Mei, Medan Inflasi 0,44 Persen

Medan | Sumut24

Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada Mei 2016 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. Hasil pemantauan Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara (BPS Sumut), pada bulan Mei Kota Medan mengalami inflasi sebesar 0,44 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut, Bismark S. Pardamean mengatakan, inflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 1,07 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,91 persen.

Kemudian untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen. Selanjutnya kelompok sandang sebesar 0,55 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,48 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi serta olahraga sebesar 0,06 persen.

“Untuk kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen,” kata Bismark, Rabu (1/6).

Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil ataupun sumbangan terhadap inflasi pada bulan Mei, Bismar menyebut, kelompok bahan makanan 0,25 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,15 persen, kelompok perumahan, air, gas dan bahan bakar 0,02 persen. Kelompok sandang 0,03 persen dan kelompok kesehatan 0,2 persen.

“Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi adalah kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,04 persen. Namun kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak memberikan andil untuk inflasi di Kota Medan,” pungkasnya.

Sementara jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Sumatera Utara melalui tiga pintu masuk pada bulan April 2016 mencapai 17.647 kunjungan. Jumlah tersebut tercatat menurun sebesar 13,15 persen.

Penurunan tersebut berdasarkan perbandingan yang datang pada bulan Maret 2016, yaitu mencapai 18.017 kunjungan. “Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2015, jumlah wisman di April 2016 turun sebesar 10,36 persen, yaitu dari 17.455 kunjungan pada April 2015, turun jadi 15.647 kunjungan,” kata Bismark.

Dijelaskannya, penurunan jumlah wisman pada April 2016 dibanding bulan sebelumnya terjadi di pintu masuk Bandar Udara Kuala Namu Internasional sebesar 15,58 persen, dan melalui pintu masuk Pelabuhan Laut Tanjungbalai Asahan turun 4,67 persen.

Sedangkan melalui pintu masuk Pelabuhan Laut Belawan, lanjut Bismark, mengalami kenaikan sebesar 7,48 persen. Secara kumulatif, selama Januari hingga April 2016 jumlah wisman yang berkunjung ke Sumut mencapai 64.504 kunjungan, yang berarti menurun 18,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2015.

“Persentase penurunan tertinggi terjadi di pintu masuk Bandar Idara Kuala Namu sebesar 20,71 persen dan melalui pintu masuk Pelabuhan Laut Belawan sebesar 8,10 persen, sedangkan dari pintu masuk Pelabuhan Laut Tanjungbalai naik 2,97 persen,” pungkasnya.(W04)