Menjegal Calon Lain, Muscab PSSI Gayo Lues Tertutup Ke Publik

134
GAYO LUES | SUMUT24.co
Musyawarah Cabang (Muscab) Persatuan Sepak Bila Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Gayo Lues dalam memilih Ketua dan Pengurus PSSI Priode 2019-2024, terkesan adanya main di belakang alias ditutup-tutupi ke ranah publik.
Hal ini terlihat tidak adanya informasi soal adanya Muscab untuk memilih pengurus yang baru kepada pihak media, dan untuk menjegal calon lain sebagai calon bursa Ketua Umum (Ketum) PSSI Cabang Gayo Lues kedepannya.
Terkait itu, Azhari Lubis sebagai pengamat sepakbola Gayo Lues menyangkan proses perekrutan calon ketua nya yang terkesan adanya dugaan paksakan untuk di menangi oleh kandidat tertentu.
“Seharusnya pihak pelaksana Muscab PSSI mempublikasikan ke media dan media informasi lainnya, bahwa di Gayo Lues akan dilaksanakan Muscab PSSI untuk memilih ketua dan pengurus yang baru, sehingga masyarakat dapat ikut serta berpartisipasi termasuk pimpinan klub sepakbola yang ada di Gayo Lues yang merupakan anggota PSGL maupun PSSI,” kata Azhari kepada Sumut24, Minggu (28/7/2019).
Masih Azhari, dengan sikap PSSI Gayo Lues yang kesannya menutupi seperti ini, ada upaya pihak tertentu yang berusaha untuk meloloskan diri menjadi ketua PSSI Gayo Lues dengan cara tidak transparan dan fair.
Akibatnya lanjut dijelaskan, Azhari hanya ada dua calon yang mulai muncul kepermukaan, hal ini tentunya sangat tidak baik bagi dialam demokrasi.
“Seharusnya calon jauh lebih banyak, sehingga akan diketahui apa visi dan misi setiap calon untuk memajukan sepak bola di Gayo Lues, janganlah bermain di belakang zaman sekarang hal itu tidak laku lagi, sebab masyarakat saat ini sudah cerdas” ungkap Azhari Lubis.
Beberapa tahun belakangan ini diterangkan Azhari, sepakbola di Gayo Lues belum punya prestasi, baik ditingkat Provinsi apalagi di liga Nasional. Gayo Lues dengan PSGL nya pernah masuk dalam Divisi Utama PSSI, sesama Tim Managernya Jakaria S Hut.
Namun setelah beliau mundur prestasi PSGL terus melorot, untuk itu PSSI Gayo Lues harus memiliki ketua dan pengurus yang mampu mengangkat kembali prestasi PSGL, jangan cuma bisa bicara saja tanpa bekerja dengan sungguh sungguh,serius dan fokus, serta mau berkorban dan tidak menjadikan PSSI sebagai sarana priuk nasinya.
Sebab sebut Azhari, ketika prestasi PSGL sudah dipuncak, menuju Profesional dan tidak boleh menggunakan APBK, disinilah peran dari ketua PSSI untuk mencari donatur bukan meninggalkan PSGL begitu saja, hal ini pernah terjadi dan jangan sampai terulang.
“Oleh karenanya, pemilik klub atau yang punya suara di Muscab PSSI wajib jeli untuk memilih ketua dan pengurus yang baru, agar sepakbola Gayo Lues kembali mengukir prestasi,” ungkap nya.
Azhari Lubis meminta kepada pihak pelaksana apakah itu Asprov PSSI Aceh maupun panitia daerah, untuk menunda Muscab dan memberikan kesempatan kepada calon lainnya untuk maju, dengan mempublikasikan agenda Muscab PSSI Gayo Lues.
Bahkan Azhari Lubis sempat mendengar selentingan bahwa ada oknum yang mencalonkan diri, mendatangi klub pemilik suara dengan meminta tanda tangan ketua Klub dengan alasan untuk peserta Liga Tarkam. Apakah ini benar ? tentunya akan kita telusuri, papar Azhari Lubis yang kerap ikut mendampingi PSGL saat di Divisi I PSSI untuk liputan pemberitaan.
Untuk menjaring calon ketua dan pengurus PSSI Gayo Lues sebaiknya Muscab PSSI itu, harus ditunda dan semua prosedur dan persyaratan calon harus dipenuhi. Sedangkan oknumĀ  yang mencalonkan diri sebagai kandidat ketua umum masih berstatus Pj Ketua pada PSSI Gayo Lues, tapi apakah tidak melanggar aturan sehingga bisa lolos menjadi kandidat ketua untuk bursa pemilihan, pungkas nya.(daud)
Loading...