LSM LEPAS Apresiasi Pada Nenek Nila  Peduli  Sampah

105

 

Percutseituan I  Sumut 24.co

Keberadaan Nenek Nila 62 Tahun yang memiliki 8 anak 17 cucu yang di tinggal mati suami Almarhum Daslam 5 tahun silam, tinggal di jalan Benteng Hilir Desa Bandar Khalifah Kec Percut Sei Tuan Kab Deli Serdang mendapat apresiasi dari Fungsionaris LSM Lentera Aspirasi Masyarakat (Lepas) Sumatra Utara Syamsul atas kepedulian nenek Nila untuk menangani sampah memakai uang pribadi padahal beliu untuk menyambung hidupnya dari hasil menjual daun pisang berpenghasilan Rp 60-70 ribu per hari ujar Syamsul di rumah nya jalan Tengku Rajamuda Lubuk Pakam Minggu (6/10).

Lanjut Syamsul, saya sangat miris sekali dengan kepedulian nenek Nila terhadap permasalahan sampah yang ada di Desa Bandar Khalifah. Kepekaan beliu pada sampah dan efek bau busuk yang menyengat setiap harinya patut kita beri apresiasi pada nenek 17 cucu itu. Sebab bukan saja karena beliu, tidak dapat honor dari aparatur pemerintah Desa maupun Kecamatan, tapi nenek Nila rela berkorban materi demi menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan nya.

Namun sebaliknya nenek yang masih menanggung biaya sekolah anak bungsunya bernama Mesi duduk di bangku SMA kelas 2 itu, alangkah berbanding terbalik dengan aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan yang di beri wewenang mengurusi sampah di Percut Sei Tuan. Mereka ( ASN), selain mendapat gaji pokok juga mendapat gaji tambahan penghasilan berupa tunjangan kinerja dari Pemerintah. Sementara nenek Nila mengeluarkan uang pribadi sebesar Rp 5 ribu untuk membeli ban bekas dan Rp 5 ribu lagi untuk membeli sapu lidi untuk membersihkan sampah.

Urai Syamsul lagi, mari kita hitung bersama, jikalau retribusi sampah di Desa Bandar Khalifah di kutip berkisar Rp 15 – 20 ribu dengan jumlah KK 18 ribu, maka PAD yang masuk ke kas daerah Pemkab DS sudah mencapai Rp 270 juta sampai dengan Rp 360 juta. Belum lagi Retribusi sampah dari Desa potensial lainnya. Anehnya PAD Kecamatan yang bersumber dari retribusi sampah kok bisa cuma Rp 36 juta. Kemana menyasar uang retribusi sampah itu, di kecamatan Percut Sei Tuan atau ke pimpinan yang lebih tinggi di atasnya.

Tambah Syamsul lagi, kurang peduli dengan tugas pokok dan fungsinya mereka lupa, bahwa gaji dan tunjangan kainnya yang mereka peroleh adalah berasal dari uang rakyat.oleh karenanya sebelum masalah ini lebih meluas lagi saya sebagai bagian komponen masyarakat Deli Serdang, meminta kepada Bupati DS jangan lengah, ini adalah tahun pertama Anshari sebagai Bupati DS di periode ke 2. Segera evaluasi kinerja staf dan Camat Percut Sei Tuan yang mereka orang orang kepercayaan Bupati, jikalau hal ini benar terjadi, berarti mereka telah ingkar dengan sumpah janji saat mereka di Lantik tegas Syamsul.

Terpisah Kadus 9 Desa Medan Estate Jhoni Lubis ketika di konfirmasi terkait retribusi sampah Sabtu (5/10) di rumahnya komplek Medan Estate Permai, warga kami bayar bervariasi antara Rp 20.000 – 30.000 per KK tergantung banyaknya sampah tiap KK.
Sampah di angkut pakai mobil sampah dari Kecamatan Percut Sei Tuan satu Minggu sekali. Dusun 9 dengan 350 KK sambung Jhoni, uang retrebusi sampah di kutip oleh Bowo supir angkut sampah setiap bulannya .(Hari’S)

Loading...