Militer Filipina v Teroris, 10 WNI Disandera Selamat

0
1027

Jakarta-SUMUT24

Sebanyak 18 Tentara Militer Filipina tewas. Sedangkan lima teroris dari kelompok Abu Sayyaf tewas dalam operasi militer di Basilan, Filipina. 10 WNI yang ikut ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf diketahui tidak berada di Basilan.

“Selama ini informasi yang diterima, 10 WNI yang disandera tidak terindikasi bahwa mereka berada di lokasi sekitar Basilan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Armanata Natsir, Minggu (10/4).

Armanata juga mengatakan, pemerintah Indonesia telah mengetahui adanya bentrok senjata dengan kelompok Abu Sayyaf di Basilan pada Sabtu (9/4) lalu. “Kami mengetahui dari media,” ucapnya.

Sebelumnya, pasukan Filipina tengah melakukan pengejaran terhadap kelompok Abu Sayyaf di wilayah Basilan dan sekitar wilayah Joso Islands selama dua pekan terakhir untuk membebasan 18 sandera asing yang disandera.

Berdasarkan keterangan dari juru bicara militer Filipina Mayor Filemon Tan bahwa sekitar 120 milisi Abu Sayyaf terlibat kontak senjata dengan pasukan militer Filipina. Kontak senjata terjadi mulai pada pukul 07.00 pagi waktu setempat hingga pukul 17.00.

RI Tak Bisa Kirim Pasukan ke Filipina

Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti menyatakan Indonesia mempercayakan pembebasan 10 warga Indonesia yang disandera kelompok ekstremis Abu Sayyaf di Filipina. Pasalnya, dalam konstitusi Filipina negara lain tidak diizinkan melakukan operasi militer di negaranya.

“Dari kemarin sudah disampaikan tidak memungkinkan oleh melakukan aksi di wilayah teritorial Filipina,” katanya di sela-sela acara pameran ‘Together We Can Turn Back Crime’ di pusat perbelanjaan Gandaria City Jakarta, kemarin.

Dikataknnya, Indonesia hanya bisa berkoordinasi dan siap mengirim perwakilan jika sewaktu-waktu diminta. “Tentu masih berusaha juga. Kami hanya sebatas mengoordinasikan. Kalau toh nanti diminta observer dari kami mungkin kami bisa mengirimkan, tetapi kalau pasukannya itu secara konstitusi tak memungkinkan,” ujarnya.

Kendati demikian, ia juga menegaskan bahwa Indonesia juga tidak ikut campur dalam hal tebusan. Badrodin berharap pemerintah Filipina dapat membebaskan dan memulangkan 10 WNI itu dalam keadaan selamat ke Tanah Air.

Kesepuluh WNI yang disandera merupakan ABK kapal Brahma 12 yang membawa batubara sebanyak 209 ton. (int)