Minggu, 22 Februari 2026

Diduga Malpraktek dan Peras Pasien, Pemilik RS Wahyu Akan Dilaporkan

Administrator - Selasa, 17 Januari 2017 11:07 WIB
Diduga Malpraktek dan Peras Pasien, Pemilik RS Wahyu Akan Dilaporkan

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Khairul Saleh Nasution (43) warga Pasar 7 Beringin, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang akan melaporkan, Ida pemilik Rumah Sakit (RS) Wahyu beralamat beralamat di Jalan Padang, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung kepada pihak berwajib.

“Ida selaku pemilik RS Wahyu akan saya laporkan ke polisi lantaran, saya menduga adanya malperaktek saat menangi istri saya yang akan bersalin. Sehingga anak yang ada dalam rahim istri saya meninggal dunia,” kata Khairul Saleh kepada SUMUT24, Selasa (17/1).

Bukan hanya dugaan malperaktek saja sambung Khairul Saleh, Ida selaku pemilik RS Wahyu juga disinyalir telah melakukan pemerasan biaya administrasi persalinan istrinya saat mendapat penangan persalinan.

“Selain dugaan malperaktek, pemerasan biaya administrasi persalinan juga dilakukan pihak RS Wahyu. Padahal biaya persalinan untuk istri saya, antara saya dan pihak rumah sakit sudah sepakat Rp7 juta. Namun, disaat melakukan pembayaran, mereka (RS Wahyu-red) meminta biaya sebesar Rp10 juta,” ucap Khairul Saleh.

Sebelumnya, Ida selaku pemilik RS Wahyu ketika ditemui SUMUT24 terkait pelayanan buruk yang ditudingkan keluarga pasien terhadap dirinya, bahkan biaya administrasi yang membengkak dari paket biaya persalinan Rp7 juta dan berubah menjadi Rp10 juta dibenarkannya.

Guna penyegaran, Yuslima br Ginting (35) istri Khairul Saleh Nst yang usia kehamilannya berusia 7 bulan, mengalami pendaharan. Tidak ingin hal buruk menimpa istri dan anak yang ada didalam kandungan sang istri, Khairul Saleh bersama Abang Iparnya membawa Yuslima ke RS Wahyu untuk dirawat.

Namun, sesampai disana, Yuslima yang terus mengalami pendaharan, tidak langsung mendapat perawatan medis sebagaimana mestinya pasien kebanyakan agar segera dilakukan peertolongan pertama dengan alasan, dokter sepesialis untuk menangani pasien hamil sedang tidak ditempat.

Khairul Saleh dan keluarga saat berada di RS Wahyu dengan kondisi kalut dan bingung, oleh Ida pemilik RS Wahyu agar membeli dua (2) kantong darah sebelum dokter yang menangani persalinan istrinya datang. karena, persediaan darah di RS Wahyu sedang kosong.

Sembari menunggu dokter dan dua (2) kantong darah atas anjuran pemilik RS Wahyu, Khairul Saleh diminta untuk membicarakan biaya administrasi persalinan istrinya. Dalam pembicaraan itu, Ida (pemilik RS Wahyu-red) menawarkan dua (2) ‘paket’ solusi biaya administrasi penangan persalinan terhadap Yusima (istri Khairul-red) antara paket satu (1) Rp5 juta dan paket dua (2) Rp7 juta.

Saran pemilik RS Wahyu, Khairul Saleh memilih paket nomor dua (2) sebesar Rp7 juta yang menurutnya adalah pelayanan terbaik buat sang istri tercinta. Sejalan dengan itu, dokter yang akan menangani Yuslima pun akhirnya tiba. Bersama pemilik rumah sakit, dokter tersebut masuk keruangan istri Khairul Saleh.

Tidak lama berselang, dokter dan Ida pemilik RS Wahyu keluar dari ruangan dan langsung menemui Khairul Saleh. Bahwa, kondisi istrinya sudah memburuk dan terpaksa harus dilakukan penanganan dengan cara oprasi. Oleh Khairul Saleh mensetujuianya.

Ironisnya, belum lagi datang dua (2) kantong darah yang dibeli abang ipar Khairul Saleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) atas saran dokter dan Ida pemilik RS Wahyu untuk penambahan darah saat berlangsungnya oprasi, Khairul Saleh di hampiri dokter dan Ida dengan mengatakan, kalau mereka sudah melakukan oprasi terhadap istrinya. Namun sayang nyawa sang bayi tidak bisa terselamatkan.

Meski ungkapan protes dari rasa kecewa pihak keluarga pasien sudah disampaikan dengan tudingan dugaan adanya malperaktek. Pihak RS wahyu terkesan cuek. Bahkan, biaya administrasi persalinan biaya dengan kesepakatan Rp7 juta, oleh pihak RS Wahyu meminta biaya persalinan sebesar Rp10 juta dengan alasan, biaya tersebut sudah termasuk untuk membersihakan, memandikan dan mengkain kafankan mayat bayi.

Sementara, terkait Khairul Saleh yang akan melaporkan pihak RS Wahyu kepada aparat kepolisian atas tudingan dugaan malperaktek dan pemersan biaya administrasi. Selasa (17/1) menurut para perawat di rumah sakit tersebut, sedang keluar.(W02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Menebar Kebaikan di Hari Minggu, Satuan Brimob Polda Sumut Hadir Menguatkan Kebersamaan di Tengah Masyarakat
Hari Ke-4 Ramadan, 1.000 Jamaah Padati Masjid Agung Medan, Ini Pesan H Yuslin Siregar
Gedung Kesehatan di Desa Mabar Bukan Pustu, tapi Poskesdes, Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan
Pemkab Deli Serdang Pastikan Kerukunan Umat Beragama, Suku & Golongan Tetap Terjaga
Polresta Deli Serdang Gagalkan Pengiriman 21 Kg Sabu ke Jakarta Dibawa dari Aceh
Sindikat Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap di Tanjung Balai-Asahan 80 kg Sabu & 50.000 Butir Ekstasi di Sita Polrestabes Medan.
komentar
beritaTerbaru
Pertunjukan Darurat

Pertunjukan Darurat

Pertunjukan DaruratOleh Dahlan Iskan Minggu 22022026 (Presiden Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Jumat, 20 Februari wakt

News