Digerebek Dini Hari, Dua Pria di Paluta Ditangkap Polsek Padang Bolak Terkait Dugaan Sabu
Digerebek Dini Hari, Dua Pria di Paluta Ditangkap Polsek Padang Bolak Terkait Dugaan Sabu
kota
Medan|SUMUT24 Gejala komunisme merupakan masalah serius yang harus dipikirkan dan menjadi tanggungjawab bersama. Masyarakat harus peka mencegah munculnya paham komunis tersebut.
Baca Juga:
“Komunisme adalah masalah serius yang harus dipikirkan dan menjadi tanggungjawab bersama seluruh lapisan masyarakat untuk mencegahnya muncul kembali,” kata Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Medan, M Firman Shah, Minggu (19/2).
Lebih jauh, satu hal yang paling penting untuk menangkal komunisme sejak dini adalah di lembaga pendidikan, mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Karena itu, dibutuhkan pengetahuan tentang masalah ini di dalam kurikulum.
“Kalau kurikulum terdahulu mungkin abang-abang kita mengenal itu lewat pelajarannya di sekolah secara langsung, karena ada pelajaran PSPB, ada PMP serta begitu getolnya pemerintah melakukan sosialisasi masalah ini, termasuk tontonan film G 30S PKI tiap tanggal 30 September sebagai gambaran kejamnya komunis,” jelas Firman.
Namun lanjutnya, hal itu justru sangat berbanding terbalik dengan fakta sekarang. Para pelajar hingga mahasiswa masa kini hanya sekadar mengetahui komunisme itu ajaran berbahaya dan bertentangan dengan ideologi bangsa, tapi tidak pernah diberikan pemahaman secara mendetail tentang ajaran itu.
“Sejak saya sekolah sampai sekarang kuliah, tidak ada satu mata pelajaran pun atau kurikulum yang membahas tentang ajaran komunis. Kita tidak pernah diberitahu latar belakang komunis bangkit di Indonesia, kenapa ajaran itu sempat menyebar dan kenapa akhirnya dilarang,” tegasnya.
Pemerintah, lanjutnya, wajib memberikan pemahaman mendetail tentang hal tersebut, agar bahaya laten itu tidak merasuk ke generasi muda.
“Ini kabur, karena tentang komunis tidak ada di kurikulum sekarang ini. Justru masalah yang muncul adalah kesan ketidak pedulian pemerintah untuk berbuat,” tukasnya.
Pihaknya mendesak Kepala Dinas Pendidikan Medan segera menyahuti permasalahan ini, dengan cara memasukkan pelajaran tentang bahaya komunisme di dalam kurikulum. “Wali Kota Medan harus tanggap akan hal ini sebelum terlambat,” tandasnya.(R02)
Digerebek Dini Hari, Dua Pria di Paluta Ditangkap Polsek Padang Bolak Terkait Dugaan Sabu
kota
Kapolres Tapsel Rangkul BEM sePadangsidimpuan dan Tapsel, Buka Puasa Jadi Ajang Perkuat Sinergi Kamtibmas
kota
Komitmen Bersih dari Pekat dan Narkoba, Polres Padangsidimpuan Lakukan Razia Terpadu
kota
Bupati Saipullah Gerak Cepat! Pemkab Madina Normalisasi Sungai Batu Tunggal untuk Cegah Banjir di Simangambat
kota
Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS dan Warga Bersatu, Sumur Bor di Sangkunur Dikebut Demi Harapan Air Bersih
kota
Tetes Keringat di Balik Lumpur, Satgas TMMD 127 Kodim 0212/TS Kapten Inf Halasson Sirait Bersama Warga Hadirkan Mata Air Harapan di Sangkunu
kota
Dibalik Keringat Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS, Mengukir Senyum di Wajah Ibu Halimah Daulay Sembari Tanam Padi
kota
Dari Medan Tugas ke Pematang Sawah, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Buktikan Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Angkola Sangkunur
kota
Bukan Sekadar Air, Tapi Doa yang Mengalir Potret Kasih TNI untuk Sawah Rakyat di Tapanuli Selatan
kota
Kami Tak Lagi Takut Sawah Kering! Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS dan Warga Tiga Dolok Bersatu, Air dan Harapan Kembali Mengalir
kota