Senin, 23 Februari 2026

Naskah Al Quran Tertua Ada di Kota Medan

Administrator - Senin, 30 Juli 2018 17:31 WIB
Naskah Al Quran Tertua Ada di Kota Medan

MEDAN, Sumut24.co

Baca Juga:

Dari 15 naskah Al Quran yang berada di Kota Medan, pada identifikasi awal,salah satunya adalah naskah tertua yang ada di Indonesia saat ini.

Hal tersebut dikatakan Candiki Raypatu, Peneliti manuskrip-manuskrip yang ada di Kota Medan, terutama keagamaan seperti Al Quran dan dari rumah sejarah Kota Medan. Candiki sebagai relawan tim Penyusunan Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Kota Medan . Diman Tim tersebut terdiri dari Kadis Kebudayaan Medan Suherman, Choking Susilo Sakeh, Rianto Ahgly, Jaya Arjuna, Darma Lubis, Dr Immanuel Ginting, Dr Ichwan Azhari Phil, Dr Irwansyah Harahap, Dr Budi Agustono, Edlyati, Fahmi Harahap dan Yuli.

“Naskah Al-Quran kuno cukup banyak di Kota Medan. Sampai dengan saat ini, sudah kita temukan sekitar 15 naskah. Ada yang lengkap, dan ada yang tidak lengkap, bahkan ada yang berupa lembaran saja. Dan semuanya bersifat tulis tangan,”terang Candiki.

Salah satu naskah yang kita temukan dari 15 naskah Al Quran yang ada di Kota Medan itu, pada identifikasi awal adalah naskah yang tertua di Indonesia,tambahnya.

Candiki menjelaskan, selama ini kita mengetahui adanya naskah Al-Quran Ternate, naskah Al-Quran Jogja, naskah Al-Quran Aceh dan sebagainya, yang di klaim tua.

Tapi setelah dilakukan perbandingan, dan kita analisa dari Al-Quran tertua yang ada di Indonesia saat ini, maka hasil perbandingan itu naskah Al-Quran yang berada di Kota Medan adalah yang paling tua.

Menurut Candiki, hal itu dikarenakan di dalam koloponya atau di dalam study manuskripnya memuat keterangan waktu ditulisnya manuskrip tersebut.

“Disana dijelaskan oleh penyalin Al Quran itu, bahwa dia bekerja menyalin Al-Quran diselesaikan pada tahun 1704 Hijrah,”terangnya.

Jadi,sambung Candiki, jika saat ini kita berada pada tahun 1439 H, maka naskah Al-Quran ini berusia sekitar 365 tahun.

“Itu yang kita katakan sebagai naskah Al-Quran tertua di Indonesia, jika kita berpegang kepada kolopon tersebut,”terangnya.

Dikatakanya,naskah Al-Quran tertua tersebut saat ini disimpan untuk perawatan, dan analisa berikutnya adalah untuk kemajuan kebudayaan khususnya di Kota Medan.

Dalam keteranganya, Candiki juga mengungkapkan rasa prihatinya, atas minimnya penelitian dan pengkajian manuskrip di Kota Medan, bahkan bisa dikatakan tidak ada.

“Kalau bisa mengklaim, saya yang melakukan study ini dengan intensif,”ungkapnya.

Karenanya Candiki berharap, dengan adanya temuan ini akan memancing masyarakat.

“Mungkin, masyarakat memiliki naskah- naskah untuk kita teliti dan kita identifikasi,sebagai sebuah khazanah kebudayaan di Kota Medan. Jadi, kita mencari, kemudian yang paling penting adalah perawatan,”paparnya.

Karena, naskah-naskah itu tentunya sudah cukup tua, bahkan hancur. Kita membutuhkan perawatan dan penyelematan terhadap naskah-naskah tersebut. Hal ini bisa menjadi study akademis yang penting, mungkin nanti banyak fakultas yang bisa memanfaatkan ini baik dengan study sejarah, study keagaaman, study estetika, seni dan sebagainya.

“Kita sarankan, sebaiknya ada museum yang menyimpan naskah-naskah ini secara khusus,sehingga perawatan terjaga dengan benar. Karena kalau ditangan masyarakat sebentar saja akan hancur. Itu harapan kita. Mudah mudahan bisa terwujud,”pungkasnya.(red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Hamdan Sukri Siregar Ditetapkan sebagai Sekda, Namun Belum Dilantik Wali Kota Padangsidimpuan
RAMADHAN KELIMA, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SEMBAKO UNTUK WARGA JALAN MANDALA MEDAN DENAI
Wali Kota menghadiri Yatim Fest Ramadhan Yayasan Abulyatama Indonesia
Wali Kota menghadiri pembukaan Warung Ramadhan Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim
Menteri Zulkifli Hasan Apresiasi Jawa Timur sebagai Provinsi dengan SPPG Bersertifikasi SLHS Terbanyak
Mengenal Yendra Fahmi: Pemilik Dealer Mercedez Benz Terbesar di Indonesia
komentar
beritaTerbaru
Impor BBM

Impor BBM

Impor BBMOleh Dahlan Iskan Senin 23022026 (Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (

News