Miswati Akhirnya Ikut Pencabutan Nomor Cakades Setelah Digugurkan Panitia Pilkades Sidomulyo

 

ASAHAN I SUMUT24.co

Miswati Calon Kepala Desa (Cakades) Sidomulyo, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, yang sebelumnya telah dinyatakan gugur untuk maju karena memperoleh penilaian dengan urutan ke 6 dari 8 peserta yang maju di pencalonan Cakades Sidomulyo akhirnya dipanggil Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) untuk ikut proses pencabutan nomor urut peserta Cakades Sidomulyo pada hari Selasa (26/07/2022) Sekitar pukul 17.00 Wib.

Kepada awak Media, Miswati mengucapkan terima atas sport dan dukungannya karena sudah ikut mendampingi usahanya untuk menuntut haknya yang telah di curangi.

“Syukur Alhamdulillah bang, tadi sekitar jam 17.00 WIB saya sudah dipanggil panitia Pilkades Sidomulyo untuk mengikuti proses pencabutan nomor peserta, dan Alhamdulillah dalam pencabutan nomor saya memperoleh nomor urut 3, mudah-mudahan dengan nomor 3 ini bisa menghantarkan saya ke kursi Kepala Desa Sidomulyo, mohon dukungannya terus yah abang-abang wartawan,” ucap Miswati melalui pesawat telepon.

Terkait berhasilnya Miswati untuk maju sebagai Cakades Sidomulyo tidak terlepas dari kegigihan Miswati yang memperjuangkan sebuah kebenaran setelah merasa dicurangi, sehingga Miswati menggandeng LBH POSPERA Asahan sebagai kuasa hukumnya untuk menuntut haknya mengingat salah satu Cakades yang dinyatakan lolos oleh Panitia ada yang menggunakan Surat Keputusan Pergantian Antar Waktu (SK PAW) yang diduga palsu, yang menyatakan Andi Siswanto sebagai Pengurus BPD Desa Piasa Ulu priode 2014 sd 2018 yang ditandatangani oleh Abdul Rauf Fadilla tertanggal 20 November 2014.

Dan ramainya awak Media di kabupaten Asahan baik wartawan cetak dan online yang ikut menaikkan pemberitaan hasil konferensi Pers yang diadakan LBH POSPERA Asahan dengan juru bicara Fajar Ritonga, dan LBH POSPERA Asahan sempat akan mengadakan aksi di Kantor PMD Asahan pada hari senin 25 Juli 2022 kemarin, namun Aksi LBH POSPERA Asahan tidak terlaksana setelah ada kesepakatan melalui mediasi.

Mengutip keterangan Fajar Ritonga terkait gagalnya aksi unjuk rasa LBH POSPERA Asahan ke Kantor PMD Asahan, “Aksi kami batalkan karena pihak PMD sudah membatalkan atau menggugurkan Cakades yang berada dirangking 5 atas nama Andi Siswanto, dan menaikkan Miswati dari rangking 6 ke rangking 5, artinya klien kami atas nama Miswati sudah berhak mengikuti jalanya proses pencalonan Cakades di Sidomulyo, jadi kita tidak perlu lanjut untuk aksi karena poin-poin yang akan kami ajukan sudah dikabulkan pihak PMD,” ucap Fajar Ritonga.

Akhirnya awak Media mengucapkan selamat berjuang terus kepada Miswati, semoga bisa terus melaju hingga menduduki kursi Kepala Desa Sidomulyo, dan kepada pihak terkait khususnya pihak Aparat Penegak Hukum di kabupaten Asahan kiranya bisa mengambil sikap dan tindakan tegas terhadap bentuk-bentuk pelanggaran hukum yang sudah terjadi, mungkin masih banyak kasus yang sama di kabupaten Asahan dalam proses Pilkades. (tec)