Digerebek Dini Hari, Dua Pria di Paluta Ditangkap Polsek Padang Bolak Terkait Dugaan Sabu
Digerebek Dini Hari, Dua Pria di Paluta Ditangkap Polsek Padang Bolak Terkait Dugaan Sabu
kota
MEDAN | SUMUT24 Tim Intel dan Pidsus Kejati Sumatra Utara menangkap Mantan Pejabat Pembuat Komitmen Bank Sumut, Zulkarnain yang merupakan satu dari dua buronan Kejati Sumatara Utara dalam kasus korupsi penggadaan 294 mobil dinas Bank Sumut pada tahun 2013.
Baca Juga:
Penangkapan bermula dari informasi tentang keberadaan tersangka yang mengenderai sepeda motor menuju rumah makan Soto Medan dikawasan Jalan Setia Budi Medan. “Mendapat informasi tim kejaksaan langsung menuju lokasi dan menangkap tersangka saat selesai makan,”ini disampaikan Asintel Kejati Sumatra Utara, Nanang Sigit Yulianto bersama Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian didampingi Kasubsi Penkum Kejatisu, Yosgernold Tarigan kepada wartawan, Rabu (01/02).
Nanang menyatakan setelah tersangka diringkus langsung dibawa ke Kejati Sumatera Utara untuk pemberkasan dan selanjutnya dibawa ke Rutan Tanjunggusta Medan.
Dalam kasus ini, pihak kejaksaan masih memburu tersangka lainnya yakni Direktur CV Surya Pratama, Haltafif alias Ali yang buron.
Pada kesempatan tersebut, Nanang menghimbau agar Haltatif menyerahkan diri, sembari meminta agar masyarakat melaporkan langsung apabila melihat Haltatif kepada pihak kejaksaan atau kepolisian.
Dikatakannya, selama pengejaran Zulkarnain selalu berpindah-pindah rumah guna menghindari kejaran dan pencarian petugas.
Dalam kasus ini, Tim intelijen Kejaksaan memburu Zulkarnain dan 2 tersangka lainnya yakni Irwan Pulungan (mantan Pemimpin Divisi Umum Bank Sumut) dan rekanan penyedia jasa yang merupakan Direktur CV Surya Pratama, Haltafif alias Ali, semenjak 5 bulan lalu, tepatnya setelah ketiganya masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 26 September 2016.
Namun dari tiga tersangka tersebut Irwan Pulungan menyerahkan diri pada Jumat (21/10).
Pada kasus ini, penyidik Kejati Sumut menetapkan 5 tersangka. Selain Zulkarnain, Irwan Pulungan dan Haltatif, dua tersangka lain sudah ditahan, yaitu Kepala KCP Bank Sumut di Lubuk Pakam, Deli Serdang, yang merupakan mantan Direktur Operasional Bank Sumut, Muhammad Yahya, dan mantan Asisten 3 Divisi Umum Bank Sumut, M Jefri Sitindaon.
Dimana keduanya saat ini menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Medan.
Seperti diketahui kasus korupsi ini berawal dari proyek pengadaan 294 unit kendaraan sewa untuk operasional Bank Sumut senilai Rp 18 miliar.
Dana pengadaan itu bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013.
Penyidik menilai ada penyimpangan penyewaan kendaraan yang dilakukan Bank Sumut.
Selain tidak sesuai spesifikasi, ditemukan penyimpangan pada proses pelelangan dan pembuatan SPK yang tidak didasarkan kontrak. Berdasarkan hasil audit akuntan publik ditemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 10,8 miliar dari total anggaran Rp 18 miliar. (W07)
Digerebek Dini Hari, Dua Pria di Paluta Ditangkap Polsek Padang Bolak Terkait Dugaan Sabu
kota
Kapolres Tapsel Rangkul BEM sePadangsidimpuan dan Tapsel, Buka Puasa Jadi Ajang Perkuat Sinergi Kamtibmas
kota
Komitmen Bersih dari Pekat dan Narkoba, Polres Padangsidimpuan Lakukan Razia Terpadu
kota
Bupati Saipullah Gerak Cepat! Pemkab Madina Normalisasi Sungai Batu Tunggal untuk Cegah Banjir di Simangambat
kota
Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS dan Warga Bersatu, Sumur Bor di Sangkunur Dikebut Demi Harapan Air Bersih
kota
Tetes Keringat di Balik Lumpur, Satgas TMMD 127 Kodim 0212/TS Kapten Inf Halasson Sirait Bersama Warga Hadirkan Mata Air Harapan di Sangkunu
kota
Dibalik Keringat Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS, Mengukir Senyum di Wajah Ibu Halimah Daulay Sembari Tanam Padi
kota
Dari Medan Tugas ke Pematang Sawah, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Buktikan Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Angkola Sangkunur
kota
Bukan Sekadar Air, Tapi Doa yang Mengalir Potret Kasih TNI untuk Sawah Rakyat di Tapanuli Selatan
kota
Kami Tak Lagi Takut Sawah Kering! Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS dan Warga Tiga Dolok Bersatu, Air dan Harapan Kembali Mengalir
kota