Mahyono Dan Julius Raja Disuruh Mundur, Pengurus PSMS Medan Mendadak Batalkan Temu Pers

0
2130

Medan | SUMUT24
Pengurus PSMS Medan membatalkan temu pers yang seyogianya dijadwalkan, Minggu (10/1) hari ini. Agenda temu pers terkait komposisi manajemen PSMS Medan saat ini.

Seperti diketahui puncak kekisruhan tatkala pengurus tim berjuluk Ayam Kinantan menetak kebijakan super kontroversial. Pertama, pelarangan peliputan media secara langsung atas seluruh kegiatan PSMS. Sumber pemberitaan mutlak dikeluarkan kesekretariatan pengurus PSMS.

Kedua, pemecatan Manajer PSMS Andry Mahyar Matondang. Pemecatan ini membuahkan kehebohan. Mayoritas kalangan suporter mengecam kebijakan Ketua PSMS dr Mahyono dan kawan-kawan. Betapa tidak, Andry Mahyar merupakan satu sosok di balik kesuksesan PSMS meraih prestise di ajang Piala Kemerdekaan.

Pembina PSMS, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi pun langsung merespons kekisruhan tersebut. dr Mahyono dibekukan dari lakonnya sebagai ketua umum dan pelaksana tugas diserahkan pada Freddy Hutabarat.

Tak kurang dari 24 jam, Andry Mahyar dikembalikan ke kursinya, Manajer PSMS.
Lantas apa yang membuat temu pers kali ini urung.

“Mohon maaf. Kita batal temu pers, karena perintahnya untuk cooling down dulu dan tdk jadi polemik, tolong di sampaikan ke teman teman dulu ya. Tq. King,” demikian layanan pesan singkat yang dikirimkan Sekretaris Umum PSMS Julius Raja.

Ketika dikonfirmasi, dr Mahyono, Ketua Umum PSMS ini mengaku tidak tahu menahu.”Belum tahu, rencana pembina yang akan menjelaskan,” katanya.

Kisruh manajemen PSMS masih belum berhenti. Kali ini suporter ikut-ikutan memanaskan kisruh tersebut. Ya, disela-sela laga uji coba PSMS kontra Gumarang FC di Stadion Teladan, Sabtu (9/1), terlihat spanduk yang menuntut Mahyono dan Julius Raja mundur di tribun penonton.

Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) sengaja membuat spanduk yang bertuliskan “Sudah terungkap siapa benar siapa salah. Kami tidak mau Mahyono dan King ada di PSMS”.

“Iya kami yang sengaja masang spanduk itu. Karena kami tidak suka ada mereka (Mahyono dan Julius Raja) di pengurus PSMS,” ujar ketua SMeCK Hooligan Lawren Simorangkir, pada wartawan Sabtu (9/1).

Selain itu suporter Kampak FC juga membuat spanduk yang bertuliskan “Turunkan Mahyono, keluarkan Julius Raja, kembalikan Andry Mahyar #Kampak”.

Kisruh berawal sikap manajer Andry Mahyar yang mengangkat wakil manajer tim. Kemudian muncul keputusan Ketua Umum PSMS Mahyono yang memecat Andry. Namun keputusan itu hanya berlaku sehari dan Andry dikembalikan sebagai manajer tim. (malaon)