Ahrie Sonta Nasution Dipercaya Jadi Kadivkum Polri, Jenderal Muda dengan Rekam Jejak Operasional dan Akademis
Ahrie Sonta Nasution Dipercaya Jadi Kadivkum Polri, Jenderal Muda dengan Rekam Jejak Operasional dan Akademis
News
MEDAN I SUMUT24.co Lambannya pengisian jabatan eselon II hingga banyaknya kekosongan jabatan eselon III dan eselon IV di jajaran Pemprov Sumut dikritisi cendikiawan minang.
Baca Juga:
M Arif Tanjung yang juga sebagai Ketua Umum Barisan Intelektual Suara Sumut (BAISS) ini menyayangkan hal tersebut karena pasti berdampak dengan kinerja aparatur pemerintah dalam melayani masyarakat. Apalagi, kini situasi dan aktivitas di tengah-tengah masyarakat mulai normal setelah 3 bulan dihantui pendemi Covid-19.
Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, Arif Tanjung mengungkap, saat ini banyak jabatan eselon II yang lowong (kosong) hanya diisi Pelaksana Tugas (Plt) hingga bahkan terjadi satu orang merangkap dua sampai tiga jabatan.
Ia mencontohkan satu di antaranya adalah Afifi Lubis. Pejabat eselon II ini sebagai pejabat defenitif Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sumut. Namun juga memegang kendali Plt Kepala BKD Sumut dan Plt Sekwan (Sekretaris DPRD) Sumut.
“Ini kan sesuatu yang ‘tidak sehat’ untuk berjalan normalnya roda pemerintahan. Kami mendorong Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara untuk serius menyikapi hal ini. Kami yakin dengan personil lengkap akan semakin meningkatkan gairah birokrasi dan pelayanan terhadap masyarakat Sumatera Utara. Ibarat sebuah grup band, bila lengkap personilnya maka dendang yang dimainkan pun kian memukau,” ujar pria yang dikenal humoris ini kepada awak media di Medan, Kamis (4/6/2020).
Selain itu, kata Arif Tanjung, berlarut-larutnya jabatan lowong itu bisa berimplikasi penilaian tak baik terhadap kepemimpinan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah.
“Kepemimpinan yang kuat tak mungkin membiarkan banyaknya kekosongan pada jabatan-jabatan. Hakikat pengisian jabatan itu kan mendelegasikan tugas dan manajerial. Serta kepala OPD agar lebih mudah dan berani dalam mengambil keputusan hingga ujungnya berimplikasi terhadap pelayanan yang maksimal untuk masyarakat,” tambah Ketua Umum Laskar Parjotek ini.
Menurut Arif Tanjung sosok Edy Rahmayadi yang notabene mantan Pangkostrad merupakan pemimpin yang kuat dan visioner. Begitu juga dengan Musa Rajekshah yang malang melintang berpengalaman pada berbagai organisasi di Sumatera Utara.
“Saya masih optimistis duet kepemimpinan Pak Edy dan Bang Ijeck akan membawa Sumut lebih bermartabat dari provinsi lain di Indonesia. Semoga dalam waktu tak lama lagi keputusan mengisi jabatan-jabatan yang lowong itu bisa terealisasi dan dampak positifnya bisa segera dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya. (Red)
Ahrie Sonta Nasution Dipercaya Jadi Kadivkum Polri, Jenderal Muda dengan Rekam Jejak Operasional dan Akademis
News
Kapolri Suyudi Rombak 88 PatiPamen, Brigjen Sonny Irawan Jadi Kapolda Sumut
News
Rapidin Simbolon Serahkan Benih Jagung kepada 170 Kepala Keluarga Petani Urat Samosir
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mematangkan persiapan menghadapi Verifikasi dan Validasi (Verval) Lapangan Pr
News
Polda Sumut Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Sita 244 Kg Sabu
News
Bupati Solok Hadiri Pembukaan PORPROV KeXVI Sumbar Tahun 2026
News
Untuk Meringankan Beban Korban Bencana Galodo di Arosuka Pertamina Salurkan Bantuan.
News
Bundo Kanduang Kabupaten Solok Salurkan Bantuan Untuk Beban Korban Galodo di Arosuka.
News
Rapat Perdana PW MABMI Sumut 2026&ndash2031, OK Ibnu Affan Tegaskan Penguatan Marwah Adat dan Budaya Melayu
News
JAKARTA Kepengurusan baru Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) langsung menghadapi dua agenda besar. Santri Championship pada 2831
Sport