Medan|SUMUT24
Wakil Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si meninjau kegiatan
gotong-royong yang diadakan jajaran Kecamatan Medan Barat. Kegiatan
gotong-royong kali ini difokuskan di Jalan Pertempuran Lingkungan 7,
Kelurahan Pulau Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat.
Baca Juga:
Puluhan personil yang terdiri dari unsur pegawai kelurahan, Kepala
Lingkungan, P3SU Kecamatan Medan Barat dan juga masyarakat setempat
secara bahu-membahu dan penuh semangat membersihkan lingkungan
sekitarnya dari tumpukan sampah.
Selain membersihkan aliran drainase dan jalan-jalan, konsentrasi
gotong-royong juga dilaksanakan pada aliran sungai Deli yang berada di
wilayah ini. Belasan orang turun dengan berbekal peralatan kebersihan
seperti sapu, pengeruk sampah, cangkul dan sekop membersihkan daerah
pinggiran sungai secara bersama-sama hingga bersih dari berbagai
sampah terutama sampah non organik.
Tepat pukul 09.35 WIB, Jumat (18/10) Wakil Wali Kota yang hadir
bersama Kabag Humas Setda Kota Medan Arrahmaan Pane dan didampingi
Camat Medan Barat Rudi Faisal mengatakan gotong-royong ini merupakan
bagian dari budaya orang Indonesia, dengan bergotong-royong pekerjaan
yang banyak dan berat menjadi lebih ringan serta dapat segera
diselesaikan.
“Budaya gotong-royong memang sudah mengakar dalam diri bangsa
Indonesia, hal ini harus terus kita pupuk agar masyarakat terbiasa
melakukan berbagai kegiatan dengan cara bersama-sama. Gotong-royong
dapat mempersatukan dan meningkatkan solidaritas antar tetangga
disebuah lingkungan. Salah satunya bergotong-royong untuk membersihkan
lingkungan sekitar. Untuk itu, mari kita budayakan kembali gotong-
royong ditengah-tengah masyarakat Kota Medan,” ujar Wakil Wali Kota.
Selain itu, Wakil Wali Kota juga memberikan arahan agar masyarakat
sudah harus mampu memilah sampah dengan benar. Dengan memilah sampah
tentunya dapat mengurangi tumpukan sampah yang menggunung. Artinya ada
sampah yang memang harus dibuang ada yang dapat dipergunakan lagi atau
didaur ulang.
” Pemilahan sampah yang paling sederhana yakni pemilahan sampah dengan
kategori organik dan non organik. Sampah organik bisa didaur ulang
menjadi pupuk organik atau kompos dan sampah non organik sebagian
dapat menjadi barang-barang daur ulang seperti tas, hiasan meja dan
lain sebagainya,” ucap Wakil Wali Kota.
Jika masyarakat mampu melaksanakan pemilahan sampah, sambung Wakil
Wali Kota, tentu sampah yang ada tidak akan berserakan dan bertumpuk
sehingga lingkungan tempat tinggal warga juga bersih dan sehat bebas
sampah.
Dalam pelaksanaan gotong-royong ini, sampah yang telah dikumpulkan
baik dari lingkungan tempat tinggal warga maupun yang terdapat pada
daerah aliran sungai Deli ditimbang untuk mengetahui sudah berapa
banyak sampah yang telah diangkut dan dibersihkan. Sebanyak 2,6 ton
sampah berhasil dibersihkan dan diangkut dari lingkungan 7 Kelurahan
Pulau Brayan Kota.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota mengimbau kepada masyarakat
untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan apalagi ke dalam daerah
aliran sungai. Sampah yang bertumpuk dan mengendap di sungai akan
menjadikan sungai dangkal yang mengakibatkan ketidakmampuan sungai
menampung banyak air pada musim penghujan sehingga setiap saat sungai
dapat meluap dan menyebabkan banjir.
“Saya meminta kepada masyarakat, stop kebiasaan buruk menjadikan
sungai sebagai tempat sampah. Mari kita jaga sungai untuk menciptakan
lingkungan bersih dan bebas banjir,” pungkasnya.(R02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News