Migrasi Ke ASO, Masyarakat Perlu di Edukasi

Medan I Sumut24.co
Migrasi dari TV Analog ke TV Digital atau Analog Switch Off (ASO) merupakan hal yang perlu didukung dan dicermati segenap masyarakat Indonesia, makanya berbagai stakeholder perlu sosialisasi serta mengedukasi masyarakat agar peralihan tersebut dapat sukses sebagaimana harapan kita bersama, ucap Pengamat Sosial Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Shohibul Anshor Siregar ketika diminta tanggapannya soal Migrasi TV Analog ke TV Digital atau ASO kepada Sumut24.co, Minggu (19/6).

Menurut Dosen Fisipol itu, Sesuai perkembangan iptek mutasi itu adalah sebuah keniscayaan belaka. Tetapi konsekuensi permodalan untuk pembaharuan perangkat sangat tak mungkin dihindari.

Selain itu adaptasi rakyat juga jadi masalah karena mereka memerlukan pengadaan perangkat baru penangkap siaran yang lazim disebut set top box dan itu berbiaya.

Beberapa tahun lalu sewaktu TVRI terganggu siarannya karena berdirinya sebuah bangunan tinggi dekat lokasi studio, saya sarankan agar mengambil ancang-ancang untuk beralih ke digital. Waktu itu data menunjukkan di daerah-daerah Indonesia Timur yang kepulauannya tersebar sudah mulai menerapkan.

Sosialisasi diperlukan dan tv yang ada tak akan dapat menghindar dari konsekuensi pendanaan.

Persebaran siaran televisi (TV) di Indonesia terhitung cukup sulit. Gambaran itu dapat terlihat pada kawasan Indonesia yang banyak berbukit, hutan, dataran tinggi serta gedung-gedung pencakar langit,ucapnya.

Wilayah Sumatera Utara tersebar luas. Banyaknya gunung, bukit, dan lembah, serta populasi yang tidak merata membuat sinyal penyiaran tidak mudah tertangkap.

Sementara itu, TV masih menjadi sumber informasi utama bagi 98 persen penduduk Indonesia.

Untuk itu, dalam program peralihan siaran TV analog ke TV digital di seluruh wilayah Indonesia kerja sama pemerintah dan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan.

Undang-undang No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja mengamanatkan 2 November 2022 sebagai batas akhir peralihan TV analog ke TV digital.

Diketahui, Diperkirakan mulai 25 Agustus 2022, ada terdapat 6 (Enam) daerah di Provinsi Sumatera Utara, akan dilakukan penghentian siaran TV analog sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan, Ucap PLT Kadiskominfo Sumut Kaiman Turnip kepada Wartawan, kemarin.

Menurut Mantan PJ Bupati Pakpak itu, Bahwa, Migrasi dari TV Analog ke TV Digital merupakan program pemerintah melalui kementerian Kominfo bekerjasama dengan stakeholder, makanya saat ini sangat kita dukung dan apresiasi Kemen Kominfo yang terus mensosialisasikan peralihan TV Analog tersebut. Makanya kita berharap masyarakat mendukung migrasi tersebut, ucapnya.
“Sebelumnya juga telah diberhentikan siaran TV Analog seperti di daerah Sumut, yakni, Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara Kota Pematangsiantar, Kota Tanjung Balai, ucapnya.

Seperti diketahui, Pemerintah berencana melakukan migrasi dari TV analog ke digital mulai April 2022 . Ada beberapa alasan mengapa kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kominfo. Berikut adalah beberapa alasan kenapa harus migrasi ke TV digital.

Rencana pemerintah untuk migrasi ke TV digital tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran, (PM Kominfo 6/2021).

Rencananya program akan dilakukan dalam 3 tahap yakni April, Agustus, dan November 2022. Di tahap akhir diharapkan semua siaran televisi sudah beralih ke digital dan bisa dinikmati oleh masyarakat.

Peralihan siaran TV Analog ke siaran TV Digital semakin digaungkan. Sebab, masyarakat bisa mendapatkan banyak keuntungan dengan beralih ke TV digital. Secara bertahap, pemerintah akan melakukan migrasi siaran TV digital dan menghentikan siaran TV analog.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) pun telah merancang proses peralihan menuju TV Digital menjadi tiga tahap dengan mempertimbangkan rujukan standar yang ditetapkan International Telecommunication Union (ITU). Di antaranya sesuai kondisi geografis, luas wilayah, keterbatasan frekuensi radio dan kemampuan teknologi siaran digital.

Melalui webinar Sosialisasi TV Digital dengan Tema “Dukung Migrasi TV Digital Indonesia” pada awal September lalu, Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika Kominfo, Geryantika Kurnia, pun mengungkapkan waktu peralihan menuju TV digital. Tahap pertama pemberhentian siaran TV Analog akan dilakukan pada 30 April 2022, dilanjutkan tahap kedua pada 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga pada 2 November 2022.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri No. 11/2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 6/2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, juga mengatakan, masyarakat perbatasan akan diprioritaskan saat proses migrasi ini. “Bila tidak menggunakan sistem siaran digital, maka masyarakat di daerah perbatasan kurang dapat menikmati tayangan TV nasional. Lebih menikmati siaran TV negara tetangga karena lebih jernih. Kalau beralih ke TV digital, otomatis akan menikmati siaran TV nasional,” kata Agung.

Cara Beralih ke TV Digital

Peralihan dari siaran TV Analog ke siaran TV Digital tetap menggunakan antena UHF, jadi antena yang selama ini digunakan untuk menangkap sinyal TV analog tetap dapat digunakan. Selain itu Geryantika mengatakan, beralihnya ke siaran TV digital ini Free to Air (FTA) atau masyarakat tidak perlu membayar biaya langganan seperti layaknya siaran berbayar.

Tetap gratis sebagaimana menonton siaran TV analog, hanya bedanya sekarang kualitasnya digital. “Masyarakat bisa menonton gratis seperti TV saat ini, hanya bedanya dulu analog sekarang digital,” ungkap Geryantika.

Begitu pula dengan pesawat televisi yang digunakan, masyarakat tidak perlu mengganti perangkat tersebut. Dalam dialog di salah satu stasiun televisi pada Kamis, (7/7), yang terpenting menurut Geryantika adalah masyarakat memperhatikan kondisi televisi di rumah masing-masing.

“Masyarakat harus mulai melakukan pengecekan televisi masing-masing saat ini, apakah TV mereka sudah siap menerima siaran digital atau tidak. Kalau sudah siap otomatis siaran langsung diterima,” papar Geryantika

Bila pesawat televisi analog lama di rumah Anda belum bisa langsung menangkap siaran TV digital, maka perlu alat bantu untuk menonton siaran TV Digital. Alat bantu tersebut bernama Set Top Box (STB), yaitu semacam converter yang berfungsi mengubah sinyal TV digital sehingga TV Analog bisa membacanya.

Bagi rumah tangga miskin, pemerintah akan menyediakan bantuan STB. “Kita akan koordinasi dengan Kementerian Sosial, data dari sana, yang biasa mendapatkan BLT dan punya TV yang akan diberikan bantuan STB. Yang penting sekarang kita sosialisasikan tidak ada lagi keraguan dengan TV Digital ini,” pungkas Geryantika.

Sedangkan bagi masyarakat yang mampu tentu didorong untuk segera beralih. Pemerintah juga akan terus mempermudah migrasi ke TV Digital dengan mendorong ketersediaan STB.

Produksi STB dibuat masif sehingga harga STB semakin terjangkau. Saat ini, STB sudah tersebar di seluruh Indonesia. Masyarakat bisa mendapatkannya melalui toko elektronik sekitar tempat tinggal atau di toko online/marketplace.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.red2