Menebar Kebaikan di Hari Minggu, Satuan Brimob Polda Sumut Hadir Menguatkan Kebersamaan di Tengah Masyarakat
Menebar Kebaikan di Hari Minggu, Satuan Brimob Polda Sumut Hadir Menguatkan Kebersamaan di Tengah Masyarakat
kota
MEDAN|SUMUT24 Kepala Seksi STNK Direktorat Lalulintas Polda Sumatera Utara, Kompol Ikhwan MS menegaskan, perubahan biaya terjadi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) saja. Untuk masalah biaya administrasi, kata dia, tidak ada yang berubah.
Baca Juga:
“Apa yang naik? Itu PNPB. Kalau administrasi enggak ada yang naik. Kami sudah buat pengumuman sebulan yang lalu. Coba baca pengumuman di depan sana,” kata Ikhwan menunjukkan banner kenaikan tarif PNPB di kantor Samsat Medan Utara, Rabu (4/1).
Ia mengatakan, perubahan tarif PNPB itu sesuai keputusan pemerintah. Uangnya pun, kata dia, masuk ke kas negara.
“Intinya kami sudah buat sosialisasi di koran-koran soal perubahan PNPB itu. Administrasi enggak ada yang naik,” ungkap pria berkepala plontos ini.
Terpisah, sejumlah masyarakat yang diwawancarai Tribun merasa keberatan dengan perubahan tarif PNPB tersebut. Masyarakat menganggap, kenaikan tarifnya begitu tinggi.
“Naiknya dua kali lipat. Cukup memberatkan juga sebenarnya sih. Harusnya, pemerintah tidak buru-buru menaikkan tarif ini. Iya kalau pelayanannya makin bagus, kalau enggak, ya sama saja kan,” kata Arif salah satu pemohon pengurusan pajak motor di kantor Samsat Medan Utara.
Masyarakat Mendadak Padati Samsat Medan
Wacana kenaikan tarif pembuatan Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dari pemerintah membuat sebagian masyarakat panik. Imbasnya, kantor Samsat yang ada di sejumlah daerah dipenuhi masyarakat.
Seperti halnya yang terjadi di kantor Samsat Medan Utara. Sejak pagi, masyarakat tak henti-hentinya datang untuk segera mengurus administrasi yang berkaitan dengan pajak ataupun pembuatan STNK dan BPKB. Sebagian masyarakat yang diwawancarai mengeluh dengan adanya wacana kenaikan tarif tersebut. Sebab, jumlahnya dua kali lipat.
“Saya kebetulan hanya bayar pajak saja. Memang, saya sempat dengar ada kenaikan tarif. Lumayan mahal juga itu. Kalau ditanya, tentu saya tidak sepakat dengan kenaikan tarif ini,” ungkap Arif warga Martubung di kantor Samsat Medan Utara, Rabu (4/1).
Pria yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta ini mengatakan, harusnya pemerintah tak buru-buru menaikkan tarif. Sebab, tidak semua masyarakat memiliki penghasilan yang cukup.
“Masyarakat kita ini kan tidak tentu juga penghasilannya. Harusnya diperhatikan juga lah sisi pendapatan masyarakat. Jangan hanya karena alasan ingin meningkatkan pendapatan negara, justru masyarakat yang kena imbasnya,” pungkasnya.(Tnet)
Menebar Kebaikan di Hari Minggu, Satuan Brimob Polda Sumut Hadir Menguatkan Kebersamaan di Tengah Masyarakat
kota
Medan Antusiasme masyarakat untuk berbuka puasa bersama di Masjid Agung Medan terus meningkat. Pada hari ke4 Ramadan 1447 H, Minggu (22
News
Gedung Kesehatan di Desa Mabar Bukan Pustu, tapi Poskesdes,Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan
kota
Pemkab Deli Serdang Pastikan Kerukunan Umat Beragama, Suku & Golongan Tetap Terjaga
kota
Polresta Deli Serdang Gagalkan Pengiriman 21 Kg Sabu ke JakartaDibawa dari Aceh
kota
Sindikat Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap di Tanjung BalaiAsahan 80 kg Sabu & 50.000 Butir Ekstasi di Sita Polrestabes Medan.
kota
Pertunjukan DaruratOleh Dahlan Iskan Minggu 22022026 (Presiden Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Jumat, 20 Februari wakt
News
PC IKA PMII Kota Medan Tegaskan Fathan Subchi Ketua Umum Sah PB IKA PMII
kota
Saat Pembekalan Tim Safari Ramadhan,Wali Kota Solok Ramadhani umumkan PDAM Gratis Masjid, Prioritas BPJS dan infrastruktur.
kota
SATU TAHUN KEPEMIMPINAN WALI KOTA SOLOK RAMADHANI KIRANA PUTRA DAN WAKIL WALI KOTA SURYADI NURDAL
kota