Minggu, 22 Februari 2026

Serap Aspirasi Masyarakat Anggota DPD RI Darmayanti Diskusi dengan Wartawan

Administrator - Selasa, 27 Desember 2016 08:45 WIB
Serap  Aspirasi Masyarakat  Anggota DPD RI Darmayanti Diskusi dengan  Wartawan

Baca Juga:
Medan | Sumut24                 Anggota DPD Perwakilan Sumut  Prof Dr. Ir. Darmayanti Lubis mengungkapkan, persoalan krusial yang  akan dikerjakan pemerintah ke depan  menyangkut pendidikan, kesehatan dan agama sudah masuk dalam pembahasan di DPD.                 “Masalahnya apakah DPR RI mau menerima laporan kita (DPD) atau tidak. Melihat selama ini, laporan kita hanya masuk laci saja. Ada yang mereka pertimbangkan namun  laporan kita diklaim DPR menjadi laporannya,” kata Darmayanti pada refleksi akhir tahun dengan wartawan di Medan, Selasa (27/12).                 Darmayanti  yang membidangi 13 bidang ini mengatakan, dari 13 bidang tersebut pendidikan,kesehatan dan agama mendapat prioritas utama. Pendidikan menurut  Darmayanti  isu centralnya tentang  full day school (sekolah sehari penuh). Program ini diluncurkan tahun 2017 oleh Menteri  Pendidikan Efendy Muhajir dalam upaya pembentukan karakter anak bangsa.                 “Pembahasan tentang karakter ini mengundang pakar  pendidikan seperti Arif Rahman. Dalam diskusi  tersebut  Arif Rahman mengungkapkan Revolusi Mental, tak bisa dicapai dalam waktu yang singkat  seperti  orang berperang. Itu bukan revolusi mental, tapi evolusi mental. Karena membutuhkan waktu yang  panjang,” jelas Darmayanti mengutip pernyataan Arif Rahman.                 Begitu juga dalam pembentukan karakter,  diperlukan kesiapan dari semua steakholder baik guru, masyarakat  dan sekolah. Sekolah yang mampu menjalankan program satu hari penuh hanyalah sekolah yang mempunyai fasilitas  memadai yang notabene  kebanyakkan sekolah swasta. Sedangkan sekolah negeri, kebanyakan hanya menjadi penonton.                 “Inilah yang akan dimaksimalkan , mampu tidak pemerintah meningkatkan kualitas termasuk sarana dan prasarana sekolah negeri jika program ini diberlakukan. Semua memang masih  kabur, karena belum diterapkan hanya kita berharap yang terbaik jika programkan full day school ini jadi diberlakukan 2017 ini,” kata Darmayanti.                 Hal menyangkut kesehatan, pemerintah memprogramkan  tiga hal. Pertama  pencegahan HIV/AIDS  akan dibagi dalam 3 zero, yakni zero tak ada lagi infeksi  HIV/AIDS, kedua tak ada kematian akibat HIV/ AIDS dan ketiga tak ada diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.                 “Semua program tersebut akan dilaksanakan oleh Menteri Kesehatan, disamping pembinaan terhadap Puskesmas dan dokter yang ada. Sehingga, masyarakat yang memiliki JKN tak kesulitan lagi jika harus dirujuk ke rumah sakit, karena ketersediaan dokter di Puskesmas yang sesuai dengan standar kualitas dokter spesialis,” papar Darmayanti.                 Sedangkan dalam masalah agama, pemerintah betul-betul menekankan pada toleransi  umat beragama khususnya di daerah, kemudian kekerasan terhadap ibu dan anak, yang juga harus diperhatikan dari sisi agama.                 “Mudah-mudahan aspirasi dari bawah seperti ini dapat kami perjuangakan, meski  peran pentingnya tetap di DPR sebagai pemegang kuasa dalam hal anggaran,” kata Darmayanti. (R.05)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Menebar Kebaikan di Hari Minggu, Satuan Brimob Polda Sumut Hadir Menguatkan Kebersamaan di Tengah Masyarakat
Hari Ke-4 Ramadan, 1.000 Jamaah Padati Masjid Agung Medan, Ini Pesan H Yuslin Siregar
Gedung Kesehatan di Desa Mabar Bukan Pustu, tapi Poskesdes, Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan
Pemkab Deli Serdang Pastikan Kerukunan Umat Beragama, Suku & Golongan Tetap Terjaga
Polresta Deli Serdang Gagalkan Pengiriman 21 Kg Sabu ke Jakarta Dibawa dari Aceh
Sindikat Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap di Tanjung Balai-Asahan 80 kg Sabu & 50.000 Butir Ekstasi di Sita Polrestabes Medan.
komentar
beritaTerbaru
Pertunjukan Darurat

Pertunjukan Darurat

Pertunjukan DaruratOleh Dahlan Iskan Minggu 22022026 (Presiden Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Jumat, 20 Februari wakt

News