MEDAN|SUMUT24
Pengembang Pasar Timah Medan Sumandi Widjaya saat ini menunggu Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan Pemko Medan perihal revitalisasi Pasar Timah menjadi Pasar Emas.
Baca Juga:
Pengembang lepas tangan soal nasib dan penempatan pedagang. Pengembang beralibi, soal penampungan sementara pedagang urusan Pemko Medan.
“Setelah Imlek, kira-kira Februari pembangunan akan dilakukan. Tinggal menunggu IMB-nya saja yang saat ini diurus Pemko Medan. Kita di sini menyambut baik adanya pembangunan dari Pasar Timah menjadi Pasar Emas,” kata Sumandi, Minggu (8/1).
Ia menyebut, izin revitalisasi pasar yang nantinya dibangun tiga lantai tersebut sudah bergulir sejak 2013 silam. Selama proses pembangunan revitalisasi Pasar Emas, pedagang akan direlokasi sementara menunggu pembangunan rampung.
“Kalau masalah pedagang ditempatkan kemana selama pembangunan, itu kan urusan Pemko, lagi pula pedagang ini kan aset. Kalau memang pedagang ada yang merasa dirugikan, silakan datangi saya,” ucapnya.
Pengembang, katanya, tidak mencampuri urusan pedagang sewaktu proses revitalisasi bergulir. Ia menyerahkan semuanya kepada Pemko Medan sembari menunggu dikeluarkannya IMB revitalisasi Pasar Timah menjadi Pasar Emas.
“Masalah perizininan dan pedagang adalah kewenangan Pemko Medan dan Perusahan Daerah (PD) Pasar. Pedagang merupakan aset baik bagi kami maupun Pemko dan pedagang nanti akan ditempatkan ke semula, bukan penggusuran,” ujar Sumandi.
Ia menjelaskan, pembangunan pasar ini dirancang tiga lantai. Dengan tiap-tiap lantai dasar untuk pedagang lama disediakan 200 kios, lantai dua akan dikelola pengembang dan lantai tiga akan diperuntukkan bagi UKM secara gratis.
Anggaran pembangunan pasar Timah ini ditanggung pengembang dengan perkiraam harga senilai Rp 30 miliar secara sistem BOT (Buidl Operate Transfer).
“Investor menyambut baik dan siap mengembangkan Pasar Timah menjadi Pasar Emas. Pusat perbelanjaan perhiasan dan aksesoris di Medan dengan tidak menghilangkan nilai tradisionalnya,” kata Sumandi.
Disebut tidak menghilang nilai tradisional, sambungnya, Pasar Emas nantinya masih terjadi tawar-menawar antara pembeli dan penjual. Beda halnya dengan pusat perbelanjaan yang modern yakni, mematok harga barang dengan harga tertentu yang tidak dapat ditawar pembeli.
Selain tetap menjadikan Pasar Emas sebagai pasar tradisional, juga akan dikembangkan sebagai pusat perbelanjaan fesyen.
Di samping itu juga akan menonjolkan berbagai jenis kuliner yang memanjakan warga Medan. Di lantai 3 nantinya juga disediakan usaha kecil dan menengah. (R02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News