Cakupan Pekan Posyandu 2026 di Targetkan Wako Solok 95 Persen
Cakupan Pekan Posyandu 2026 di Targetkan Wako Solok 95 Persen
kota
Baca Juga:
Medan|SUMUT24 Gajah betina bernama Neneng memiliki berat 3 ton, mati di Medan Zoo, pada Sabtu (25/1) pukul 10.30 WIB. Neneng yang sudah 55 tahun, mengalami sakit sejak Selasa (21/1).
Plt Wali Kota Medan, Akhyat Nasution, yang mengetahui kabar gajah betina mati, ia langsung ke Medan Zoo di Kelurahan Simalingkar B, Medan Tuntungan.
Akhyar mengatakan, gajah betina ini telah dirawat Medan Zoo sejak berusia 20-an tahun.
“Sebelum mati, Neneng sakit sejak Selasa kemarin. Awalnya tidak mau makan, hingga Rabu (22/1) dipantau oleh drh Sucitrawan. Akhirnya, pada hari Rabu mulai diambil tindakan dengan memberikan infus glukosa dan Ringer laktat,” kata Akhyar saat melihat Neneng.
“Tindakan yang dilakukan ini sebagai observasi awal dari tim medis, dan akhirnya setelah menghabis 57 botol infus, pukul 10.30 pada Sabtu (25/1), Nenang mati,” sambung.
Drh Sucitrawan menyampaikan, dugaan sementara mati karena usia sudah tua, biasanya usia gajah mencapai 60 tahun. Tapi, untuk mengetahui lebih penyebab kematian, tim medis bersama BKSDA sedang melakukan outopsi, kemudian membawa hasil aoutopsi untuk dicek di laboratorium.
Ia menyebutkan, gajah betina ini ada di kebun binatang sudah cukup lama, lebih dari 20 tahun. Selanjutnya, saat pindah dari kebun binatang di Jalan Brigjen Katamso ke Simalingkar B, gajah ini masih terus sehat.
“Saya mulai melihat dan memantau perkembangannya sejak tahun 2008. Sejak itulah saya tak pernah melihat Neneng sakit parah, hanya diare biasa. Hari ini dia sudah mati, dan tim kami sedang mencari tahu penyebab kematiannya,” ujarnya.
Koleksi Gajah di Medan Zoo Tersisa Satu Ekor. Direktur Perusahan Daerah (PD) Pembangunan, Putrama Al Khairi mengatakan, sebelum mati, gajah bernama Neneng ini nafsu makannya berkurang sejak sepekan terakhir.
“4 Hari lalu sudah berkurang nafsu makannya. Dia mulai memilih makanan. Bahkan 2 hari terakhir mulutnya sudah tertutup,” kata Putrama, Sabtu (25/1).
Melihat kondisi Neneng yang menutup mulut, pengelola kebun binatang bersama dengan dokter hewan kemudian mengambil langkah memberikan infus.
“Karena 2 hari terakhir mulutnya nutup terus, kita kemudian memberikan infus yang dicampur dengan vitamin dan antibiotik,” ucap Putrama.
Putrama mengungkapkan, makanannya sangat berlimpah. Dibandingkan hewan koleksi yang lain, gajah dinilai memiliki makanan yang berlimpah.
“Kalau hewan lain dikurung, hanya diberikan makanan sesuai standar dari dokter hewan. Kalau gajah, selain dapat makanan standar, juga mendapat makanan dari lokasi di tempatkan. Jadi lebih dari cukup,” ungkapnya.
Pasca kematian Gajah Neneng, Putrama menjelaskan, saat ini koleksi gajah di Medan Zoo hanya tersisa satu ekor. Gajah yang tersisa itu masih aktif, namun sudah berusia 50 tahun.
“Kedepan kita akan ajukan permintaan gajah kepada BBKSDA. Kita minta sepasang, dan segera kita surati,” jelasnya.(R02)
Cakupan Pekan Posyandu 2026 di Targetkan Wako Solok 95 Persen
kota
Wali Kota Solok H. Ramadhani Kirana Putra Buka Puasa bersama keluarga besar Tim Penggerak PKK Kota Solok.
kota
Berbagi di Bulan Penuh Berkah, Koramil 11/TB Salurkan Takjil untuk Warga Tanjung Beringin
kota
Di Saf yang Sama dengan Warga, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/TS Tunaikan Tarawih di Sangkunur
kota
Dahi Menyentuh Sajadah Cerita Haru Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/TS di Masjid Nurul Huda, Sangkunur
kota
Gempuran Kasih Sayang, Satgas TMMD 127 Kodim 0212/TS Taklukan Ketidaklayakan Huni di Angkola Sangkunur
kota
Dari Dinding Kusam Menuju Asa Cerah, TMMD Ke127 Kodim 0212/TS Hadirkan Rumah Layak untuk Warga
kota
Di Balik Seragam Loreng, Ada Hati Seorang Ayah, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Antar Anak SD Pulang Sekolah di Sangkunur
kota
Lebih dari Sekadar Pembangunan, Satgas TMMD 127 Kodim 0212/TS Jadi &039Malaikat Penjaga&039 Anak Sekolah di Angkola Sangkunur
kota
Warkop Madina Siap Hadir di Jalinsum Penggorengan, Erwin Efendi Lubis Gelar Syukuran Penuh Keakraban
kota