Senin, 27 Juli 2026

Malam Tahun Baru, Tak Ada Pesta Kembang Api di Solo dan Bandung

Administrator - Kamis, 28 Desember 2017 13:30 WIB
Malam Tahun Baru, Tak Ada Pesta Kembang Api di Solo dan Bandung

SOLO | SUMUT24

Baca Juga:

Pesta Kembang api dipastikan tak akan menghiasi malam pergantian tahun di Kota Solo dan Bandung, setelah kepala daerah kedua wilayah tersebut memutuskan menggelar acara lain.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan sudah membuat surat edaran terkait larangan menyalakan kembang api saat malam pergantian tahun.

 Ia mengatakan alasan larangan tersebut karena menyalakan kembang api dinilai tidak bermanfaat. Selain itu dengan tidak adanya aktivitas menyalakan kembang api diharapkan kondisi Kota Solo akan lebih kondusif.

 

Sebagai gantinya, pihaknya akan menyiapkan gong yang tersebar di beberapa titik di Jalan Slamet Riyadi. Nantinya pada malam pergantian tahun, gong tersebut akan dipukul bersama-sama sehingga suasananya akan lebih meriah.

“Kami memilih gong karena sekaligus menunjukkan bahwa Solo itu sebagai kota budaya yang selalu menghargai, menghormati, dan melestarikan nilai budaya yang adi luhung,” katanya.

Sejumlah pedagang kembang api pun mengeluhkan kebijakan Pemerintah Kota Solo terkait larangan menyalakan kembang api saat malam tahun baru, lantaran omzet mereka turun drastis. “Permintaannya turun drastis, bahkan sampai 80 persen dibandingkan tahun lalu,” kata salah satu penjual kembang api, Mey.

Ia mengatakan biasanya beberapa hari sebelum malam pergantian tahun seperti saat ini penjualan akan mulai mengalami peningkatan. “Biasanya penjualan meningkat menjelang malam tahun baru, seperti saat ini biasanya pembeli banyak yang datang karena kalau sudah mepet malam tahun baru kan agak sulit mencari yang sesuai keinginan,” katanya.

Pedagang lain, Tuti, mengatakan karena di Solo ada larangan menyalakan kembang api saat tahun baru, ia memilih untuk menjual kembang api di Boyolali.

“Saya jualnya pindah, sudah beberapa hari ini di Boyolali dan penjualannya bagus, terus mengalami peningkatan dari hari ke hari,” katanya.

Ia mengatakan jenis kembang api yang banyak diminati konsumen adalah yang harganya di bawah Rp100.000. Meski demikian, tidak sedikit juga yang membeli kembang api dengan harga hingga ratusan ribu rupiah.

Kebijakan serupa juga diterapkan oleh Pemerintah Kota Bandung. Mereka memilih menggelar Malam Bebas Dari Kendaraan atau “Car Free Night” di Jalan Asia Afrika, Alun-Alun Ujung Berung, dan Alun-Alun Cicendo dalam menyambut Tahun Baru 2018.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, tiga lokasi tersebut mewakili wilayah barat, tengah, dan timur sehingga keramaian tidak terpusat di satu kawasan. ” Insya Allah kita rayakan dengan kegembiraan dan juga kontempelasi, muhasabah di akhir tahun,” ujar Ridwan Kamil. (okz)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kasus Jari Putus Digigit, Kuasa Hukum Konita Pertanyakan Penetapan Tersangka oleh Polsek Sidikalang
Ketika Ekonomi Kreatif Bertemu Ekonomi Syariah
Ribuan Warga Padati Reses Anggota DPRD Kota Medan Antonius Tumanggor, Persoalan Banjir hingga Lampu Jalan Jadi Sorotan Utama
Jelajahi Pesona Simalungun di PRSU 2026, Kenalkan Deretan Destinasi Wisata Andalan
Balerong Silek Tuo Jadi Momentum Kebangkitan Warisan Budaya Minangkabau.
Sidak Ke Puskesmas Tanjung Haloban, Kadis Kesehatan Labuhanbatu Silahkan Tenaga Medis "Hengkang" Jika Tidak Bisa Bekerjasama
komentar
beritaTerbaru