Ketika Ekonomi Kreatif Bertemu Ekonomi Syariah
Ketika Ekonomi Kreatif Bertemu Ekonomi Syariah
kota
Medan|SUMUT24 Teater tumbuh dan berkembang di Sumatera Utara sebelum masa kemerdekaan Republik Indonesia, seperti teater Makyong, Tembut-tembut, Hoda-hoda, Mangkudai-kudai, dan lainnya.
Baca Juga:
Tahun 1933, teater modern muncul di Sumut. Hingga 1940-an, ada 8 kelompok teater besar di masa itu hingga tak heran Medan ramai dikunjungi rombongan Opera Stambul dari Malaysia. .
Tokoh-tokoh di era tersebut ada Miss Dja, Piedro, Anjas Asmara, Bachtiar Effendy, M. Saleh Umar (Surapati) dan lainnya. Hal itu dikatakan Ketua Malam Renungan Teater yang juga seniman di Teater Rumah Mata, Agus Susilo, Selasa (5/12).
Dijelaskannya, di awal kemerdekaan, pertumbuhan teater di Sumut sangat pesat. Kelompok teater lahir bagai jamur di seluruh Kabupaten/kota. Tak hanya di Medan. Teater bukan hanya sebagai media pertunjukan seni, namun sebagai arena menyampaikan pesan-pesan perjuangan.
“Bahkan sebelum agresi Belanda I atas inisiatif Bachtiar Siagian dan Derita Sp diadakanlah Konferensi Sandiwara se Sumatera Timur di Tebing Tinggi dihadiri 30 kelompok,†ucapnya.
Topik konferensi ini adalah peran sandiwara dalam mempertahankan kemerdekaan. Di masa itu, teater banyak digerakkan oleh orang-orang yang bekerja di dunia jurnalistik. Festival Drama ke-I diadakan pada Januari-Februari 1957 di Gedung Kesenian Jalan Veteran 2 Medan dengan ratusan peserta group teater dari seluruh kabupaten/kota di Sumut.
Melihat perkembangan teater yang sangat pesat, Kantor Pembinaan Kesenian Perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melangsungkan Pekan Diskusi Teater I se-Sumatera Utara pada 18 hingga 30 September 1971 di Gedung Kesenian Jalan Veteran Medan.
Di perhelatan itu ditampilkan juga pertunjukan 5 kelompok teater yang dipandang kuat di era itu; Teater Nasional (Tena), Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), Teater PWI, Actor Studio, dan Teater Badan Koordinasi Pekerja Budaya (BKPB) Langkat.
TVRI Medan yang mulai beroperasi pada 1970 memberi warna tersendiri bagi perkembangan teater di Sumut. Kelompok-kelompok teater sering mementaskan karya-karya mereka di studio TVRI. Maka pada tahun 1972 Kepala TVRI Medan berinisiatif mengadakan Festival Seni Drama.
Sumatera Utara II. Di tahun 1970-an, berdasarkan inventarisasi Bidang Kesenian Kanwil Depdikbud Sumatera Utara, ada sekitar 38 kelompok teater yang intens berkreatifitas dalam menghasilkan karya. Belum lagi lahirnya puluhan kelompok teater baru.
Pada masa itu tercatat pula ada 25 penulis naskah drama yang aktif berkarya dan masih banyak lagi seniman yang tidak terkam dalam catatan. Banyak tokoh teater yang lahir di tahun 1930 – 1970 ini, sebut saja Arif (King) Husin Siregar, Ani Idrus, Usman Siregar, Muhammad TWH, Amarullah O. Lubis, Delisma Siregar, Rustam Effensi, Abdul Aziz Harahap, Tim Anwar, Sitor Situmorang, Nuriah D. Sori Siregar, Rusly Mahadi, Burhan Piliang, Mazward Azham, Iskak S, Toguan Harjo, Johan A. Nasution dan masih banyak lagi.
Pada 1 Januari 1982, berdiri Badan Musyawarah Teater Sumut di bawah pimpinan Zulkifli Chan sebagai wadah mengkoordinir seluruh teater di Sumut. Pada 1 Januari 1989 BMKT Sumut berubah menjadi Forum Komunikasi Teater Sumatera Utara diketuai Syaiful Anwar.
Tahun 1991, FKTSU diketuai Amirudin AR dan intens melakukan berbagai kegiatan seperti Dapur Teater, Malam Renungan Teater, Wisata Karya Teater Sumatera Utara, Penerbitan Buletin Teater, dan lain sebagainya. Di era 1990-an ini tercatat ada 108 kelompok teater di Sumut.
“Berangkat dari situlah kemudian, seniman-seniman di Sumatera Utara berkeinginan untuk menyelenggarakan lagi Malam Renungan Teater sebagaimana pernah dilakukan di era 1990-an,†terang Agus.
Dijelaskannya, Malam Renungan Teater (MRT) 2017 bertujuan untuk membangun ruang komunikasi antar kelompok/pelaku teater di Sumatera Utara dan melahirkan kembali Forum Komunikasi Teater Sumut.
Kegiatan ini juga berupaya untuk memberikan edukasi teater ke generasi muda Sumut yang multi etnik dan memberikan pemahaman tentang potensi ekonomi kreatif dalam kerja-kerja produksi teater. Akan ada diskusi teater, workshop teater, pameran arsip dan dokumentasi teater di Sumut, pertunjukan teater, launching pencetakan buku MRT Sumut.
“Juga ada musyawarah pimpinan kelompok, malam renungan teater, kemah teater dan banyak lagi. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Jumat sampai Minggu dari tanggal 29 sampai 31 Desember di Taman Budaya Sumatera Utara,†Agus menuturkan.(W07)
Ketika Ekonomi Kreatif Bertemu Ekonomi Syariah
kota
sumut24.co MEDAN, Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan Reses VI Masa Sidang III Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraks
kota
Jelajahi Pesona Simalungun di PRSU 2026, Kenalkan Deretan Destinasi Wisata Andalan
kota
Balerong Silek Tuo Jadi Momentum Kebangkitan Warisan Budaya Minangkabau.
News
sumut24.co Labuhanbatu, Tuti Nofrida Ritonga S,Si,AP, MM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri peresmian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Dae
News
MEDAN Sumut24.co Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tani Merdeka menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Sumatera I Angkatan IV d
News
sumut24.co Deliserdang, Sebanyak 1.726 peserta memeriahkan Deliserdang Run 2026 yang digelar di Desa Namo Tualang, Kecamatan BiruBiru, Min
News
sumut24.co Deliserdang, Car Free Night Deliserdang Weekend kembali menjadi magnet bagi masyarakat. Jalan Diponegoro, Lubuk Pakam, dipenuhi
News
Sudaryono Dijadwalkan Lantik Pengurus Baru DPW Tani Merdeka Sumut, DPN Terbitkan SK Periode 2026&ndash2031
News