifat dari cakades Sidomulyo yang bernama Miswati dengan nomor 3 yang terkesan sombong, Sekjen DPC AWPI Asahan Tecy Septerio Smjk mengatakan, “ini baru jadi calon saja sudah sombong dan Sepelekan Wartawan, belum juga jadi pejabat saja sudah lupa dengan janjinya dan orang yang sudah berbuat denganya, bagaimana nanti jika memang dan jadi kepala Desa???,” ungkap Tecy Septerio Smjk.
(tim).